Di era global seperti sekarang, kemampuan berbahasa lebih dari satu bahasa menjadi nilai tambah yang sangat berharga.
Tidak heran jika banyak orang mulai tertarik mempelajari berbagai bahasa asing dan bercita-cita menjadi seorang polyglot.
Namun, sebenarnya polyglot adalah apa? Apakah sama dengan multilingual?
Dan bagaimana cara menjadi polyglot sejak usia dini?
Artikel ini akan membahasnya secara lengkap!
Apa Itu Polyglot? Pengertian dan Asal Usul Kata
Polyglot artinya seseorang yang mampu menggunakan dan memahami banyak bahasa dengan baik.
Secara umum, seorang polyglot dapat berkomunikasi dalam tiga bahasa atau lebih, baik secara aktif maupun pasif.
Kata polyglot berasal dari bahasa Yunani:
Poly = banyak
Glotta = bahasa atau lidah
Sehingga, secara harfiah, polyglot berarti sebutan untuk orang yang menguasai banyak bahasa.
Meskipun tidak ada standar resmi mengenai jumlah bahasa yang harus dikuasai, umumnya seseorang mulai disebut polyglot ketika mampu menggunakan setidaknya tiga hingga lima bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya, seseorang yang fasih berbahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Jepang dapat dikategorikan sebagai polyglot.
Ciri-Ciri Seorang Polyglot
Ada beberapa karakteristik yang sering dimiliki oleh para polyglot.
1. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi terhadap Bahasa dan Budaya
Polyglot umumnya sangat tertarik mempelajari budaya, kebiasaan, dan cara hidup masyarakat dari berbagai negara.
Mereka memahami bahwa bahasa dan budaya tidak bisa dipisahkan.
2. Aktif Mencari Kesempatan untuk Praktik Bahasa
Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga mencari kesempatan berbicara langsung dengan penutur asli melalui komunitas, media sosial, atau program pertukaran bahasa.
3. Tidak Takut Melakukan Kesalahan
Polyglot memahami bahwa kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar.
Mereka lebih fokus pada komunikasi daripada kesempurnaan.
4. Konsisten Belajar Setiap Hari
Daripada belajar berjam-jam sekaligus, polyglot biasanya lebih memilih belajar secara rutin dan konsisten setiap hari.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Anak Pintar Sejak Dini
5. Menyukai Tantangan Baru
Belajar bahasa baru membutuhkan ketekunan.
Karena itu, polyglot cenderung menikmati proses belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
6. Terbuka terhadap Berbagai Perspektif
Kemampuan memahami banyak bahasa membuat mereka lebih mudah melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Keuntungan dan Manfaat Menjadi Polyglot
Menguasai banyak bahasa memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kemampuan berkomunikasi.
1. Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Daya Ingat
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa belajar beberapa bahasa dapat melatih otak untuk bekerja lebih fleksibel.
Kemampuan memecahkan masalah, fokus, serta daya ingat jangka panjang pun cenderung meningkat.
Ketika seseorang berganti-ganti bahasa, otak akan terus berlatih memilih informasi yang relevan.
Aktivitas ini membantu meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Menstimulasi Kognitif Anak Sejak Dini
2. Membuka Peluang Karier yang Lebih Luas
Di dunia kerja modern, perusahaan semakin menghargai kandidat yang mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa.
Profesi seperti:
- Diplomat
- Penerjemah
- Guru bahasa
- Pramugari
- Konsultan internasional
- Pegawai perusahaan multinasional sering kali membutuhkan kemampuan multilingual atau polyglot.
Baca Juga: 12 Profesi Kerja Online yang Dibayar dengan Dollar!
3. Menurunkan Risiko Demensia di Usia Tua
Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan lebih dari satu bahasa secara aktif dapat membantu menjaga kesehatan otak dan berpotensi menunda gejala demensia pada usia lanjut.
Hal ini terjadi karena otak terus terlatih untuk mengelola dan berpindah antarbahasa.
4. Memperluas Jaringan Pertemanan Lintas Negara
Bahasa adalah jembatan untuk membangun hubungan dengan orang-orang dari berbagai negara.
Dengan menguasai banyak bahasa, seseorang dapat:
- Menjalin pertemanan internasional
- Memahami budaya baru
- Memperluas wawasan global
- Berkomunikasi tanpa hambatan bahasa
5. Melatih Kedisiplinan dan Konsistensi Belajar
Belajar bahasa membutuhkan proses yang panjang.
Karena itu, perjalanan menjadi polyglot dapat membantu membangun karakter seperti:
- Disiplin
- Tanggung jawab
- Konsistensi
- Ketekunan
- Kemampuan mengatur waktu
Keterampilan ini akan sangat bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan.
Perjalanan panjang untuk menjadi seorang polyglot sukses selalu dimulai dari satu langkah awal yaitu menguasai satu Bahasa Internasional, seperti bahas Inggris.
Kesempatan untuk mampu menguasai Bahasa Inggris akan lebih baik jika dilatih sedini mungkin.
Banyak orang dewasa menyesal tidak memaksimalkan kesempatan belajar bahasa Inggris sedini mungkin, padahal di usia tersebut bahasa paling mudah dan natural diserap.
Jangan sampai anak merasakan penyesalan yang sama!
Agar anak bisa berbahasa Inggris dengan fasih dan bisa menjadi polyglot, Mom & Dads bisa mengajak anak bergabung di les Bahasa Inggris dengan metode yang lebih terarah seperti di Sparks English!

Di Sparks English, anak belajar dalam kelas semi-private sehingga teacher bisa lebih fokus membimbing kemampuan speaking, pronunciation, vocabulary, dan pemahaman mereka satu per satu.
