Permainan tradisional adalah permainan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan biasanya dimainkan menggunakan alat-alat sederhana.
Contohnya adalah gobak sodor, engklek, congklak, egrang, bentengan, dan tarik tambang.
Selain menyenangkan, berbagai macam permainan tradisional dapat membantu anak bergerak lebih aktif, belajar bekerja sama, memecahkan masalah, dan mengenal budaya Indonesia.
Lalu, apa saja jenis permainan tradisional Indonesia yang seru dimainkan bersama anak?
Yuk, kenali manfaat dan cara memainkannya berikut ini!
Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak
Permainan tradisional dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas untuk mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak.
Berikut beberapa manfaatnya.
1. Melatih Motorik Kasar dan Halus
Permainan seperti gobak sodor, engklek, lompat tali, dan egrang mengajak anak berlari, melompat, menjaga keseimbangan, serta mengatur gerakan tubuh.
Aktivitas tersebut dapat membantu melatih motorik kasar yang digunakan anak untuk melakukan gerakan besar.
Anak juga belajar mengendalikan kekuatan, kecepatan, dan arah gerak tubuhnya.
Sementara itu, permainan seperti congklak, bekel, gasing, dan kelereng melibatkan gerakan tangan yang lebih kecil.
Permainan ini membantu anak melatih koordinasi mata dan tangan, ketepatan, serta kemampuan mengendalikan jari.
2. Mengembangkan Kemampuan Sosial
Saat bermain, anak belajar menyapa, menyampaikan pendapat, menunggu giliran, mendengarkan instruksi, dan menyelesaikan perbedaan.
Anak juga belajar bahwa setiap pemain perlu mengikuti aturan yang telah disepakati.
Pengalaman tersebut dapat membantu anak memahami cara membangun hubungan sosial yang sehat.
3. Melatih Kerja Sama Tim
Di dalam permainan tradisional, anak perlu membagi peran, mendengarkan aba-aba, serta menyesuaikan gerakannya dengan anggota tim yang lain.
Dalam permainan tertentu, mereka juga harus menyusun strategi agar dapat mencapai tujuan bersama.
Melalui proses ini, anak memahami bahwa keberhasilan kelompok tidak hanya bergantung pada satu pemain.
4. Mengembangkan Kreativitas
Tidak semua permainan tradisional menggunakan alat yang mahal.
Bahkan, banyak permainan memanfaatkan benda sederhana seperti batu, bambu, tali, daun, atau kayu.
Hal ini melatih anak berpikir kreatif sekaligus memanfaatkan benda di sekitar menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kreativitas Anak dengan Aktivitas Seru
5. Mengenalkan Nilai Budaya Indonesia
Setiap daerah di Indonesia memiliki permainan khas yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui permainan tradisional, anak dapat mengenal budaya lokal, menghargai warisan nenek moyang, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia.
15 Permainan Tradisional Indonesia Beserta Cara Memainkannya
Dari permainan yang mengajak anak bergerak hingga permainan yang membutuhkan ketelitian, berikut 15 macam permainan tradisional Indonesia dan cara memainkannya.
Permainan Tradisional yang Mengajak Anak Aktif Bergerak
Berikut beberapa permainan tradisional yang mengajak anak untuk aktif bergerak.
1. Gobak Sodor

Gobak sodor merupakan permainan tradisional berkelompok yang biasanya dimainkan di lapangan berbentuk persegi panjang.
Lapangan kemudian dibagi menjadi beberapa kotak menggunakan garis horizontal dan vertikal.
Permainan ini melibatkan dua tim, yaitu tim penjaga dan tim penyerang.
Tugas tim penjaga adalah menghalangi lawan agar tidak berhasil melewati garis permainan.
Cara bermain gobak sodor:
- Bentuk dua tim dengan jumlah pemain yang seimbang.
- Buat lapangan berbentuk kotak-kotak menggunakan kapur atau tali.
- Tim penjaga menempati garis yang telah ditentukan.
- Tim penyerang berusaha melewati setiap garis hingga ke ujung lapangan.
- Setelah mencapai ujung, penyerang harus kembali ke titik awal tanpa tersentuh penjaga.
