Mainan untuk anak speech delay sebaiknya bukan hanya membuat si kecil sibuk, tetapi juga membuka kesempatan untuk berinteraksi, mendengar kata baru, merespons, dan bergiliran dengan orang lain.
Pilihan mainannya pun sebenarnya tidak harus rumit.
Buku cerita, boneka, balok, hingga play food yang ada di rumah bisa digunakan untuk menciptakan aktivitas komunikasi sederhana bersama anak.
Lalu, apa saja permainan dan mainan untuk anak telat bicara yang bisa Moms & Dads coba?
Berikut rekomendasi sekaligus cara menggunakannya!
- Bagaimana Mainan Dapat Mendukung Stimulasi Bahasa Anak?
- Mainan untuk Anak Speech Delay Apa Saja?
- Cara Memilih Mainan untuk Anak Speech Delay
Bagaimana Mainan Dapat Mendukung Stimulasi Bahasa Anak?
Untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara, mainan adalah media terapi yang efektif.
Berikut cara mainan membantu perkembangan bahasa anak:
1. Menciptakan Kesempatan untuk Berinteraksi
Mainan bisa menjadi penghubung antara anak dan orang tua.
Misalnya, saat anak ingin mengambil balok, Moms & Dads dapat menunggu sebentar dan memberi kesempatan anak untuk menunjuk, mengeluarkan suara, menggunakan gestur, atau mencoba mengucapkan kata.
Tidak harus langsung berupa kalimat. Respons sederhana tetap bisa menjadi bagian dari proses komunikasi.
2. Membantu Anak Mengenal Kata dan Maknanya
Anak lebih mudah memahami sebuah kata ketika kata tersebut dikaitkan dengan benda atau aktivitas yang sedang dilihatnya.
Saat bermain mobil-mobilan, misalnya, orang tua dapat mengenalkan kata seperti “mobil”, “jalan”, “cepat”, “berhenti”, dan “merah”.
Gunakan kata yang singkat dan relevan dengan aktivitas saat itu agar anak tidak menerima terlalu banyak informasi sekaligus.
3. Melatih Anak Memperhatikan dan Memberikan Respons
Permainan sederhana juga dapat digunakan untuk melatih fokus anak speech delay dalam konteks interaksi.
Moms & Dads bisa memanggil nama anak, menunjukkan benda yang menarik, lalu memberi instruksi sederhana seperti “ambil bola” atau “taruh di sini”.
Berikan waktu kepada anak untuk memproses dan merespons.
Hindari langsung mengulang pertanyaan berkali-kali ketika anak belum menjawab.
4. Mengajak Anak Belajar Bergiliran Saat Bermain
Kemampuan bergiliran merupakan bagian penting dari komunikasi dua arah.
Konsepnya bisa dikenalkan lewat aktivitas sederhana seperti menyusun balok secara bergantian, menggelindingkan bola, atau memasukkan bentuk ke shape sorter satu per satu.
Gunakan kalimat singkat seperti, “Sekarang Mama,” lalu, “Sekarang kamu.”
5. Mendukung Permainan Imajinatif dan Bercerita
Pretend play memberi anak kesempatan mengenal bahasa melalui berbagai situasi.
Boneka bisa dibuat sedang makan, hewan mainan bisa pergi tidur, atau miniature figures bisa diajak pergi ke sekolah.
Tidak perlu membuat cerita panjang. Mulailah dari rangkaian sederhana seperti, “Kucing lapar. Kucing makan. Sudah kenyang.”
Dari permainan tersebut, anak dapat mendengar bagaimana kata digunakan sesuai konteks.
Baca Juga: 10 Cara Melatih Komunikasi Anak
Mainan untuk Anak Speech Delay Apa Saja?
Berikut adalah rekomendasi mainan untuk anak telat bicara yang bisa Moms & Dads sediakan di rumah:
1. Flashcard Bergambar untuk Mengenalkan Kosakata

Flashcard dapat membantu anak menghubungkan gambar dengan nama benda, terutama untuk kosakata yang dekat dengan kesehariannya seperti hewan, makanan, kendaraan, anggota tubuh, dan benda di rumah.
Manfaat: membantu mengenalkan kosakata serta melatih anak memperhatikan gambar dan mendengar kata yang sesuai.
Cara bermain: jangan menjadikan flashcard seperti sesi hafalan. Ambil dua atau tiga kartu terlebih dahulu. Tunjukkan satu gambar sambil mengatakan, “Ini kucing. Meong.”
Setelah beberapa kali bermain, coba letakkan dua kartu dan minta anak memilih, “Mana kucing?”
Anak boleh merespons dengan menunjuk terlebih dahulu. Tidak perlu selalu diminta mengucapkan katanya.
2. Buku Cerita Bergambar untuk Mengajak Anak Berkomunikasi
American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren menyarankan kegiatan membaca bersama untuk anak dengan keterlambatan bicara dan bahasa.
Anak tidak harus memahami seluruh cerita agar tetap mendapatkan manfaat dari kegiatan membaca bersama orang tua.
