10 Contoh Sopan Santun di Sekolah, Wajib Diajarkan pada Anak!

5 October 2026
Contoh Sopan Santun di Sekolah

Dengan membiasakan contoh sopan santun di sekolah dalam kegiatan sehari-hari, anak belajar menghargai orang lain, berkomunikasi dengan baik, sekaligus membangun hubungan sosial yang sehat.

Lalu, perilaku seperti apa yang termasuk sopan santun di sekolah? 

Yuk, Moms & Dads, kenalkan satu per satu kepada anak!

 

 

Apa yang Dimaksud dengan Sopan Santun di Sekolah?

Sopan santun di sekolah adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan rasa hormat, perhatian, serta penghargaan kepada orang lain selama berada di lingkungan sekolah.

Sikap ini bisa terlihat dari hal sederhana, seperti menyapa guru, mendengarkan saat orang lain berbicara, meminta izin, mengucapkan terima kasih, hingga menjaga fasilitas sekolah.

Jadi, sopan santun bukan hanya soal menggunakan kata-kata yang baik. 

Anak juga belajar memahami batasan, menghargai perasaan orang lain, dan bertanggung jawab terhadap perilakunya.

Kebiasaan sederhana tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar perlahan menjadi bagian dari keseharian anak.

 

Baca Juga: 10 Cara Belajar Sopan Santun pada Anak sesuai Usianya!

 

Mengapa Anak Perlu Belajar Sopan Santun di Sekolah?

Belajar sopan santun membantu anak memahami cara berinteraksi dengan orang lain secara positif.

Berikut beberapa alasan mengapa kebiasaan ini penting dikenalkan sejak dini.

 

1. Membantu Anak Menghargai Orang Lain

Sopan santun mengajarkan anak bahwa setiap orang perlu diperlakukan dengan baik.

Misalnya, anak belajar menunggu giliran berbicara, tidak memotong pembicaraan, serta mendengarkan pendapat teman meskipun berbeda dengan pendapatnya sendiri.

Dari kebiasaan sederhana tersebut, anak mulai belajar menghargai perasaan dan hak orang lain.

 

2. Membangun Hubungan yang Positif dengan Teman dan Guru

Sikap ramah dan santun membuat interaksi di sekolah menjadi lebih nyaman.

Anak yang terbiasa menyapa, berbicara baik, serta menghargai teman akan lebih mudah membangun hubungan positif dengan orang-orang di sekitarnya.

Hal yang sama berlaku ketika anak berinteraksi dengan guru maupun staf sekolah.

 

3. Melatih Kemampuan Komunikasi Anak

Sopan santun juga berkaitan erat dengan cara anak berkomunikasi.

Anak belajar memilih kata yang tepat, menyampaikan keinginan tanpa memaksa, mendengarkan lawan bicara, serta mengungkapkan ketidaksetujuan tanpa menyakiti orang lain.

Kemampuan seperti ini akan berguna dalam berbagai situasi sosial, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

 

Baca Juga: 10 Cara Melatih Komunikasi Anak agar Percaya Diri Bicara

 

4. Membantu Anak Beradaptasi di Lingkungan Sosial

Di sekolah, anak bertemu dengan banyak orang yang memiliki karakter, kebiasaan, dan cara berpikir berbeda.

Dengan memahami sopan santun, anak memiliki panduan sederhana tentang bagaimana sebaiknya bersikap.

Misalnya, kapan harus meminta izin, bagaimana bergantian menggunakan barang, atau bagaimana merespons ketika melakukan kesalahan.

 

5. Membentuk Kebiasaan Positif sejak Dini

Kebiasaan baik akan lebih mudah melekat jika dilatih secara konsisten sejak anak masih kecil.

Mengucapkan salam, meminta tolong dengan baik, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf mungkin terlihat sederhana.

Namun, jika dilakukan setiap hari, kebiasaan tersebut dapat membantu membentuk cara anak berinteraksi dengan orang lain hingga ia bertambah besar.

 

Moms & Dads, selain sopan santun, ada kebiasaan lain yang juga bagus dikenalkan sejak dini, yaitu belajar bahasa Inggris.

Belajar bahasa Inggris sejak dini sangat berguna, karena di usia inilah otak anak ada pada kondisi mampu menyerap bunyi dan struktur bahasa baru lebih mudah dan 90% berkembang pesat.

Sayangnya, kemampuan ini akan menurun seiring bertambahnya usia yang bikin belajar bahasa Inggris pun butuh effort 2x lebih besar.

Banyak orang tua menyesal tidak memberikan exposure bahasa Inggris yang cukup di masa kecil anak.

Di era sekarang, bahasa Inggris bukan cuma untuk pelajaran tambahan, ini skill yang akan nentuin seberapa jauh anak bisa melangkah. 

