Privilege adalah satu kata yang belakangan ini cukup sering kita temukan, baik di medsos maupun di obrolan sehari-hari.
Kata privilege sering dikaitkan dengan keuntungan yang bisa seseorang dapatkan tapi nggak bisa didapatkan orang lain.
Dari yang kita sering dengar, orang bisa dapat privilege karena faktor finansial, gender, jabatan, atau relasi tertentu.
Nah, di artikel ini kita akan ulas apa itu privilege, jenis-jenis, contoh, dan cara menyikapi privilege dengan bijak.
Simak sampai selesai, ya!
Apa Arti Privilege dalam Bahasa Inggris?
Menurut Cambridge Dictionary, privilege artinya hak istimewa, yaitu hak atau perlakuan khusus yang hanya dimiliki atau diberikan kepada seseorang maupun sejumlah kecil orang.
Dengan kata lain, privilege adalah keistimewaan yang bisa didapat atau dimiliki seseorang tapi nggak tersedia bagi semua orang.
Contoh:
Only club members have the privilege of using this room. (Hanya anggota klub yang memiliki hak istimewa untuk menggunakan ruangan ini.)
Dalam contoh tadi, privilege artinya hak menggunakan ruangan yang diberikan khusus kepada anggota klub.
Apa Makna Privilege dalam Bahasa Indonesia?
Sebenarnya, makna privilege dalam bahasa Indonesia nggak jauh berbeda dengan bahasa Inggris.
Kalau dalam percakapan sehari-hari, privilege dipahami sebagai keuntungan atau kemudahan yang dimiliki seseorang yang disebabkan oleh latar belakang dan kondisi kehidupannya.
Misalnya, seorang siswa bisa memilih sekolah yang terbaik, memiliki laptop pribadi, internet di rumah yang stabil, dan keluarga yang mendukung pendidikannya.
Sementara itu, ada siswa lain yang harus membantu orang tuanya bekerja dulu sebelum punya waktu untuk belajar.
Keuntungan tersebut nggak berarti siswa pertama nggak perlu berusaha, tetapi ia memiliki support yang cukup banget untuk membuat proses belajarnya lebih mudah.
Apa Saja Jenis Privilege dalam Kehidupan Sehari-hari?
Selain yang udah kita bahas tadi, yaitu contoh privilege karena kondisi ekonomi dan latar belakang keluarga, sebenarnya masih banyak jenis privilege yang lain.
Contohnya, privilege pendidikan, privilege gender, hingga privilege fisik dan relasi.
1. Privilege Ekonomi dan Latar Belakang Keluarga
Kondisi ekonomi yang baik dan berkecukupan memberi keleluasaan pada anak untuk membeli kebutuhan sekolah atau mengikuti les tanpa khawatir soal biaya.
Selain materi, latar belakang keluarga yang mendukung pendidikan dan minat anak, bahkan menyediakan waktu untuk mendampingi juga menjadi keuntungan yang belum tentu didapat semua anak.
2. Privilege Pendidikan
Bisa bersekolah di sekolah dengan fasilitas lengkap, guru yang mendampingi, dan sumber belajar yang beragam merupakan bentuk privilege pendidikan.
Privilege pendidikan bisa memberi siswa lebih banyak kesempatan untuk memahami pelajaran dan mengembangkan minatnya.
3. Privilege Gender
Ada beberapa keluarga yang masih lebih mengutamakan pendidikan anak laki-laki daripada anak perempuan.
Ini membuat kesempatan melanjutkan sekolah menjadi privilege gender yang tidak dinikmati anak perempuan di keluarga itu.
Padahal, anak perempuan juga berhak mendapat dukungan yang sama untuk mengejar cita-citanya.
4. Privilege Fisik dan Kesehatan
Mungkin kita merasa biasa saja saat bisa naik transportasi umum, bisa naik tangga menuju kelas, atau bisa main sepak bola bersama teman-teman.
Padahal, kondisi fisik dan kesehatan yang mendukung kita melakukan aktivitas tersebut dengan mudah juga merupakan bentuk privilege yang nggak dimiliki semua orang, misalnya teman yang menggunakan kursi roda.
5. Privilege karena Relasi dan Lingkungan Sosial
Punya kenalan atau sanak saudara yang berpengalaman mendaftar beasiswa bisa memudahkan kita mendapat informasi dan bantuan menyiapkan beasiswa juga.
Dukungan dari relasi seperti ini merupakan privilege sosial karena tidak semua orang punya relasi atau seseorang yang bisa membimbing mereka seperti itu.
Punya skill bahasa Inggris di era globalisasi kayak sekarang juga termasuk privilege, lho!
Gimana, enggak? Kalau punya skill bahasa Inggris, kamu punya kesempatan lebih besar buat dapat beasiswa, akses sumber belajar lebih banyak, sampai kuliah dan punya karier cemerlang di masa depan.
Nah, kabar baiknya, privilege bahasa Inggris ini bukan hal yang diwariskan, tapi justru dibangun lewat latihan konsisten.

Salah satu caranya lewat Sparks English yang sudah pakai kurikulum berbasis CEFR dan sesuai dengan level proficiency.
Di sini, kamu akan belajar dalam kelas semi private dan dibimbing langsung oleh native teacher serta Cambridge TKT certified teacher.
Selain dapat feedback yang lebih personal, kamu bisa sekalian melatih aksen yang natural ala native!