Manfaat: Membangun kebiasaan mendengarkan, melatih rentang perhatian, dan memperkaya perbendaharaan kata.
Cara main: Baca buku bersama sambil menunjuk gambar. Tanyakan hal sederhana seperti, “Mana gambar burung?” atau “Burung suaranya bagaimana?” Biarkan anak merespons dengan cara menunjuk atau meniru suara.
Baca Juga: 10 Dongeng Pendek untuk Anak SD yang Inspiratif dan Pesan Moralnya
3. Boneka Tangan untuk Bermain Percakapan Sederhana

Boneka tangan dapat membuat komunikasi terasa seperti permainan.
Manfaat: Membuat sesi belajar bicara jadi lebih santai, menyenangkan, dan tidak mengintimidasi anak.
Cara main: Gunakan boneka untuk menyapa anak. Lakukan tanya jawab ringan. Anak biasanya lebih antusias dan berani merespons pertanyaan yang seolah keluar dari “karakter” boneka tersebut.
4. Boneka Hewan untuk Meniru Nama dan Suara
Mainan berbentuk hewan cocok untuk anak yang tertarik pada suara dan gerakan.
Manfaat: Membantu anak berlatih vokalisasi dasar. Anak lebih mudah meniru suara hewan (animal sounds) sebelum beralih ke kata-kata yang rumit.
Cara main: Pegang boneka sapi dan ucapkan “Moooo”. Mainkan intonasi suara agar terdengar menarik, lalu dorong anak untuk mengikuti suara hewan tersebut.
5. Bermain Role Play untuk Melatih Interaksi Dua Arah
Role play bisa dilakukan menggunakan doctor set, peralatan memasak, kasir mainan, atau benda sederhana yang tersedia di rumah.
Manfaat: Membantu anak memahami konteks sosial dan rutinitas sehari-hari lewat bahasa.
Cara main: Bermain dokter-dokteran atau masak-masakan. Ayah Bunda bisa pura-pura menjadi pasien, lalu pancing anak untuk bertanya, “Sakit apa?” atau “Mau obat?” Setelah beberapa kali, tukar peran agar anak mendapat pengalaman yang berbeda.
Permainan sederhana seperti ini sejalan dengan konsep pembelajaran bahasa melalui aktivitas dan interaksi dalam situasi yang natural.
Interaksi dua arah seperti saat bermain juga menjadi bagian penting ketika anak mulai belajar keterampilan bahasa lainnya seperti Bahasa Inggris.
Masa golden age anak menjadi fase ideal untuk anak mulai belajar Bahasa Inggris karena otak masih sangat mudah menyerap bahasa baru secara alami, sama seperti ia belajar bahasa pertamanya.
Banyak orang dewasa baru menyadari pentingnya bahasa Inggris setelah besar, saat berbagai hal di era sekarang memerlukan bahasa Inggris untuk bisa bersaing.
Kalau baru belajar di usia besar, proses belajarnya lebih butuh usaha ekstra karena kemampuan otak menerima bahasa baru sudah menurun dibandingkan jika sudah dibiasakan sejak kanak-kanak.
Jangan sampai si kecil merasakan penyesalan yang sama di kemudian hari dan melewatkan begitu banyak kesempatan karena terkendala bahasa Inggris!
Di Sparks English, anak usia 3–15 tahun belajar melalui aktivitas interaktif seperti games, storytelling, roleplay, discussion, hingga latihan conversation.
Program disesuaikan dengan usia serta level kemampuan anak dan menggunakan kurikulum berbasis CEFR.
Dengan full English environment bersama native teacher dan Cambridge TKT certified teacher, yang sekaligus membentuk pelafalan yang tepat.
Semua fasilitas ini biayanya terjangkau mulai Rp70 ribuan aja per kelas, anak sudah dapat belajar di kelas semi-private agar teacher bisa lebih fokus pada perkembangan setiap student.
Lebih dari 25.000 students sudah buktikan hasilnya dan jago bahasa Inggris bersama Sparks English!
Coba kelasnya gratis di free trial class dan manfaatkan diskonnya selagi kuota masih ada! Atau bisa langsung booking instan cuma 1 menit!
6. Building Blocks untuk Mendorong Komunikasi Saat Bermain
Building blocks atau balok susun termasuk mainan yang dapat dimainkan dengan banyak cara.
Manfaat: Melatih motorik halus sekaligus melatih fokus anak speech delay lewat instruksi bertahap.
Cara main: Berikan instruksi simpel saat menyusun balok, seperti “Ambil balok merah” atau “Taruh di atas”. Ini sangat efektif mengajarkan kata kerja dan preposisi.
7. Play Food untuk Mengenalkan Nama Makanan

Play food cocok untuk permainan pura-pura yang dekat dengan rutinitas sehari-hari.
Manfaat: Mengenalkan kosakata seputar makanan, rasa, dan aktivitas makan yang dekat dengan keseharian anak.
Cara main: Pura-pura memotong atau memasak bersama. Ucapkan, “Ibu mau potong apel. Kres, kres!” dan serahkan mainan apel ke anak sambil meminta mereka menyebutkan namanya.
