World Economic Forum menempatkan creative thinking sebagai salah satu skill yang makin penting menuju 2030.
Salah satu cara melatihnya sejak kecil adalah lewat kebiasaan berpikir out of the box.
Tapi, sebelum lanjut lebih jauh, Moms & Dads udah tahu belum apa arti out of the box?
Yuk, kita bahas lengkap mulai dari pengertian, manfaat, sampai cara melatihnya buat si kecil di artikel ini.
Apa Itu Out of The Box?
Out of the box artinya cara berpikir yang nggak terpaku pada pola atau ide yang itu-itu saja.
Dengan cara berpikir seperti ini, seseorang jadi lebih mudah melihat kemungkinan lain yang lebih kreatif.
Menurut Cambridge Dictionary, think outside the box berarti memakai imajinasi dan ide baru, bukan sekadar mengikuti hal umum yang gampang ditebak.
Anak yang terbiasa berpikir out of the box juga akan mencoba melihat cara lain yang bisa dipakai saat cara biasa nggak memungkinkan.
Misalnya, saat kehilangan penggaris, anak tidak langsung berhenti mengerjakan tugas, tapi memakai sisi kotak pensil untuk membantu membuat garis lurus.
Mengapa Kemampuan Berpikir Out of the Box Penting?
Kemampuan berpikir out of the box membuat anak terbiasa mencari lebih dari satu kemungkinan sebelum menentukan cara yang paling tepat.
OECD memasukkan kemampuan menghasilkan ide yang beragam, mengevaluasi, lalu memperbaikinya seperti ini sebagai bagian dari creative thinking yang bisa diasah lewat latihan.
1. Meningkatkan Kreativitas
Cara berpikir out of the box membuat anak lebih terbuka mencari ide lain dan nggak terpaku pada contoh yang sudah ada.
Misalnya, waktu menggambar rumah. Ketika anak lain menggambar kebun di bagian halaman rumah, ia menempatkannya di atap rumah.
2. Mengembangkan Critical Thinking
Meski nggak sama dengan yang lain, anak juga belajar mempertimbangkan apakah idenya benar-benar masuk akal.
Saat melihat informasi berbeda dari dua video, anak nggak langsung percaya, tapi mencoba mengecek mana yang lebih masuk akal dan punya sumber yang jelas.
3. Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi
Tidak semua rencana berjalan mulus, jadi anak perlu terbiasa mencari jalan lain saat situasi berubah.
Kalau main di halaman batal karena hujan, anak yang fleksibel akan lebih cepat memikirkan aktivitas lain di dalam rumah yang tetap seru.
4. Mendorong Inovasi
Kebiasaan melihat sesuatu dari sudut berbeda membantu anak menemukan cara baru yang sebelumnya nggak terpikirkan.
Misalnya, kotak susu bekas bisa ia ubah menjadi pot kecil alih-alih langsung dibuang.
5. Membantu Meraih Prestasi Akademik
Cara berpikir kreatif juga berguna saat belajar, karena anak tidak akan hanya terpaku pada satu cara dalam memahami soal atau menyelesaikan tugas.
Kalau satu metode terasa sulit, ia akan mencoba pendekatan lain sampai menemukan cara yang paling mudah dan masuk akal baginya.
6. Menjadi Bekal Penting di Dunia Kerja
Kemampuan mencari ide baru akan terus relevan sampai anak dewasa, apalagi dunia kerja terus berubah mengikuti teknologi dan kebutuhan zaman.
Skill creative thinking bahkan merupakan salah satu skill paling dicari di era serba digital ini.
Supaya skill ini terus berkembang, anak juga butuh cara untuk mengasahnya sejak dini, salah satunya lewat bahasa Inggris.
Semakin dini anak terbiasa dengan bahasa Inggris, semakin luas juga sumber belajar dan pengalaman yang bisa mengasah kreativitasnya.
Kabar baiknya, di usia anak-anak, otak mereka sedang berada dalam fase yang paling mudah menyerap bahasa baru secara alami, beda jauh dengan saat sudah besar yang butuh usaha lebih untuk memahami hal yang sama.
Makanya, banyak orang tua yang menyesal karena baru sadar kalau belajar bahasa Inggris saat anak sudah besar jauh lebih berat dibanding distimulasi sejak kecil.

Sparks English hadir untuk bantu anak usia 3–15 tahun makin jago dan percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Kurikulumnya berbasis CEFR, jadi progres bahasa Inggris anak lebih terarah dan sesuai level standar internasional.
Metodenya juga dikemas fun & interactive lewat games, problem solving, roleplay, hingga storytelling.
Dengan kelas semi-private yang dibimbing native teacher serta tutor bersertifikat Cambridge TKT, anak bisa lebih leluasa berbicara bahasa Inggris, plus terbiasa pakai accent yang natural.
Semua keunggulan ini bisa didapatkan mulai Rp70 ribu per sesi, terbukti sudah membantu lebih dari 25.000 students mahir berbahasa Inggris!
Nggak ada waktu buat nunda! Booking free trial class sekarang atau bisa juga booking instan langsung cukup 1 menit!