- Apabila seorang penyerang tersentuh, kedua tim dapat bertukar peran sesuai aturan yang disepakati.
Gobak sodor membantu anak melatih kecepatan, kelincahan, strategi, komunikasi, dan kerja sama tim.
2. Engklek

Engklek adalah permainan melompat menggunakan satu kaki pada kotak-kotak yang digambar di tanah.
Anak juga membutuhkan benda kecil yang disebut gacuk, misalnya pecahan genting yang sudah dihaluskan atau batu pipih.
Cara bermain engklek:
- Gambar pola engklek di permukaan yang rata.
- Tentukan urutan bermain.
- Pemain pertama melempar gacuk ke kotak nomor satu.
- Pemain melompati setiap kotak menggunakan satu kaki tanpa menginjak garis.
- Kotak yang berisi gacuk harus dilewati.
- Saat kembali, pemain mengambil gacuk tanpa kehilangan keseimbangan.
- Permainan dilanjutkan dengan melempar gacuk ke kotak berikutnya.
- Pemain kehilangan giliran apabila gacuk keluar dari kotak, menginjak garis, atau kehilangan keseimbangan.
Engklek membantu melatih keseimbangan, konsentrasi, koordinasi, serta kemampuan anak memperkirakan jarak.
3. Egrang
Egrang adalah permainan berjalan menggunakan dua batang bambu atau kayu yang memiliki pijakan kaki.
Saat ini juga tersedia egrang khusus anak dengan ukuran lebih pendek dan pegangan yang lebih aman.
Cara bermain egrang:
- Letakkan egrang pada permukaan yang datar dan tidak licin.
- Anak naik ke atas pijakan dengan bantuan orang dewasa.
- Pegang bagian atas egrang dengan kuat.
- Angkat satu egrang sambil menggerakkan kaki pada sisi yang sama.
- Lakukan gerakan secara bergantian hingga anak dapat berjalan.
- Setelah terbiasa, buat lintasan pendek atau perlombaan sederhana.
Permainan ini membantu anak melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, dan koordinasi seluruh tubuh.
Untuk menjaga keamanan, dampingi anak ketika mencoba egrang dan hindari area berbatu, menurun, atau terlalu keras.
4. Lompat Tali

Lompat tali tradisional biasanya menggunakan tali yang dibuat dari rangkaian karet gelang.
Permainan ini dapat dilakukan oleh tiga anak atau lebih.
Dua pemain bertugas memegang tali, sedangkan pemain lainnya melompati tali secara bergantian.
Cara bermain lompat tali:
- Dua pemain berdiri saling berhadapan sambil memegang ujung tali.
- Mulailah dengan posisi tali yang rendah, misalnya setinggi mata kaki.
- Pemain lain melompati tali tanpa menyentuhnya.
- Tinggi tali dinaikkan secara bertahap, mulai dari lutut hingga pinggang.
- Giliran berpindah apabila pemain menyentuh tali atau tidak berhasil melompatinya.
Untuk anak yang lebih kecil, Moms & Dads dapat menggunakan tali yang rendah dan tidak perlu menaikkannya terlalu tinggi.
Lompat tali bermanfaat untuk melatih stamina, kelincahan, kekuatan kaki, keseimbangan, dan ritme gerakan.
Permainan Tradisional yang Melatih Ketelitian dan Koordinasi
Moms & Dads bisa mengajak si kecil bermain permainan berikut untuk melatih keterlibatan dan koordinasi.
5. Congklak

Congklak merupakan permainan tradisional yang biasanya dimainkan oleh dua orang.
Permainan ini menggunakan papan dengan beberapa lubang kecil serta dua lubang besar yang disebut lumbung.
Biji congklak dapat berupa kerang kecil, biji-bijian, batu, atau benda khusus berbahan plastik.
Cara bermain congklak:
- Isi setiap lubang kecil dengan jumlah biji yang sama.
- Setiap pemain memilih salah satu sisi papan sebagai wilayahnya.
- Pemain mengambil seluruh biji dari salah satu lubang kecil di sisinya.
- Biji dibagikan satu per satu ke setiap lubang berikutnya.
- Pemain memasukkan biji ke lumbung miliknya, tetapi melewati lumbung lawan.
- Permainan berlanjut sesuai posisi biji terakhir dan aturan yang disepakati.
- Setelah semua lubang kecil kosong, hitung biji dalam lumbung masing-masing.
- Pemain dengan jumlah biji terbanyak menjadi pemenang.
Congklak dapat membantu anak belajar berhitung, menyusun strategi, mempertimbangkan pilihan, dan berkonsentrasi.
6. Bekel

Bekel dimainkan menggunakan satu bola kecil dan beberapa biji bekel.
Permainan ini membutuhkan ketepatan serta koordinasi mata dan tangan.
Cara bermain bekel:
- Duduklah di permukaan yang rata.
- Sebarkan seluruh biji bekel di lantai.
- Pantulkan bola ke lantai atau lemparkan sedikit ke atas.
- Ambil satu biji bekel sebelum bola ditangkap kembali.
- Ulangi hingga seluruh biji berhasil diambil.
- Pada tahap berikutnya, ambil dua, tiga, atau lebih biji sekaligus.
- Giliran berpindah apabila bola tidak tertangkap atau pemain menyentuh biji yang tidak seharusnya diambil.
Variasi aturan bekel dapat berbeda. Beberapa permainan juga meminta pemain membalik posisi biji bekel pada setiap tahap.
Bekel melatih refleks, kecepatan tangan, fokus, kesabaran, dan koordinasi mata-tangan.
7. Kelereng

Kelereng atau gundu adalah permainan menggunakan bola-bola kecil berbahan kaca.
Salah satu versi yang populer adalah mengeluarkan kelereng dari dalam lingkaran.
Cara bermain kelereng:
- Gambar sebuah lingkaran di tanah.
- Letakkan beberapa kelereng di dalam lingkaran.
- Buat garis sebagai tempat pemain mulai menyentil.
- Setiap pemain menyentil kelereng miliknya ke arah kelereng sasaran.
- Pemain memperoleh poin atau mengambil kelereng yang berhasil dikeluarkan dari lingkaran.
- Permainan berakhir ketika seluruh kelereng sasaran telah keluar.
Kelereng membantu melatih ketepatan, koordinasi jari, fokus, kesabaran, dan kemampuan memperkirakan arah.
Karena ukurannya kecil, permainan ini tidak cocok untuk anak yang masih sering memasukkan benda ke dalam mulut.
Pastikan anak bermain dengan pengawasan orang dewasa.
Baca Juga: 15 Ide Permainan Seru di Rumah Bareng Anak dan Keluarga
Permainan Tradisional yang Mengembangkan Strategi dan Problem Solving
Beberapa permainan tradisional berikut membantu melatih problem solving pada anak.
8. Bentengan
Bentengan merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim.
Setiap tim memilih sebuah tiang, pohon, atau benda tertentu sebagai benteng.
Tujuan utama permainan adalah menyentuh benteng lawan tanpa tertangkap.
Cara bermain bentengan:
- Bagi pemain menjadi dua tim.
- Tentukan benteng dan wilayah aman setiap tim.
- Setelah permainan dimulai, pemain dapat keluar untuk mengejar lawan.
- Pemain yang tersentuh lawan dapat menjadi tawanan.
- Tawanan berdiri di area yang telah ditentukan.
- Anggota tim dapat membebaskan tawanan dengan menyentuhnya.
- Tim yang lebih dahulu menyentuh benteng lawan menjadi pemenang.
Bentengan membantu anak belajar merancang strategi, menentukan waktu yang tepat, mengambil keputusan, dan bekerja sama.
Pastikan kedua benteng tidak terlalu jauh serta berada di area yang aman dari kendaraan.
9. Boy-Boyan
Boy-boyan merupakan permainan beregu yang menggunakan tumpukan benda pipih dan sebuah bola.
Pecahan genting dapat diganti dengan balok ringan atau benda plastik agar lebih aman.
Satu tim bertugas merobohkan dan menyusun kembali tumpukan, sedangkan tim lainnya menjaga serta melemparkan bola.
Cara bermain boy-boyan:
- Susun beberapa benda pipih menjadi menara kecil.
- Bagi pemain menjadi tim penyerang dan tim penjaga.
- Tim penyerang melempar bola dari jarak tertentu untuk merobohkan susunan.
- Setelah susunan roboh, tim penyerang berusaha menyusunnya kembali.
- Tim penjaga mengambil bola dan mencoba mengenai pemain lawan.
- Pemain yang terkena bola keluar dari ronde atau mengikuti aturan yang telah ditentukan.
- Tim penyerang menang apabila berhasil menyusun kembali menara sebelum seluruh pemain terkena bola.
Boy-boyan melatih kelincahan, ketepatan, strategi, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama.
10. Gasing
Gasing adalah mainan yang dapat berputar pada satu titik.
Gasing tradisional biasanya dibuat dari kayu dan diputar menggunakan tali.
Cara bermain gasing:
- Lilitkan tali dengan rapi pada badan gasing.
- Sisakan ujung tali untuk dipegang.
- Pegang gasing dan tali dengan kuat.
- Lemparkan gasing ke permukaan datar sambil menarik tali.
- Amati berapa lama gasing dapat berputar.
- Pemain dengan putaran paling lama menjadi pemenang.
- Selain adu durasi, anak dapat belajar mengarahkan gasing ke area sasaran yang telah dibuat.
Gasing melatih koordinasi tangan, ketepatan teknik, kesabaran, dan pemahaman sederhana mengenai gerak serta keseimbangan.
Pastikan jarak antarpemain cukup jauh saat gasing dilemparkan.
Permainan Tradisional yang Melatih Kerja Sama dan Komunikasi
Ada juga permainan tradisional yang melatih kerja sama dan komunikasi, seperti:
11. Tarik Tambang

Tarik tambang dimainkan oleh dua tim menggunakan seutas tali panjang.
Setiap tim berusaha menarik kelompok lawan melewati garis tengah.
Cara bermain tarik tambang:
- Pilih area datar yang cukup luas.
- Buat garis tengah di tanah.
- Berikan tanda pada bagian tengah tali.
- Bagi pemain menjadi dua tim dengan jumlah dan kemampuan yang seimbang.
- Setiap tim memegang sisi tali yang berbeda.
- Setelah aba-aba diberikan, kedua tim mulai menarik.
- Tim yang berhasil menarik tanda tali atau anggota lawan melewati garis menjadi pemenang.
- Anak perlu mendengarkan aba-aba dan menarik secara bersamaan agar tenaga tim lebih terarah.
Tarik tambang dapat membantu melatih kekuatan, koordinasi, komunikasi, semangat tim, dan sportivitas.
Pastikan pemain mengenakan alas kaki yang tidak licin dan tidak melilitkan tali ke tangan atau tubuh.
12. Ular Naga
Ular naga merupakan permainan kelompok yang dimainkan sambil berjalan dan menyanyikan lagu.
Permainan ini tidak membutuhkan perlengkapan khusus.
Cara bermain ular naga:
- Pilih dua pemain untuk menjadi gerbang.
- Kedua pemain berdiri berhadapan dan mengangkat tangan hingga membentuk lengkungan.
- Pemain lainnya membentuk barisan sambil memegang bahu atau pinggang teman di depannya.
- Barisan berjalan melewati gerbang sambil menyanyikan lagu ular naga.
- Ketika lagu berhenti, gerbang menurunkan tangan untuk menangkap seorang pemain.
- Pemain yang tertangkap memilih salah satu sisi gerbang atau mengikuti variasi aturan yang disepakati.
- Permainan dilanjutkan hingga seluruh pemain terbagi menjadi dua kelompok.
Ular naga membantu anak belajar mengikuti ritme, berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun kedekatan dengan teman.
13. Bakiak
Bakiak beregu menggunakan sepasang papan kayu panjang dengan beberapa tali atau pengikat kaki.
Dua hingga empat pemain dapat berdiri di atas bakiak yang sama.
Kunci permainan ini adalah menyamakan langkah.
Cara bermain bakiak:
- Bentuk beberapa tim dengan jumlah pemain yang sama.
- Setiap tim berdiri di atas sepasang bakiak.
- Pemain memegang tali atau pegangan yang tersedia.
- Tentukan aba-aba, misalnya “kiri, kanan” atau “satu, dua”.
- Seluruh anggota tim melangkah secara bersamaan.
- Tim yang mencapai garis akhir lebih dahulu menjadi pemenang.
- Apabila terjatuh, tim dapat berdiri kembali dan melanjutkan permainan sesuai aturan.
- Bakiak melatih komunikasi, kepemimpinan, keseimbangan, koordinasi, dan kekompakan.
Permainan Tradisional yang Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
14. Layang-Layang
Layang-layang merupakan permainan yang memanfaatkan dorongan angin.
Anak dapat menerbangkan layang-layang yang sudah jadi atau membuatnya sendiri bersama orang dewasa.
Cara bermain layang-layang:
- Pilih lapangan terbuka dengan angin yang cukup.
- Periksa benang, rangka, dan ekor layang-layang.
- Satu orang memegang layang-layang, sedangkan pemain lain memegang gulungan benang.
- Berdirilah berlawanan dengan arah angin.
- Pemegang layang-layang melepaskannya ketika angin mulai bertiup.
- Pemain yang memegang benang bergerak mundur sambil menarik dan mengulur benang.
- Atur panjang benang agar layang-layang tetap stabil di udara.
Membuat layang-layang juga dapat menjadi kegiatan kreatif.
Anak dapat memilih bentuk, menghias permukaannya, serta mempelajari cara menjaga keseimbangan rangka.
Layang-layang membantu melatih kreativitas, kesabaran, koordinasi, dan kemampuan mengamati kondisi lingkungan.
Jangan bermain di dekat jalan raya, bandara, pohon tinggi, atau kabel listrik. Pilih benang yang aman dan tidak tajam.
15. Cublak-Cublak Suweng
Cublak-cublak suweng merupakan permainan tradisional yang dimainkan sambil menyanyikan lagu.
Salah satu anak bertugas menebak siapa yang menyimpan benda kecil.
Cara bermain cublak-cublak suweng:
- Pilih satu anak sebagai penebak.
- Penebak membungkuk atau menutup mata.
- Pemain lain duduk mengelilingi penebak dengan telapak tangan terbuka.
- Salah satu pemain memindahkan benda kecil dari satu tangan ke tangan lainnya sambil menyanyikan lagu.
- Ketika lagu berakhir, benda tersebut disembunyikan dalam genggaman salah satu pemain.
- Semua pemain berpura-pura menyimpan benda.
- Penebak mencoba menentukan siapa yang memegangnya.
- Pemain yang berhasil ditebak dapat menjadi penebak berikutnya.
Permainan ini melatih pengamatan, ekspresi, konsentrasi, kemampuan menebak, serta interaksi sosial.
Gunakan benda yang cukup besar dan aman agar tidak tertelan oleh anak.
Baca Juga: 15 Permainan Motorik Kasar untuk Tumbuh Kembang Anak
Permainan tradisional Indonesia bukan hanya bagian dari warisan budaya, tetapi juga sarana belajar yang efektif bagi anak.
Selain melalui permainan tradisional, pengalaman belajar yang menyenangkan juga dapat membantu anak lebih percaya diri ketika mempelajari bahasa baru, seperti Bahasa Inggris.
Kursus bahasa Inggris anak Sparks English bisa jadi pilihan yang tepat bagi Moms & Dads untuk mengembangkan Bahasa Inggris si kecil di masa golden age-nya.
Mengapa Sparks English adalah pilihan terbaik?
- Full English environment: Mendorong anak berbicara bahasa Inggris secara natural di setiap kelas.
- Pilihan center dan jadwal fleksibel: Bebas pilih jadwal tersedia dan lokasi center terdekat.
- Placement test: Memastikan anak belajar sesuai usia dan levelnya, mengikuti standar kurikulum CEFR yang terukur.
- Kelas semi-private: Kelas kecil agar setiap anak bisa dipantau perkembangannya secara lebih personal.
- Harga terjangkau: Mulai dari 70 ribu per sesi sudah bisa belajar bahasa Inggris dengan native speaker dan guru bersertifikat Cambridge TKT.
- Bonus lainnya: Free extra sessions, student kit, hingga konsultasi professional teacher.
Dengan semua keunggulan lengkap ini dan harga yang ekonomis, kenapa masih cari tempat les lain?
Jangan tunda lagi, daftar free trial class sekarang dan ambil promonya!