Semua ini bisa didapat mulai Rp70 ribuan aja per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students yang jago berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Buktikan sendiri keseruan belajarnya di free trial class dan amankan diskon Rp1 jutanya kalau kamu daftar trial sekarang juga!
Apa Contoh Privilege dalam Kehidupan Sehari-hari?
Contoh privilege bisa kita temukan bahkan dalam hal-hal sederhana yang biasa kita dapatkan sehari-hari, lho.
Contohnya seperti:
- Punya kamar sendiri yang nyaman untuk belajar tanpa banyak gangguan.
- Bisa ikut lomba di luar kota karena orang tua siap menanggung biaya perjalanannya.
- Mendapat bantuan kakak saat kesulitan mengerjakan tugas sekolah.
- Punya waktu untuk mengikuti ekstrakurikuler tanpa harus membantu orang tua sepulang sekolah.
- Mengenal seseorang yang bisa memberi arahan saat memilih sekolah atau jurusan.
Hal-hal tersebut mungkin terasa biasa aja bagi yang memilikinya, padahal itu bisa jadi keuntungan berarti bagi orang yang nggak punya dukungan serupa.
Bagaimana Cara Menyikapi Privilege dengan Bijak?
Kalau kita merasa jadi salah satu yang punya privilege dalam kehidupan, sudah sepatutnya kita menyikapinya dengan bijak.
Kita bisa melakukannya dengan cara menghargai keuntungan yang dimiliki, lebih tenggang rasa dan memahami kondisi orang lain, serta memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin secara bertanggung jawab.
1. Menyadari Keuntungan yang Dimiliki
Coba perhatikan dukungan apa aja yang selama ini kamu terima, yang mungkin kamu pun belum sadari.
Misalnya, kamu punya ruang belajar sendiri di rumah dan punya ayah seorang engineer yang selalu siap membantumu saat kesulitan belajar matematika.
Kamu nggak perlu sampai merasa bersalah karena memilikinya, tetapi kamu perlu menyadari kalau keuntungan-keuntungan itu belum tentu bisa dirasakan teman-temanmu yang lain.
2. Menghargai Perjuangan Orang dengan Kondisi Berbeda
Jika ada temanmu yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugasnya dalam kerja kelompok, kamu perlu mengerti bahwa kesempatan belajarnya belum tentu sama denganmu.
Bisa saja ia harus membantu orang tua dulu atau bergantian memakai komputer dengan adiknya di rumah.
Cobalah dengarkan ceritanya biar kamu paham tantangan yang ia hadapi tanpa buru-buru menilai kalau ia malas atau lamban.
3. Tidak Meremehkan Usaha Orang Lain
Hindari komentar seperti “Gitu aja nggak bisa?” saat temanmu kesulitan memahami pelajaran.
Mungkin buat kamu materi itu terasa mudah karena selama ini selalu ada yang membantumu belajar, sementara dia belum tentu punya orang di rumah untuk bertanya.
Daripada membandingkan kemampuannya dengan dirimu, coba tanyakan apakah ada yang bisa kamu bantu.
4. Memanfaatkan Kesempatan untuk Terus Berkembang
Kalau kamu punya akses yang luas ke buku, internet, atau les tambahan, manfaatkan itu sebaik mungkin untuk mengembangkan kemampuan yang kamu minati.
Misalnya, luangkan waktu untuk membaca buku yang kamu suka atau ikut kelas untuk membangun skill baru.
Baca Juga: Grateful, Blessed, dan Thankful Artinya Apa? Ini Penjelasannya
5. Mendukung Akses Belajar yang Lebih Luas
Misalnya, kamu punya catatan yang rapi, buku yang sudah selesai dibaca, atau tahu info beasiswa yang belum diketahui temanmu.
Kamu bisa bantu memperluas akses belajar temanmu yang masih terbatas dengan coba meminjamkan catatan atau buku bacaan supaya dia juga punya kesempatan belajar yang lebih baik.
Lakukan dengan tulus dan tetap menghargai orang lain, dan jangan jadikan bantuan itu alasan untuk merasa lebih baik dan lebih unggul.
Sekarang, kamu udah paham apa itu privilege dan gimana menjadikannya sebagai langkah awal untuk lebih menghargai apa yang kamu punya.
Kalau kamu punya kesempatan dan dukungan penuh untuk mengembangkan diri, manfaatkan dengan sungguh-sungguh termasuk untuk belajar bahasa Inggris.
Sebab, skill ini nggak hanya bisa bantu pelajaran di sekolah saat ini, tapi bisa membawamu melangkah lebih jauh dan membuka berbagai kesempatan berharga di masa depan.

Kamu bisa ikut les bahasa Inggris di Sparks English yang programnya udah terbukti efektif untuk bangun skill bahasa Inggris anak usia 3–18 tahun.
Sebelum masuk kelas, ada placement test untuk tahu level yang sesuai denganmu, sehingga materinya akan diserap dengan maksimal.
Kamu juga bisa ikut berbagai kegiatan di free extra sessions setiap pekan secara gratis tanpa tambahan biaya apapun!
Yakin mau ngelewatin kesempatan belajar super hemat yang punya fasilitas selengkap ini?
Booking kelas pertamamu di free trial class lewat live booking instan sekarang juga, cuma butuh 1 menit, kok!