Masuk sekolah favorit, berprestasi di kompetisi internasional, dapat beasiswa, sampai berkarier di perusahaan global, semuanya jauh lebih terbuka buat anak yang bisa bahasa Inggris sejak kecil.

Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

 

Design New Web Banner

Sparks English hadir untuk anak usia 3-18 tahun lancar bahasa Inggris sejak dini dengan kurikulum berbasis CEFR yang programnya dirancang bertahap sesuai tingkatan proficiency level standar internasional.

Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang sesuai tumbuh kembang usia anak.

Kelasnya semi-private dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher biar anak bisa banyak active speaking dan pelafalannya juga terbentuk natural.

Nggak perlu takut mahal! Biayanya tetap irit mulai Rp70 ribuan per kelas aja dan hasilnya udah dibuktikan 25.000+ students yang jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!

Coba free trial class sekarang dan jangan lewatkan diskon Rp1 jutanya karena kuota terbatas!

 

Contoh Sopan Santun di Sekolah yang Bisa Diterapkan Anak

Sopan santun tidak harus diajarkan melalui aturan yang rumit. 

Justru, kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari akan lebih mudah dipahami anak.

Berikut contoh perilaku sopan santun di sekolah yang bisa mulai diterapkan.

 

1. Mengucapkan Salam dan Menyapa Guru

Saat bertemu guru, anak bisa membiasakan diri tersenyum dan memberikan salam.

Contohnya, “Selamat pagi, Bu” atau “Good morning, Miss.”

Kebiasaan menyapa merupakan bentuk sederhana untuk menunjukkan keramahan dan rasa hormat kepada orang lain.

 

2. Mendengarkan Guru saat Menjelaskan

Ketika guru sedang berbicara, anak sebaiknya mendengarkan dan tidak memotong pembicaraan.

Jika ingin bertanya atau menyampaikan sesuatu, biasakan anak menunggu sampai guru selesai berbicara atau mengangkat tangan terlebih dahulu.

Sikap ini sekaligus melatih kemampuan anak untuk fokus dan menghargai lawan bicara.

 

3. Berbicara dengan Bahasa yang Sopan

Ajarkan anak menyampaikan keinginan atau pendapat dengan kata-kata yang baik.

Misalnya, dibanding mengatakan, “Aku mau itu!”, anak bisa belajar mengatakan, “Boleh aku pinjam itu?”

Anak tetap bisa menyampaikan apa yang diinginkan tanpa harus berbicara kasar atau memaksa.

 

4. Menggunakan Kata “Tolong”, “Maaf”, dan “Terima Kasih”

Tiga ungkapan sederhana ini sangat penting dalam komunikasi sehari-hari.

“Tolong” digunakan ketika meminta bantuan, “maaf” saat melakukan kesalahan, dan “terima kasih” ketika menerima bantuan atau kebaikan dari orang lain.

Dalam bahasa Inggris, Moms & Dads juga bisa mengenalkan please, sorry, dan thank you.

 

5. Meminta Izin saat Membutuhkan Sesuatu

Contoh sikap santun di sekolah lainnya adalah meminta izin terlebih dahulu.

Misalnya ketika anak ingin keluar kelas, meminjam alat tulis teman, menggunakan barang milik orang lain, atau melakukan sesuatu yang memerlukan persetujuan guru.

Kebiasaan ini mengajarkan bahwa anak tidak boleh mengambil atau melakukan sesuatu sesuka hati tanpa mempertimbangkan orang lain.

 

6. Menghargai Pendapat Teman

Tidak semua teman akan memiliki pemikiran yang sama.

Saat berdiskusi, anak perlu belajar mendengarkan pendapat teman sampai selesai dan tidak langsung mengatakan bahwa pendapat tersebut salah hanya karena berbeda.

Anak bisa dilatih merespons dengan kalimat seperti, “Aku punya pendapat yang berbeda” atau “Kalau menurutku…”

 

7. Tidak Mengejek atau Merendahkan Teman

Bercanda tetap memiliki batas.

Anak perlu memahami bahwa mengejek penampilan, kemampuan, keluarga, cara berbicara, atau kekurangan teman bukanlah perilaku yang baik.

Jika sebuah candaan membuat teman merasa sedih, malu, atau tidak nyaman, anak perlu belajar menghentikannya.

 

8. Mau Membantu Teman yang Membutuhkan

Menolong teman juga menjadi bagian dari perilaku santun.

Contohnya membantu teman mengambil barang yang terjatuh, menjelaskan tugas yang belum dipahami, atau menemani teman yang sedang kesulitan.

Tentunya, anak juga perlu memahami bahwa membantu bukan berarti mengerjakan seluruh tugas temannya.

 

9. Menghormati Guru dan Seluruh Warga Sekolah

Sikap hormat tidak hanya ditujukan kepada guru.

Anak juga perlu bersikap baik kepada petugas kebersihan, petugas keamanan, staf administrasi, penjaga kantin, serta seluruh warga sekolah.

