Saat mempelajari potensi anak, Moms & Dads tentu tidak asing dengan kata “multitalenta”.
Secara sederhana, multitalenta adalah kondisi ketika seseorang memiliki keterampilan atau potensi di lebih dari satu bidang.
Misalnya, anak suka menggambar dan juga mudah menangkap bahasa baru.
Di artikel ini kita akan bahas lebih dalam apa itu multitalenta, ciri-ciri anak multitalenta, faktor penyebab, kelebihan dan kekurangan, serta cara mengembangkan potensi anak.
Apa Itu Multitalenta?
Multitalenta artinya kemampuan seseorang untuk memiliki, mempelajari, atau mengembangkan keterampilan lebih dari satu bidang.
Multitalenta adalah gabungan dari kata multi- dan talenta.
Dalam KBBI, multi- berarti banyak atau lebih dari satu, sementara talenta adalah pembawaan seseorang sejak lahir atau bakat.
Dalam psikologi, konsep ini dekat dengan istilah multipotentiality, yaitu kondisi ketika individu memiliki berbagai kemampuan, minat, atau potensi yang dapat berkembang ke banyak pilihan bidang.
Ciri-Ciri Anak Multitalenta
Ciri anak multitalenta tidak selalu harus menonjol di kelas.
Mungkin saja mereka mudah mempelajari keterampilan baru, memiliki minat di berbagai bidang, atau kreatif dalam menemukan solusi.
1. Mudah Mempelajari Keterampilan Baru
Anak multitalenta biasanya mudah menangkap pola dari aktivitas yang baru ia coba.
Misalnya, setelah beberapa kali melihat guru olahraga memberi contoh forward roll yang benar, anak langsung bisa mengikuti dengan cepat.
2. Memiliki Banyak Minat dalam Berbagai Bidang
Anak bisa tertarik pada lebih dari satu hal, misalnya ia tertarik seni dan olahraga, atau tertarik bahasa dan permainan logika.
Minat yang berganti-ganti ini tidak berarti ia plin-plan.
Bisa jadi, ia justru sedang mengeksplorasi bidang yang paling cocok dan nyaman ia jalani.
3. Cepat Beradaptasi dengan Lingkungan Baru
Karena memiliki minat yang beragam, anak multitalenta biasanya cepat beradaptasi.
Anak multitalenta mudah menemukan “pintu masuk” saat bertemu dengan teman yang punya minat serupa.
Kemampuan ini membuat anak lebih mudah mengikuti alur aktivitas dan memahami perannya dalam kelompok.
4. Kreatif dalam Menemukan Solusi
Anak multitalenta biasanya punya cara berpikir yang fleksibel karena terbiasa mencoba berbagai aktivitas yang berbeda.
Saat menghadapi masalah, ia pun bisa menggunakan kemampuan membaca pola dan memakai berbagai pengalaman dari bidang lain untuk mencari solusi.
Misalnya, ia menggunakan ide dari dongeng yang dibacanya untuk menyelesaikan tugas sekolah.
5. Mampu Menghubungkan Berbagai Pengetahuan
Karena punya minat di berbagai bidang, anak multitalenta mampu menghubungkan banyak pengetahuan yang berbeda.
Misalnya, ia memakai kemampuan bahasa untuk menjelaskan gambar yang ia buat sendiri, atau mempercantik slide saat presentasi di depan kelas.
Apa yang Membuat Seseorang Menjadi Multitalenta?
Ada banyak faktor yang menjadikan seorang anak multitalenta, mulai dari faktor genetik, pola asuh, hingga lingkungan dan stimulasi.
1. Faktor Genetik
Genetik dapat memberi dasar kemampuan kognitif. Namun, ini bukan satu-satunya faktor yang membuat seseorang menjadi multitalenta.
Faktor bawaan seperti ini tetap perlu diasah secara optimal melalui pola asuh, lingkungan, maupun stimulasi.
2. Lingkungan dan Pola Asuh Anak
Pola asuh responsif dan hangat memberi banyak ruang eksplorasi kepada anak sehingga ia lebih berani mencoba.
Anak juga lebih mudah berkembang ketika orang tua tidak hanya menuntut hasil tetapi mendampingi setiap prosesnya.
Baca Juga: 4 Pola Asuh Anak Usia Dini yang Perlu Orang Tua Pahami
3. Pengalaman Belajar yang Beragam
Anak yang memiliki banyak kesempatan untuk eksplorasi biasanya akan memiliki lebih banyak kesempatan menemukan minatnya.
Aktivitas seperti membaca cerita, bermain musik, olahraga, menggambar, atau belajar bahasa memberi anak kesempatan untuk melatih cara berpikir yang berbeda.
Dari pengalaman yang beragam ini, anak bisa belajar memahami pola, mengekspresikan ide, berkomunikasi, bergerak, dan memecahkan masalah dengan lebih fleksibel.
4. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Rasa ingin tahu yang tinggi mendorong anak banyak bertanya dan mencoba hal-hal baru.
Dari kebiasaan bertanya dan mencoba inilah, minat serta kemampuan anak bisa lebih mudah terlihat.
5. Dukungan Lingkungan dan Stimulasi Sejak Dini
Harvard Center on the Developing Child menjelaskan bahwa pengalaman di usia awal anak ikut membentuk arsitektur otak, terutama melalui interaksi responsif yang berulang.
Karena itu, stimulasi sangat penting untuk membangun fondasi belajar, salah satu contohnya stimulasi bahasa.
Dukungan lingkungan dan stimulasi sejak dini adalah faktor penting yang membentuk anak multitalenta.
