Bayangin ada dua orang yang baru aja mengecek nilai ujian, keduanya dapat nilai jelek.
Satu orang heboh dan panik, hingga curhat ke semua orang.
Sedangkan yang satu lagi cuma angkat bahu dan bilang “ya udah, besok tinggal belajar lagi,” terus lanjut beraktivitas seperti biasa.
Nah, sikap seolah nggak ada beban dari orang kedua itulah yang disebut nonchalant.
Nonchalant adalah salah satu karakter yang sering banget kita temui, baik di dunia nyata ataupun di media sosial.
Di artikel ini, kamu akan tahu apa itu nonchalant, asal-usulnya, hingga contoh penggunaannya.
- Apa Itu Nonchalant?
- Asal-Usul Kata Nonchalant
- Ciri-Ciri Orang yang Nonchalant
- Contoh Penggunaan Kata Nonchalant dalam Kalimat
- Nonchalant Itu Positif atau Negatif?
Apa Itu Nonchalant?
Menurut Merriam-Webster, nonchalant digunakan untuk menjelaskan sikap yang penuh ketenangan atau terkesan tidak peduli terhadap suatu hal.
Kata ini biasanya dipakai untuk menggambarkan seseorang yang bersikap cool, nggak mudah panik, gugup, dan bereaksi berlebihan, bahkan di situasi yang menegangkan sekalipun.
Untuk pengucapannya, nonchalant dibaca /ˌnɑːnʃəˈlɑːnt/, atau kurang lebih seperti “non-sha-lahn” dalam ejaan bahasa Indonesia, dengan penekanan di suku kata terakhir.
Jadi, arti nonchalant adalah sikap kalem yang membuat seseorang terlihat effortless meski keadaan di sekitarnya lagi ramai atau menegangkan.
Asal-Usul Kata Nonchalant
Kata nonchalant mulai dipakai dalam bahasa Inggris sekitar pertengahan abad ke-18.
Kata ini berasal dari bahasa Prancis Kuno, yaitu, nonchaloir, yang berarti “tidak peduli” atau “mengabaikan sesuatu”.
Kata nonchaloir sendiri terbentuk dari gabungan non yang berarti tidak, dan chaloir yang berarti mempedulikan, yang akar katanya diambil dari bahasa Latin calere, artinya menjadi hangat atau bersemangat.
Jadi, secara harfiah, nonchalant artinya seseorang yang “tidak menjadi hangat”.
Atau sederhananya, tidak mudah terpengaruh emosi terhadap suatu hal.
Ciri-Ciri Orang yang Nonchalant
Ciri-ciri orang yang nonchalant biasanya terlihat dari sikapnya yang tetap tenang, tidak haus validasi, tidak menunjukkan emosi secara berlebihan, serta tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain.
1. Tetap Tenang dalam Berbagai Situasi
Orang yang nonchalant biasanya tetap tenang meski menghadapi situasi yang membuat orang lain panik atau gugup.
Misalnya, saat ulangan mendadak atau presentasi di depan kelas, dia tetap terlihat santai, meski bukan tak mungkin dalam hatinya tetap ada rasa gugup.
2. Tidak Haus Validasi
Ciri lainnya dari orang nonchalant adalah tidak terlalu membutuhkan pengakuan atau pujian dari orang lain untuk merasa percaya diri.
Bagi orang yang nonchalant, opini orang lain bukan patokan utama untuk menentukan caranya bersikap.
3. Tidak Berlebihan Menunjukkan Emosi
Orang nonchalant juga cenderung tidak menunjukkan emosinya secara berlebihan, baik itu senang, sedih, maupun marah.
Bukan berarti dia tidak punya perasaan, tapi dia lebih memilih menyimpan reaksinya secara halus dan tidak meledak-ledak.
4. Terlihat Santai dan Percaya Diri
Gerak-gerik dan cara bicaranya biasanya terlihat effortless, seolah dia tidak sedang berusaha keras untuk terlihat keren.
Sikap santai ini justru membuatnya terlihat lebih percaya diri, karena tidak terlihat gugup atau canggung di depan orang lain.
5. Tidak Mudah Terpengaruh Pendapat Orang Lain
Orang yang nonchalant biasanya memiliki pendirian yang cukup kuat dan tidak mudah goyah hanya karena omongan orang lain.
Dia tetap melakukan apa yang menurutnya benar atau nyaman, meski ada yang tidak setuju atau memberikan komentar negatif.
Contoh Penggunaan Kata Nonchalant dalam Kalimat
Agar makin paham cara pakainya, yuk lihat beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata nonchalant berikut ini.
