Kalau si kecil suka membongkar mainan buat ngeliat apa isinya, jangan langsung dicap “bandel” ya, Moms & Dads!
Sebab, bisa jadi itu tanda kalau rasa ingin tahu anak sedang aktif bekerja.
Dorongan rasa ingin tahu ini malah bisa jadi salah satu modal penting dalam tumbuh kembangnya, lho!
Yuk, kenali kenapa rasa ingin tahu ini penting dan gimana Moms & Dads bisa bantu mengembangkannya lewat effort-effort sederhana!
- Mengapa Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi?
- Mengapa Rasa Ingin Tahu Penting bagi Anak?
- Contoh Rasa Ingin Tahu Anak dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Cara Mengembangkan Rasa Ingin Tahu Anak
Mengapa Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi?
Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi karena banyak faktor, di antaranya:
- Otak sedang berkembang pesat: Otak anak usia dini berkembang pesat dan aktif menyerap apa saja yang belum mereka pahami.
- Minimnya pengalaman: Anak belum banyak pengalaman soal dunia dan kehidupan, jadi hal-hal yang buat orang dewasa biasa aja bisa terasa baru dan menarik buat mereka.
- Cara alami anak belajar: Rasa ingin tahu juga bagian dari cara anak belajar sejak bayi, lewat coba-coba dan eksplorasi langsung.
- Otak anak lebih peka terhadap hal yang belum familiar: Otak anak cenderung lebih cepat tertarik dengan sesuatu yang belum mereka kenal, jadi hal-hal baru otomatis lebih menonjol dibanding yang sudah familiar buat mereka.
- Sistem reward di otak mendorong eksplorasi: Otak anak punya sistem reward yang aktif tiap kali mereka menjelajah atau menemukan sesuatu baru.
Mengapa Rasa Ingin Tahu Penting bagi Anak?
Rasa ingin tahu penting bagi anak karena jadi penggerak dalam memahami informasi baru sampai berani menumbuhkan semangat belajar.
1. Membantu Anak Memahami Informasi Baru
Rasa ingin tahu anak yang tinggi bikin mereka lebih gampang dan excited menyerap informasi baru.
Sebab, rasa penasaran bikin otak anak lebih aktif menyimpan hal yang lagi dipelajari, dan ini sejalan dengan temuan peneliti dari University of Waterloo bahwa anak dengan rasa ingin tahu tinggi biasanya lebih gampang mengingat rute atau informasi baru.
2. Melatih Anak untuk Mengamati dan Bertanya
Kebiasaan mengamati sekeliling biasanya lahir dari rasa penasaran anak.
Anak yang terbiasa penasaran akan mempertanyakan kenapa semut jalannya bisa serapi itu, daripada hanya diam dan nggak merespons.
3. Mendorong Skill Problem Solving
Skill problem solving anak sering kali tumbuh justru dari rasa penasaran mereka sendiri.
Misalnya waktu tutup toples camilan susah dibuka, anak yang penasaran cenderung coba berbagai cara dulu, entah diputar, tarik, sampai ganti posisi tangan, sebelum akhirnya minta bantuan.
4. Membantu Anak Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis
Terbiasa mempertanyakan banyak hal akan melatih anak berpikir lebih kritis.
Sebab, tiap kali mereka cari jawaban sendiri, otaknya dilatih menghubungkan sebab-akibat.
Misalnya, anak yang penasaran kenapa mobil remotenya nggak jalan, coba cek sendiri sampai akhirnya sadar kalau baterainya lah yang sudah habis.
5. Mendorong Kreativitas dan Imajinasi
Dorongan ingin tahu “gimana, ya, kalau kerjainnya pakai cara ini” membuat anak terbiasa mencoba banyak kemungkinan.
Kebiasaan itulah yang kemudian meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak.
6. Membuat Anak Lebih Berani Mencoba Hal Baru
Keberanian coba hal baru juga sering berakar dari rasa penasaran anak.
Anak yang penasaran rasanya naik sepeda roda dua akan lebih semangat latihan walau sempat jatuh beberapa kali.