8. Miniature Figures untuk Membuat Cerita Sederhana
Miniature figures berupa orang, kendaraan, rumah, atau karakter lainnya dapat digunakan untuk membuat berbagai cerita.
Manfaat: Membangun struktur kalimat saat anak memindahkan figurin dan bermain peran.
Cara main: Gunakan figurin keluarga atau profesi. Ceritakan aktivitas mereka. Misalnya, “Bapak sedang berjalan. Bapak duduk di kursi.” Biarkan anak memegang figurin tersebut dan meniru ceritanya.
9. Shape Sorter untuk Belajar Kosakata Bentuk dan Warna
Shape sorter dapat menggabungkan aktivitas motorik dengan stimulasi bahasa.
Manfaat: Menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengan pengenalan nama-nama bentuk dan warna.
Cara main: Pegang balok mainannya. Minta anak menyebutkan bentuk atau warna balok tersebut sebelum Ayah Bunda memberikannya untuk dimasukkan ke dalam lubang.
Cara Memilih Mainan untuk Anak Speech Delay
Saat memilih mainan untuk anak telat bicara, pertimbangkan bagaimana mainan tersebut akan digunakan bersama anak.
1. Pilih Mainan Sesuai Usia dan Tahap Perkembangan Anak
Pastikan tingkat kesulitan mainan sesuai dengan kemampuan anak.
Mainan yang terlalu sulit bisa membuat anak cepat kehilangan minat.
Sebaliknya, mainan yang terlalu mudah mungkin tidak memberikan cukup tantangan untuk mempertahankan perhatian.
Keamanan juga harus menjadi prioritas, terutama untuk anak yang masih sering memasukkan benda ke mulut.
2. Utamakan Mainan yang Bisa Digunakan Bersama
Untuk stimulasi komunikasi, pilih mainan yang memungkinkan orang tua ikut bermain.
Blocks, boneka, play food, buku, atau pretend-play set dapat digunakan bergantian sehingga tercipta lebih banyak interaksi dua arah.
Kuncinya bukan membuat anak terus berbicara, melainkan menciptakan alasan alami untuk berkomunikasi.
3. Pilih Mainan yang Punya Banyak Kesempatan untuk Berinteraksi
Mainan terbuka atau open-ended toys biasanya dapat digunakan dengan banyak cara.
Satu set balok, misalnya, bisa digunakan untuk membuat rumah, mobil, jembatan, kandang hewan, atau sekadar permainan warna.
Semakin fleksibel cara bermainnya, semakin banyak pula topik yang bisa dibicarakan bersama anak.
4. Gunakan Mainan Sesuai Minat Anak
Jika anak menyukai dinosaurus, tidak perlu memaksanya bermain flashcard buah hanya karena dianggap lebih edukatif.
Gunakan minat tersebut sebagai pintu masuk komunikasi.
Moms & Dads bisa mengenalkan kata “besar”, “kecil”, “jalan”, “makan”, “tidur”, atau “lari” melalui dinosaurus favoritnya.
Anak yang tertarik pada aktivitas biasanya lebih mudah diajak terlibat.
5. Hindari Terlalu Banyak Mainan yang Membuat Anak Bermain Sendiri
Mainan dengan lampu, suara, atau tombol otomatis memang menarik.
Namun, jika seluruh aktivitas sudah dilakukan oleh mainan, kesempatan interaksi antara anak dan orang tua bisa menjadi lebih sedikit.
Bukan berarti jenis mainan tersebut sama sekali tidak boleh digunakan.
Yang lebih penting adalah menyeimbangkannya dengan permainan untuk anak speech delay yang mendorong bergiliran, meminta bantuan, memilih, menunjuk, meniru, dan berkomunikasi dengan orang lain.
Mainan untuk anak speech delay tidak harus khusus atau mahal.
Flashcard, buku cerita, boneka, blocks, play food, hingga benda sederhana di rumah bisa menjadi media stimulasi jika digunakan untuk bermain bersama.
Saat bermain, fokuslah pada interaksi.
Ikuti minat anak, berikan contoh kata yang sederhana, beri waktu untuk merespons, dan jangan terlalu sering mengubah permainan menjadi sesi tanya jawab.
Yang terpenting, sesuaikan stimulasi dengan kemampuan masing-masing anak.
Sementara itu, jika anak sudah siap memperluas pengalaman berbahasanya, Moms & Dads bisa mengajak si kecil untuk bergabung di kursus bahasa Inggris anak Sparks English.

Didukung kelas yang fun dan interaktif, bantu si kecil terbiasa listening dan speaking pakai bahasa Inggris tanpa takut salah dan terasa seperti bermain.
Selain itu juga bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan lokasi center terdekat sesuai kenyamanan belajar anak.
Masih ada free extra sessions hingga konsultasi professional teacher gratis yang bantu progres belajar anak lebih optimal!
In this economy, kalau bisa upgrade skill bahasa Inggris anak mulai 70 ribuan aja demi masa depannya, yakin nggak mau coba dulu?
Mau coba dulu keseruannya? Langsung daftar free trial class aja!