Contoh kalimat dalam bahasa Inggris:
- She walked into the interview with a nonchalant smile. (Dia masuk ke ruang wawancara dengan senyum yang santai.)
- He stayed nonchalant even after hearing the bad news. (Dia tetap tenang meski mendengar kabar buruk.)
- Her nonchalant attitude surprised everyone in the room. (Sikap santainya membuat semua orang di ruangan itu kaget.)
- The cat gave a nonchalant look before walking away. (Kucing itu memberikan tatapan cuek sebelum pergi.)
- He answered the question in a nonchalant tone. (Dia menjawab pertanyaan itu dengan nada yang santai.)
- She shrugged nonchalantly when asked about the rumor. (Dia mengangkat bahu dengan santai saat ditanya soal gosip itu.)
- Despite the pressure, he remained nonchalant throughout the game. (Meski penuh tekanan, dia tetap tenang sepanjang pertandingan.)
- His nonchalant reply made the teacher a bit confused. (Jawabannya yang santai membuat gurunya sedikit bingung.)
- She tried to act nonchalant, but her hands were shaking. (Dia berusaha terlihat santai, tapi tangannya gemetar.)
- They walked past the chaos with a nonchalant expression. (Mereka berjalan melewati kekacauan itu dengan ekspresi santai.)
Contoh kalimat dalam bahasa Indonesia:
- Dia terlihat nonchalant waktu diumumkan jadi juara kelas. (Maksud: dia terlihat santai dan nggak heboh meski dapat kabar baik.)
- Sikap nonchalant-nya bikin dia keliatan cool di depan teman-teman. (Maksud: sikap santainya bikin dia terlihat keren di mata teman-temannya.)
- Meski lagi disorot banyak orang, dia tetap nonchalant kayak biasa. (Maksud: meski jadi pusat perhatian, dia tetap bersikap santai seperti biasa.)
- Jawabannya nonchalant banget pas ditanya soal kenapa dia telat. (Maksud: dia menjawab dengan santai saat ditanya alasan telatnya.)
- Vibes nonchalant gitu emang susah ditiru, soalnya harus keliatan natural. (Maksud: sikap santai semacam itu memang sulit ditiru karena harus terkesan alami.)
Baca Juga: Vibes Artinya Apa? Ini Penjelasan dan 5 Contoh Penggunaanya!
Nonchalant Itu Positif atau Negatif?
Nonchalant sebenarnya bisa diartikan positif maupun negatif, tergantung dari konteks dan cara penerapannya.
Di sisi positif, sikap nonchalant bisa menunjukkan kalau seseorang memiliki kontrol diri yang baik, tenang, dan tidak mudah panik menghadapi tekanan.
Sikap ini sering dianggap keren karena membuat seseorang terlihat percaya diri tanpa harus berusaha berlebihan.
Namun, di sisi lain, sikap nonchalant juga bisa dianggap negatif kalau berubah jadi terkesan cuek, tidak peduli, atau bahkan meremehkan suatu hal yang sebenarnya penting.
Misalnya, kalau seseorang bersikap terlalu nonchalant soal tugas kelompok atau tanggung jawabnya, hal itu bisa membuat orang lain merasa dia tidak serius atau tidak peduli.
Sikap nonchalant yang positif bisa kamu miliki dengan bekal rasa percaya diri terhadap kemampuan sendiri, misalnya kemampuan bahasa Inggris.
Coba bayangin, kalau kamu sudah lancar ngobrol bahasa Inggris tanpa perlu mikir keras dulu, kamu pasti bisa tampil lebih santai dan effortless selayaknya orang nonchalant.
Nah, buat dapetin rasa percaya diri itu, kamu bisa mulai dari les bahasa Inggris di Sparks English!
Di sini, kamu akan dilatih speaking secara fun dan interaktif yang bikin kamu terbiasa ngomong bahasa Inggris sampai mahir.
Kurikulumnya berbasis CEFR, standar internasional yang bikin materinya terstruktur rapi sesuai level, jadi kemampuanmu naik bertahap dan benar-benar terukur.
Selain itu, kamu juga akan belajar di kelas semi-private, didampingi langsung native teacher serta tutor bersertifikat Cambridge TKT, dengan biaya mulai Rp70 ribuan aja.
Lebih dari 25.000 students buktikan hasilnya, lancar bahasa Inggris dalam 6 bulan!
Yuk coba kelasnya secara gratis lewat free trial class, selagi promonya masih berlaku biar dapat harga makin hemat!