7. Menumbuhkan Semangat untuk Terus Belajar
Semangat belajar anak yang nggak gampang padam juga berasal dari rasa ingin tahu yang terus terjaga.
Anak yang terbiasa dibiarkan bertanya dan mencari tahu sendiri biasanya lebih menikmati proses belajarnya.
Rasa ingin tahu yang terus tumbuh akan sangat bermanfaat jika diarahkan ke skill baru seperti bahasa Inggris, apalagi kalau dikenalkan sejak usia dini!
Sebab, di usia dini ini otak anak sedang di fase paling gampang menyerap bahasa baru secara alami, dan kemampuannya perlahan berkurang seiring mereka makin besar.
Nggak sedikit lho, orang tua yang menyesal karena telat mengenalkan bahasa Inggris, sehingga anak harus belajar dengan usaha yang jauh lebih berat di kemudian hari.
Jangan biarkan anak kehilangan starting point yang seharusnya bisa mereka kuasai sejak dini!

Sparks English siap bantu anak usia 3–15 tahun belajar bahasa Inggris dengan kurikulum berbasis CEFR yang disusun berjenjang mengikuti standar internasional.
Di sini, anak akan belajar dengan metode fun & interactive seperti games, storytelling, dan roleplay, mulai dari Rp70 ribuan per sesi!
Kelasnya semi-private yang lebih personal, dengan pendampingan langsung oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher yang bantu pronunciation anak kebentuk alami.
Kolaborasi kurikulum, metode, dan experienced teacher Sparks English udah terbukti berhasil bantu lebih dari 25.000 students jago bahasa Inggris bersama Sparks English!
Jangan sampai nyesel belakangan, mending langsung coba free trial class-nya. Ada diskon Rp1 juta kalau daftar sekarang juga!
Contoh Rasa Ingin Tahu Anak dalam Kehidupan Sehari-Hari
Contoh rasa ingin tahu anak biasanya muncul lewat hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian orang tua, mulai dari pertanyaan spontan sampai kebiasaan mengutak-atik barang di rumah.
- Melontarkan pertanyaan “kenapa?” tentang hal-hal yang baru dilihat atau dialami.
- Membongkar atau mengamati mainan untuk mengetahui cara kerjanya.
- Bereksperimen mencampur warna saat menggambar untuk melihat hasilnya.
- Mengamati makhluk hidup di sekitar rumah, seperti serangga atau tanaman, dalam waktu yang cukup lama.
- Penasaran dengan asal-usul makanan yang sedang disantap.
- Ingin tahu asal suara-suara yang belum pernah didengar sebelumnya.
- Memperhatikan perubahan cuaca dan mempertanyakan sebab hujan atau angin.
- Membuka buku dan mencari tahu arti gambar atau kata yang belum dipahami.
- Menunjukkan rasa penasaran pada tempat-tempat baru saat bepergian.
- Suka mengumpulkan atau menyimpan benda-benda unik yang ditemukannya, seperti batu, daun, atau kerang.
Cara Mengembangkan Rasa Ingin Tahu Anak
Rasa ingin tahu anak bisa terus terjaga salah satunya dengan orang tua rutin menciptakan situasi yang memancing mereka penasaran.
1. Tanggapi Pertanyaan Anak dengan Positif
Cara paling sederhana menjaga rasa ingin tahu anak adalah menanggapi pertanyaan mereka dengan positif.
Kalau anak nanya “Kenapa cicak bisa nempel di dinding?” terus dijawab dengan antusias, anak bakal ngerasa aman buat terus nanya hal lain ke depannya.
2. Ajukan Pertanyaan Balik kepada Anak
Selain menjawab, orang tua juga bisa melempar pertanyaan balik ke anak.
Misalnya waktu anak nanya kenapa es krimnya meleleh kalau lama di luar kulkas, coba balas dengan tanya “Coba, menurut kamu kenapa, ya?” biar anak terangsang untuk berpikir dan menebak.
3. Cari Jawaban Bersama
Kalau orang tua juga nggak tahu jawaban dari pertanyaan anak, jangan malah nggak menghiraukan, justru bisa jadi kesempatan cari tahu bersama.