Biasakan anak menyapa, menggunakan kata-kata yang baik, dan mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan bantuan.

 

10. Menjaga Kebersihan dan Fasilitas Sekolah

Sopan santun juga dapat ditunjukkan melalui sikap terhadap lingkungan.

Membuang sampah pada tempatnya, merapikan meja setelah digunakan, tidak mencoret dinding, serta menjaga buku dan fasilitas sekolah merupakan bentuk tanggung jawab anak terhadap ruang yang digunakan bersama.

Dengan begitu, anak memahami bahwa kenyamanan di sekolah menjadi tanggung jawab semua orang.

 

Bagaimana Cara Mengajarkan Sopan Santun kepada Anak?

Mengajarkan sopan santun tidak cukup hanya dengan mengatakan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Anak membutuhkan contoh, kesempatan berlatih, dan pengulangan agar perilaku tersebut menjadi kebiasaan.

 

1. Berikan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Anak banyak belajar dari apa yang ia lihat.

Jika Moms & Dads terbiasa mengatakan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” kepada anak maupun orang lain, anak akan melihat langsung bagaimana kalimat tersebut digunakan.

Karena itu, usahakan aturan sopan santun tidak hanya berlaku untuk anak, tetapi juga diterapkan oleh orang-orang di sekitarnya.

 

2. Ajarkan Kalimat Sopan yang Bisa Digunakan Anak

Anak terkadang bersikap kurang tepat bukan karena sengaja, tetapi karena belum mengetahui kalimat yang harus digunakan.

Moms & Dads bisa mengenalkan beberapa kalimat sederhana, seperti “Boleh aku pinjam?”, “Maaf, aku tidak sengaja”, atau “Terima kasih sudah membantu.”

Bisa juga sekalian mengenalkan versi bahasa Inggrisnya, seperti May I borrow this?, I’m sorry, atau Thank you for helping me.

Dengan contoh yang konkret, anak akan lebih mudah mempraktikkannya.

 

3. Latih Anak melalui Role Play

Role play bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih sopan santun.

Moms & Dads dapat membuat situasi sederhana. Misalnya, anak berpura-pura ingin meminjam pensil, meminta izin kepada guru, bertemu teman baru, atau meminta bantuan.

Lalu, ajak anak mencoba kalimat yang tepat untuk situasi tersebut.

Latihan seperti ini membuat anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam percakapan.

 

4. Jelaskan Dampak dari Sikap Anak kepada Orang Lain

Daripada hanya mengatakan, “Jangan begitu, tidak sopan,” bantu anak memahami alasannya.

Misalnya, “Kalau kita memotong pembicaraan, teman bisa merasa tidak didengarkan.”

Penjelasan seperti ini membantu anak menghubungkan tindakannya dengan perasaan orang lain.

Dengan begitu, sopan santun tidak terasa sekadar sebagai aturan yang harus ditaati.

 

5. Berikan Apresiasi saat Anak Menunjukkan Sikap Sopan

Saat anak menunjukkan perilaku yang baik, berikan apresiasi yang spesifik.

Misalnya, “Moms senang tadi kamu meminta izin sebelum meminjam barang teman.”

Apresiasi seperti ini membantu anak memahami perilaku mana yang sudah tepat dan layak diulangi.

Tidak perlu selalu memberikan hadiah. 

Pujian sederhana dan perhatian dari orang tua pun bisa menjadi bentuk apresiasi.

 

Baca Juga: 10 Penyebab Anak Manja, Ini yang Harus Dihindari Orang Tua!

 

Sopan santun bukan keterampilan yang muncul dalam satu hari. 

Anak perlu melihat contoh, berlatih, melakukan kesalahan, lalu mencoba kembali sampai akhirnya menjadi kebiasaan.

Sama halnya dengan bahasa Inggris, anak juga perlu mencoba, berlatih, dan belajar dari kesalahan agar terbiasa menggunakan bahasa Inggris di sehari-hari.

Tertarik tingkatkan skill bahasa Inggris anak demi masa depannya? Ayo daftarkan anak di Sparks English!

 

Live Book Sparks English

Di les bahasa Inggris Sparks English, anak diajak belajar bahasa Inggris dengan metode yang fun dan interaktif, sehingga mereka punya lebih banyak kesempatan untuk mendengar, berbicara, dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata.

Kelasnya semi-private dan dibimbing oleh teacher tersertifikasi Cambridge TKT dan native teacher agar hasil belajar anak lebih maksimal.

Apalagi ada free extra sessions tiap pekan bareng internasional teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.

Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain, apalagi harganya ekonomis ramah banget di kantong!

Jangan sampai nyesel karena nunda! Ayo daftar free trial class-nya lewat live booking instan sekarang cuma butuh 1 menit!

Author:

Topik:

Share article: