Meski berkaitan erat dengan kemampuan analitis, cara melatih otak kiri tidak harus selalu dengan mengerjakan lembar berhitung.
Saat si kecil menyusun mainan dari ukuran terkecil ke terbesar, atau mengingat urutan kegiatan, ia sebenarnya sedang melatih otak kirinya.
Di artikel ini, kita akan bahas fungsi otak kiri, hubungannya dengan IQ, sampai 10 cara melatih otak kiri anak yang bisa Moms & Dads praktikkan mulai hari ini.
Fungsi Otak Kiri
Secara sederhana, fungsi otak kiri adalah untuk mengatur kemampuan logika, analisis, bahasa, hitungan, dan urutan berpikir.
Bagian otak inilah yang aktif setiap kali si kecil menyusun alasan, menghitung, atau mengingat langkah-langkah sebuah kegiatan secara berurutan.
1. Berpikir Logis
Berpikir logis adalah kemampuan menghubungkan sebab dan akibat berdasarkan informasi yang tersedia.
Dengan kemampuan ini anak bisa memperkirakan hasil suatu tindakan sebelum benar-benar mencobanya.
2. Analisis dan Problem Solving
Kemampuan analisis membantu anak menelaah bagian-bagian suatu masalah sebelum mengambil kesimpulan.
Sementara itu, problem solving membantunya menemukan solusi paling tepat dari hasil analisis tersebut.
3. Kemampuan Matematika dan Berhitung
Kelebihan otak kiri terletak pada kemampuan mendukung proses berhitung dan pengolahan simbol secara berurutan.
Meski begitu, matematika secara keseluruhan tetap melibatkan banyak jaringan otak lain, termasuk untuk memahami bentuk, ruang, dan pola.
4. Mengingat Fakta dan Urutan
Otak kiri berfungsi untuk menyimpan informasi yang bersifat detail dan berurutan, mulai dari nama benda dan kosakata, sampai langkah-langkah suatu kegiatan.
Kemampuan ini membantu anak menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih runtut dan teratur.
5. Kemampuan Berbahasa
Pada kebanyakan orang, belahan otak kiri berperan besar dalam mengolah kata, tata bahasa, dan makna kalimat secara literal.
Meski demikian, komunikasi secara keseluruhan tetap melibatkan jaringan lain di otak kanan, seperti nada suara dan ekspresi.
Apa Hubungan Otak Kiri dengan IQ?
Otak kiri tidak menentukan tinggi atau rendahnya IQ seorang anak.
Sebab, kecerdasan melibatkan kerja sama jaringan otak yang tersebar, termasuk area frontal dan parietal di kedua belahan otak.
Teori Parieto-Frontal Integration Theory menjelaskan bahwa kecerdasan berkaitan dengan kemampuan berbagai area otak dalam menerima, mengolah, dan mengintegrasikan informasi secara efisien, bukan hanya dengan aktivitas pada satu sisi otak.
Kemampuan yang sering dikaitkan dengan fungsi otak kiri memang dapat mendukung beberapa tugas dalam tes IQ, seperti penalaran verbal, berhitung, dan mengingat informasi.
Namun, skor IQ juga mengukur kemampuan lain, sehingga anak yang cepat berhitung belum tentu selalu lebih unggul dalam seluruh jenis tugas kognitif.
Sebagai contoh, seorang anak mungkin mudah menyelesaikan soal penjumlahan, tetapi masih membutuhkan latihan saat harus menemukan pola gambar atau mengingat beberapa instruksi sekaligus.
10 Cara Melatih Otak Kiri Anak
Ada banyak cara melatih otak kiri anak yang bisa dilakukan lewat aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca, bermain teka-teki, sampai belajar bahasa baru.
Semakin sering dilatih secara konsisten, semakin terasah pula kemampuan logika, analisis, dan daya ingat si kecil.
1. Membaca Buku Setiap Hari
Membaca melatih otak kiri karena anak perlu memahami urutan cerita dan menyusun makna dari setiap kalimat.
Coba ajak si kecil membaca 10 menit sebelum tidur, lalu tanya apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir cerita.
2. Bermain Matematika Sederhana
Tidak perlu rumus rumit, permainan angka sehari-hari saja sudah cukup melatih otak kiri.
Misalnya, minta si kecil menghitung berapa sisa uang jajan setelah membeli dua camilan, atau membagi rata kue ke semua anggota keluarga.
3. Mengajak Anak Berdiskusi
Coba lontarkan pertanyaan seperti, “Menurut kamu, kenapa kita harus rapikan mainan sebelum tidur?”
Dengarkan baik-baik alasan yang diberikan, lalu tanggapi.
Diskusi dua arah seperti ini melatih anak menyusun argumen secara runtut.
4. Bermain Teka-Teki Logika
Teka-teki melatih anak berpikir sistematis untuk menemukan solusi.
Untuk anak usia dini, berikan permainan mencari benda yang berbeda atau melanjutkan pola warna.
Anak yang lebih besar dapat mencoba sudoku sederhana, permainan deduksi, atau soal cerita yang membutuhkan beberapa tahap penyelesaian.
5. Belajar Bahasa Asing
Belajar bahasa baru melatih fungsi otak kiri, karena melibatkan kemampuan mengenali pola, mengingat urutan kata, dan memilih respons yang sesuai.
Sebuah tinjauan sistematis di jurnal Frontiers in Psychology juga mencatat bahwa penggunaan dua bahasa berpotensi melatih beberapa fungsi eksekutif anak, seperti mengalihkan fokus dan menahan respons otomatis.
Bahasa Inggris menjadi pilihan yang relevan karena sekaligus jadi investasi masa depan yang membuka akses ke sumber belajar, pendidikan internasional, dan peluang karier global.
Semakin dini kemampuan ini dilatih, semakin maksimal pula hasilnya.
Hal ini didukung oleh studi dari MIT yang menemukan bahwa peluang mencapai kemampuan menyerupai native lebih besar jika belajar bahasa Inggris dimulai sebelum usia 10 tahun.
Inilah yang membuat banyak orang menyesal baru serius belajar bahasa Inggris setelah dewasa, karena otak harus bekerja lebih keras untuk mengingat kosakata, melatih pelafalan, dan membangun keberanian berbicara.
Jadi, selagi otak si kecil masih dalam kondisi sangat reseptif, inilah waktu paling tepat untuk mulai mengenalkan bahasa Inggris kepada si kecil!
Sparks English hadir untuk memfasilitasi anak usia 3–15 tahun mempelajari bahasa Inggris melalui proses yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.
Metode belajarnya fun & interactive dengan kurikulum berbasis CEFR agar perkembangan kemampuan anak terukur sesuai standar internasional.
Mulai dari Rp70 ribuan, setiap kelas dibimbing langsung oleh native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT dalam kelas semi-private yang lebih personal.
Lebih dari 25.000 students sudah lancar berbahasa Inggris dalam 6 bulan bersama Sparks English!
Daftarkan si kecil ke free trial class dan rasakan langsung pengalaman belajarnya!
6. Ajak Main Puzzle
Mulai dari puzzle 12 keping untuk anak usia dini, sampai ratusan keping untuk yang lebih besar.
Tiap kali mencocokkan keping, anak sebenarnya sedang berlatih mengenali pola dan menyusun strategi penyelesaian.
Baca Juga: 12 Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak Melatih Soft Skillnya
7. Minta Anak Cerita Ulang Kegiatannya
Orang tua dapat membantu dengan pertanyaan pemantik tanpa menuntut anak mengingat seluruh detail secara sempurna.
Misalnya, “Tadi di sekolah ngapain aja dari berangkat sampai pulang?”
Pertanyaan sesederhana ini memicu anak menyusun kembali urutan kejadian secara logis.
8. Kenalkan Coding Sederhana
Aplikasi coding untuk anak biasanya berbasis blok perintah visual, di mana anak menyusun langkah supaya karakter di layar bisa sampai ke garis finish.
Di balik keseruannya, aktivitas ini melatih anak berpikir dengan langkah-langkah logis dan berurutan.
9. Biasakan Anak Menulis
Ajak dan ajarkan anak menulis buku harian sederhana, cukup dua atau tiga kalimat saja, tentang hal paling seru yang dialami hari itu.
Dari situ, ia belajar menyusun ide secara terstruktur, dari kalimat pembuka sampai penutup.
Baca Juga: Mengenal Anak CIBI: Ciri dan 8 Cara Optimalkan Potensinya
10. Coba Board Game Strategi
Ular tangga, monopoli, atau catur sederhana bisa jadi pilihan seru di akhir pekan.
Sambil bermain, anak akan terlatih berpikir beberapa langkah ke depan sebelum mengambil keputusan.
Dari sekian banyak cara melatih otak kiri, belajar bahasa Inggris adalah pilihan yang paling berdampak jangka panjang karena sekaligus menjadi investasi skill terbaik untuk masa depan si kecil.
Mengapa Sparks English jadi pilihan kursus bahasa Inggris terbaik?
- Full English environment: Mendorong anak berbicara bahasa Inggris secara natural di setiap kelas.
- Kurikulum CEFR: Memastikan anak belajar sesuai usia dan levelnya, mengikuti standar kurikulum CEFR yang terukur.
- Harga ekonomis: Mulai dari Rp70 ribuan per kelas, dengan fasilitas kelas modern dan premium.
- Kelas semi-private: Kelas kecil agar setiap anak bisa dipantau perkembangannya secara lebih personal.
- Banyak pilihan cabang dan jadwal fleksibel: Bebas pilih jadwal tersedia dan lokasi center terdekat.
- Trial class gratis: Bisa coba langsung atmosfer kelas dan proses belajarnya sebelum memutuskan bergabung.
Kalau Sparks English bisa kasih semua fasilitas high quality ini dengan harga paling affordable, buat apa cari yang lain?
Jangan tunda lagi untuk daftar free trial class dan ambil promonya sebelum waktu habis!