Ajak anak googling atau buka buku ensiklopedia bersama buat nyari jawabannya.
Dengan begitu, anak juga belajar kalau “belum tahu sesuatu” itu nggak salah, dan semua hal bisa dipelajari lewat proses.
4. Berikan Anak Kesempatan untuk Bereksplorasi
Anak butuh ruang untuk eksplorasi sendiri tanpa terlalu banyak diarahkan.
Contohnya, biarkan anak main pasir di pantai. Orang tua cukup menjaga dan memastikan anak bermain di area yang aman, dan pastikan juga mainannya sesuai usia.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Kegiatan Outdoor Anak yang Harus Parents Coba
5. Kenalkan Anak pada Pengalaman Baru
Pengalaman baru jadi pemicu penting yang bisa bikin rasa ingin tahu anak terus hidup.
Sesekali, ajak anak ke tempat yang belum pernah dikunjungi, seperti museum atau kebun binatang, biar mereka bisa lihat hal-hal baru di luar rutinitas harian.
6. Berikan Apresiasi atas Usaha Anak
Usaha anak dalam mencari tahu sesuatu adalah hal yang paling layak diapresiasi.
Kalau anak coba bongkar pasang mainan sampai akhirnya paham cara kerjanya, beri pujian buat usahanya itu, agar mereka makin percaya diri eksplorasi hal lain.
7. Sediakan Buku dan Media Pembelajaran yang Sesuai Minatnya
Buku dan media belajar yang sesuai minat anak bisa jadi pemicu rasa ingin tahu yang lebih terarah.
Kalau anak suka dinosaurus, memberinya ensiklopedia tentang binatang-binatang purba bakal akan membuatnya semangat membaca.
Baca Juga: 10 Cara Mengajari Anak Membaca dengan Mudah dan Tanpa Bosan
8. Berikan Waktu untuk Anak Mengamati dan Mencoba
Anak perlu waktu buat mengamati sesuatu sebelum langsung dikasih penjelasan.
Biarkan anak perhatikan dulu gimana semut jalan berbaris selama beberapa menit, baru ajak ngobrol tentang apa yang mereka lihat.
9. Dukung Minat Anak terhadap Topik Tertentu
Saat anak berminat pada sesuatu, orang tua bisa mendukungnya agar ia makin semangat.
Misalnya, anak senang banget sama luar angkasa, orang tua bisa dukung minatnya lewat video edukasi atau ajak main ke planetarium.
10. Jadilah Contoh Orang Dewasa yang Juga Suka Belajar
Anak mudah meniru sikap orang dewasa di sekitarnya, termasuk soal rasa ingin tahu.
Kalau orang tua keliatan antusias belajar hal baru, entah itu resep masakan atau skill kerja, anak juga akan nganggep rasa penasaran itu wajar dan seru untuk dijalani sepanjang hidup.
Rasa ingin tahu anak sebenarnya adalah investasi untuk tumbuh kembang dan masa depannya, sama seperti skill bahasa Inggris.
Dengan mengembangkannya sejak kanak-kanak, skill bahasa Inggris bisa jadi modal dalam membuka berbagai kesempatan, mulai dari lomba, beasiswa, sampai peluang kuliah dan karier di luar negeri kelak.

Sparks English hadir sebagai les bahasa Inggris dengan program yang sesuai dengan usia anak, mulai dari Little Sparks, Sparks Kid, sampai Sparks Teen.
Dengan pendekatan full English environment dan confidence building, anak dilatih percaya diri dalam speaking dan listening bahasa Inggris, agar makin mahir saat bicara dengan orang lain.
Selain jadwalnya yang fleksibel, Moms & Dads juga bisa pilih center terdekat dari rumah untuk menyesuaikan dengan rutinitas si kecil.
In this economy, kalau bisa upgrade skill bahasa Inggris dengan harga mulai 70 ribuan aja untuk mempersiapkan masa depan anak, yakin nggak mau coba dulu?
Mending langsung live booking instan, cukup 1 menit aja untuk bisa ikut free trial class!