Contoh Berpikir Out of the Box dalam Kehidupan Sehari-hari
Berpikir out of the box bisa terlihat dari cara anak menemukan solusi yang tidak langsung terpikirkan oleh orang lain.
Contohnya seperti:
- Memakai karet gelang pada tutup botol yang licin supaya lebih mudah dibuka.
- Memakai struk belanja atau label baju bekas sebagai bookmark.
- Menyusun buku di bawah laptop untuk menaikkan posisi layar saat belajar.
- Memakai binder clip untuk menahan ujung kabel charger agar tidak terus jatuh dari meja.
- Membuat jalur dari potongan kardus supaya kelereng bisa melewati bagian meja yang berbeda tinggi.
- Menempelkan gambar kecil sebagai label pada storage box supaya adik yang belum bisa membaca tahu isi di dalamnya.
- Memakai cetakan es batu untuk memisahkan cat warna saat sedang melukis.
- Mengubah aturan board game saat jumlah pemain kurang supaya permainan tetap bisa dilanjutkan.
- Memakai paper clip sebagai pengganti sementara saat ritsleting tas kehilangan penariknya.
Cara Melatih Berpikir Out of the Box Sejak Dini
Cara melatih berpikir out of the box sejak dini bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang mendorong anak untuk bertanya, mencoba cara baru, dan mencari solusi sendiri.
Aktivitasnya bisa lewat membaca, bermain, eksperimen, sampai belajar bahasa Inggris.
1. Biasakan Bertanya “Bagaimana Jika…?”
Pertanyaan seperti “Bagaimana jika manusia bisa bernapas di dalam air?” bisa memancing anak membayangkan kemungkinan yang nggak biasa.
Biarkan ia menjawab sebebas mungkin tanpa buru-buru dikoreksi.
2. Bantu Anak Pecahkan Masalah Sederhana
Saat anak menemui masalah kecil, jangan langsung memberi solusi.
Misalnya, ketika tempat mainannya sudah penuh, ajak ia mencari cara supaya semua barang bisa tersimpan rapi.
Baca Juga: 10 Cara Melatih Problem Solving pada Anak Sejak Dini
3. Bangun Kebiasaan Membaca
Buku mengenalkan anak pada banyak cerita dan sudut pandang baru.
Setelah membaca, coba ajak anak membayangkan ending dengan versi yang berbeda dari cerita tersebut.
4. Bermain Puzzle dan Board Game Strategi
Puzzle dan board game strategi membuat anak terbiasa mencoba lebih dari satu cara.
Kalau strategi pertama belum berhasil, ia akan belajar mencari langkah lain supaya permainan tetap lanjut.
Baca Juga: 10 Board Game Edukasi Terbaik untuk Anak dan Manfaatnya
5. Eksperimen Sains Sederhana
Eksperimen sederhana bisa memancing anak untuk menebak lalu melihat sendiri hasilnya.
Contohnya, coba cari tahu benda apa saja di rumah yang bisa mengapung atau tenggelam saat dimasukkan ke air.
6. Mengikuti Project Kreatif
Project kreatif memberi anak kesempatan mengembangkan ide dari awal sampai selesai.
Misalnya, beri beberapa kardus bekas lalu biarkan ia menentukan sendiri ingin membuat apa.
7. Beri Ruang Eksplorasi pada Anak
Jangan minta anak untuk harus selalu meniru persis contoh yang diberikan.
Cukup sediakan bahan atau alatnya, lalu biarkan ia menentukan cara bermain atau membuat sesuatu sendiri.
8. Dukung Rasa Ingin Tahunya
Pertanyaan sederhana dari anak bisa jadi awal dari banyak ide baru.
Kalau ia penasaran kenapa sesuatu bisa terjadi, ajak mencari tahu bersama daripada langsung memberi jawaban.
9. Kembangkan Kemampuan Bahasa Inggris
Belajar bahasa Inggris juga memberi anak lebih banyak cara untuk menyampaikan ide.
Lewat active speaking, anak bisa belajar menjelaskan pendapat atau membayangkan berbagai situasi dengan kata-katanya sendiri.
Semakin sering anak berkomunikasi dalam bahasa Inggris, semakin luas juga kesempatan mereka untuk mengenal perspektif baru dan mengakses lebih banyak informasi.
Apalagi, bahasa Inggris adalah investasi terbaik untuk masa depan anak, yang membuka peluang student exchange, beasiswa, sampai berkarier di luar negeri.
Kalau Moms & Dads lagi cari kursus bahasa Inggris anak, Sparks English adalah tempat yang tepat untuk mulai membangun skill tersebut!
Dengan Full English Environment, anak dibiasakan mendengar dan memakai bahasa Inggris selama kelas supaya speaking skill-nya berkembang lebih natural.
Belajar di Sparks English fleksibel kok, bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan lokasi center terdekat dari rumah.
Kalau Sparks English bisa kasih anak environment belajar yang fun dengan kurikulum internasional, kelas semi-private, dan fasilitas lengkap dengan harga sehemat ini, yakin nggak mau coba dulu?
Daftar free trial class sekarang dan ambil diskonnya biar dapat harga best deal!