Salah satu stimulasi yang paling berdampak adalah bahasa, karena di usia golden age anak masih sangat mudah menyerap bunyi, kosakata, dan bahasa secara natural.
Banyak orang tua menyesal tidak mengoptimalkan stimulasi bahasa di masa emas ini.
Padahal semakin kaya lingkungan bahasa yang anak dapatkan sejak dini, semakin besar potensi multitalenta yang bisa berkembang.
Di sinilah Sparks English hadir agar anak belajar bahasa di lingkungan Full English yang dirancang sesuai tumbuh kembang usia dan level lewat placement test.
Anak akan belajar phonics, reading, vocabulary, hingga speaking melalui roleplay, storytelling, dan real conversation agar kemampuannya berkembang optimal!
Biaya per kelasnya ekonomis, mulai Rp70 ribu sudah dapat kelas semi-private dibimbing tutor bersertifikasi Cambridge TKT hingga native teacher yang bantu pembentukan accent secara natural!
Lebih dari 25.000 students berhasil buktikan jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Jangan tunda lagi, daftar kelas trial gratisnya sekarang yuk Moms & Dads!
Kelebihan Menjadi Anak Multitalenta
Berikut beberapa kelebihan yang bisa dimiliki anak multitalenta:
- Lebih cepat menyesuaikan diri saat mencoba aktivitas, lingkungan, atau tugas baru.
- Lebih kreatif dalam melihat masalah dan mencari jalan keluar dari beberapa sudut pandang.
- Tidak mudah bosan saat belajar karena punya ketertarikan pada banyak hal dan aktivitas.
- Lebih mudah bergaul karena punya lebih banyak topik yang bisa nyambung dengan teman.
- Punya peluang berkembang di banyak bidang jika minat dan kemampuannya didukung dan diarahkan dengan baik.
Kekurangan dan Tantangan Anak Multitalenta
Meski punya banyak kelebihan, anak multitalenta bisa jadi menghadapi beberapa tantangan berikut:
- Sulit menentukan prioritas karena memiliki banyak minat yang sama-sama ingin dicoba.
- Berisiko tidak mendalami satu bidang jika terlalu sering berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain.
- Mudah terdistraksi oleh hal baru karena rasa ingin tahunya tinggi dan minatnya beragam.
- Bisa terlihat kurang fokus jika orang sekitar belum memahami proses eksplorasi yang sedang ia jalani.
- Membutuhkan arahan agar minat dan kemampuannya tidak tersebar terlalu luas tanpa tujuan yang jelas.
Cara Mengembangkan Potensi Talenta Anak
Mengembangkan potensi anak multitalenta tidak harus dilakukan dengan memaksanya mengikuti banyak kegiatan sekaligus.
Fokus utamanya adalah mendukung perkembangan anak secara seimbang dengan memberi kesempatan bereksplorasi dan pendampingan yang sesuai kebutuhannya.
1. Beri Kesempatan Anak Mencoba Berbagai Aktivitas
Beri anak kesempatan mencoba berbagai aktivitas berbeda, seperti seni, olahraga, musik, dan bahasa.
Dari pengalaman ini anak punya ruang untuk mengenali minat dan kemampuan apa yang paling mudah berkembang.
2. Amati Minat dan Kekuatan yang Paling Menonjol
Perhatikan aktivitas yang paling membuat anak antusias dan terlibat aktif di dalamnya.
Pola seperti ini membantu orang tua melihat minat yang paling kuat, bukan hanya ketertarikan sesaat anak.
3. Bangun Kebiasaan Belajar yang Konsisten
Anak multitalenta tetap perlu mengoptimalkan potensi agar kemampuannya tidak hanya berhenti sebagai minat.
Buatlah waktu belajar dan latihan yang konsisten dan nyaman bagi anak, serta pastikan sesuai usia.
Ini dilakukan agar anak tidak hanya mencoba hal baru di awal saja, tetapi juga terlatih menyelesaikan proses.
4. Berikan Apresiasi pada Proses
Saat anak mencoba aktivitas baru, berikan apresiasi pada proses yang ia jalani dan usaha yang sudah dilakukan.
Pujian seperti ini membantu anak memahami bahwa kemampuan bisa berkembang lewat latihan, bukan hanya karena ia langsung bisa sejak awal.
5. Dukung Kemampuan Komunikasi dan Bahasa Anak
Kemampuan komunikasi membantu anak menyampaikan ide dan menunjukkan potensi yang ia miliki.
Salah satu dukungan yang bisa diberikan adalah stimulasi bahasa Inggris, karena bahasa ini membuka akses sumber belajar dari berbagai negara.
Baca Juga: 10 Cara Mengetahui Bakat Anak agar Potensinya Berkembang
Anak multitalenta membutuhkan ruang eksplorasi yang luas agar minat dan kemampuannya bisa berkembang.
Bahasa Inggris adalah salah satu investasi terbaik yang bisa Moms & Dads berikan, apalagi jika dimulai di masa kecil ketika otak anak paling mudah menyerap bahasa baru.
Sparks English adalah kursus bahasa Inggris anak usia 3–15 tahun, yang terbagi menjadi tiga program sesuai usia anak yaitu Little Sparks, Sparks Kid, dan Sparks Teen.
Dengan kelas yang semi-private, setiap anak memiliki banyak kesempatan aktif speaking, exposure, dan teacher bisa lebih fokus melihat perkembangan setiap anak.
Jangan sampai menyesal di masa depan karena menunda, daftar free trial class sekarang dan klaim promonya sebelum kehabisan!