Biaya per kelasnya juga ekonomis, mulai Rp70 ribuan, sudah dapat kelas semi-private dibimbing native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.
Lebih dari 25.000 students berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan bersama Sparks English, saatnya giliran si kecil!
Moms & Dads bisa ajak anak ikut free trial class dulu agar lebih yakin dengan metode belajarnya.
10 Tips Cara Menjadi Polyglot untuk Pemula
Menjadi polyglot memang membutuhkan waktu, tetapi bukan hal yang mustahil.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.
1. Tentukan Tujuan dan Alasan yang Kuat Sebelum Mulai
Tujuan yang jelas akan membantu menjaga motivasi ketika proses belajar terasa sulit.
Contohnya:
- Ingin kuliah di luar negeri
- Ingin bekerja di perusahaan internasional
- Ingin memahami budaya tertentu
2. Kuasai Satu Bahasa Dulu Sebelum Belajar Bahasa Berikutnya
Banyak pemula melakukan kesalahan dengan mempelajari terlalu banyak bahasa sekaligus.
Lebih baik fokus pada satu bahasa hingga mencapai tingkat yang cukup kuat sebelum menambahkan bahasa baru.
3. Gunakan Metode Immersion dalam Kehidupan Sehari-hari
Immersion berarti membenamkan diri dalam bahasa target.
Beberapa contohnya:
- Menonton film tanpa subtitle Indonesia
- Mendengarkan podcast
- Membaca buku sederhana
- Mengubah bahasa ponsel
4. Manfaatkan Aplikasi Belajar Bahasa
Berbagai aplikasi belajar bahasa dapat membantu proses belajar menjadi lebih fleksibel.
Misalnya:
- Duolingo
- Memrise
- Busuu
- LingQ
Aplikasi dapat digunakan sebagai pelengkap pembelajaran harian.
5. Mulai Perbanyak Kosakata
Kosakata merupakan fondasi utama dalam berkomunikasi.
Buat target sederhana seperti:
- 5 kata baru per hari
- 30 kata baru per minggu
Konsistensi lebih penting daripada jumlah yang besar.
6. Temukan Partner Belajar Bahasa
Belajar bersama teman dapat membuat proses menjadi lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan motivasi.
Partner belajar juga bisa membantu melatih kemampuan speaking dan listening.
7. Jangan Takut Speaking Meski Masih Salah
Salah adalah bagian dari proses belajar.
Semakin sering berbicara, semakin cepat kemampuan bahasa berkembang.
Ingat bahwa tujuan utama bahasa adalah komunikasi, bukan kesempurnaan.
8. Bergabung dengan Komunitas Language Exchange
Komunitas bahasa memungkinkan kamu berlatih langsung dengan penutur bahasa lain.
Keuntungannya:
- Mendapat koreksi secara alami
- Belajar ekspresi sehari-hari
- Menambah teman internasional
9. Latih Semua Bahasa dengan Rutin
Jika sudah menguasai beberapa bahasa, jangan biarkan salah satunya jarang digunakan.
Buat jadwal rutin untuk membaca, mendengarkan, atau berbicara menggunakan setiap bahasa yang dipelajari.
10. Ikut Kursus Bahasa
Bimbingan dari guru profesional dapat mempercepat proses belajar karena materi disusun secara sistematis dan terarah.
Terutama bagi anak-anak, kursus bahasa dapat membantu membangun fondasi yang kuat sejak awal sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Baca Juga: 10 Cara Mengetahui Bakat dan Potensi Anak
Perbedaan Multilingual dan Polyglot
Banyak orang menganggap kedua istilah ini sama.
Padahal, ada perbedaan tertentu yang perlu dipahami.
Multilingual mengacu pada kemampuan menggunakan lebih dari satu bahasa.
Sementara itu, polyglot adalah individu yang secara aktif mempelajari dan menguasai banyak bahasa dengan tingkat kemahiran yang relatif tinggi.
Dengan kata lain, semua polyglot adalah multilingual, tetapi tidak semua multilingual dapat disebut polyglot.
| Aspek | Multilingual | Polyglot |
| Definisi | Mampu menggunakan lebih dari satu bahasa | Individu yang menguasai banyak bahasa |
| Fokus | Kemampuan berbahasa | Identitas atau sebutan orang |
| Jumlah Bahasa | Minimal dua bahasa | Umumnya tiga bahasa atau lebih |
| Tingkat Kemahiran | Bisa bervariasi | Biasanya memiliki kemampuan yang cukup baik pada banyak bahasa |
| Tujuan Penggunaan | Komunikasi sehari-hari | Komunikasi sekaligus pembelajaran bahasa secara aktif |
| Contoh | Anak yang menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris | Seseorang yang menguasai Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, dan Prancis |
Baca Juga: 5 Cara Mendidik Anak Bilingual agar Lancar Dua Bahasa Sejak Kecil
Menjadi seorang polyglot adalah investasi jangka panjang yang luar biasa untuk masa depan anak.
Jika Moms & Dads ingin si kecil punya fondasi bahasa Inggris yang kuat sejak dini, kursus Bahasa Inggris Sparks English bisa menjadi tempat belajar yang tepat.
Anak diajak memakai bahasa Inggris secara aktif melalui pendekatan Project-Based Learning sehingga mereka bisa belajar sambil membuat, bercerita, berdiskusi, dan mempresentasikan ide sesuai level usianya.
Kurikulumnya berbasis internasional CEFR dan dirancang bertahap mulai dari membangun fondasi listening, speaking, vocabulary, pronunciation, reading, hingga confidence in communication.
Ayo daftar free trial class sekarang dan lihat langsung bagaimana metode, kurikulum, dan suasana belajarnya cocok untuk si kecil!


