10 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif agar Lebih Tenang dan Fokus

21 May 2026
cara mengatasi anak hiperaktif (1)

Apakah Moms & Dads punya anak yang energinya seperti nggak habis-habis?

Baru diminta duduk sebentar, sudah berdiri lagi. 

Sedang makan di restoran, malah berlarian ke sana kemari. 

Mereka terus saja bergerak meski sudah diminta untuk tenang.

Kondisi ini membuat banyak orang tua bertanya-tanya, apakah anaknya termasuk hiperaktif dan bagaimana cara mengatasi anak hiperaktif tanpa drama.

Di artikel ini kita akan bahas tuntas apa itu anak hiperaktif, ciri-ciri hiperaktif pada anak, penyebab, dan cara mengatasi anak hiperaktif yang efektif.

 

 

Apa Itu Anak Hiperaktif?

cara mengatasi anak hiperaktif
Photo by Kseniachernaya on Pexels

 

Anak hiperaktif adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut anak super aktif, sulit diam, mudah terdistraksi, dan memiliki energi yang besar dalam aktivitas sehari-hari.

Meski terlihat tidak bisa diam, anak sebenarnya bisa saja sedang berusaha mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah “hiperaktif” memang sering digunakan untuk menggambarkan anak yang sangat aktif. 

Namun, jika ditinjau secara medis, hiperaktif merupakan salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak dengan attention deficit/hyperactivity disorder atau ADHD.

Sederhananya, tidak semua anak yang sangat aktif pasti mengalami ADHD. 

Menurut UCHealth, dalam level tertentu, perilaku hiperaktif pada anak masih termasuk bagian dari tumbuh kembang yang wajar. 

Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan intensitasnya. 

Jika anak sangat sulit diatur, sering bertindak impulsif, kesulitan mengikuti instruksi sederhana, dan sampai mengganggu aktivitas harian di rumah dan sekolah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog agar mendapatkan arahan yang tepat.

 

Baca Juga: Perkembangan Otak Anak: Tahapan Penting dan Cara Mengoptimalkannya

 

Apa Ciri-Ciri Anak Hiperaktif?

Ciri-ciri anak hiperaktif dalam konteks sehari-hari biasanya dapat dilihat dari cara mereka bergerak, belajar, bermain, dan merespons arahan.

Namun, Moms & Dads perlu ingat bahwa anak yang aktif belum tentu mengalami gangguan tertentu. 

Banyak kasus anak terlihat sangat aktif karena ingin mengeksplorasi lingkungan dan belum sepenuhnya mampu mengatur energinya.

Secara umum, beberapa perilaku yang sering terlihat pada anak yang super aktif antara lain:

  • Sulit duduk diam: Anak tidak betah duduk dalam waktu yang lama, bahkan dalam situasi yang menuntut untuk tenang, seperti di kelas atau saat makan.
  • Sulit memperhatikan sesuatu dalam waktu lama: Anak mudah kehilangan fokus saat mendengarkan penjelasan yang panjang, seperti saat belajar atau aktivitas lainnya.
  • Banyak bicara atau sulit menunggu giliran bicara: Anak bisa berbicara terus-menerus, menyela, atau sulit tahu kapan harus berhenti bicara.
  • Banyak bergerak tanpa tujuan yang jelas: Anak bisa berguling-guling, menyentuh banyak benda, atau mengambil mainan secara acak tanpa benar-benar memainkannya.
  • Cenderung impulsif, tetapi masih bisa diarahkan: Anak bertindak spontan atau bergerak tanpa pikir panjang.
  • Sering memainkan benda di sekitarnya: Contohnya memutar-mutar rambut, mengetuk pensil di meja, atau terus mencari sesuatu untuk disentuh.
  • Mudah gelisah atau mengganggu saat bosan: Anak bukan sengaja mengganggu karena nakal, tetapi ia merasa bosan, kurang tertantang, atau kesulitan mengikuti aktivitas yang sedang berlangsung.


Perlu diingat, daftar ini bukan alat diagnosis, melainkan gambaran perilaku sehari-hari yang bisa membantu Moms & Dads memahami anak yang sangat aktif dengan lebih bijak.

 

Apa Penyebab Anak Hiperaktif?

Ada banyak faktor penyebab anak terlihat hiperaktif atau sangat aktif.

Menurut St. Louis Children’s Hospital, perilaku anak yang tampak hiperaktif tidak selalu berarti ADHD. 

Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor lain yang berkaitan dengan kebiasaan harian, kondisi fisik, hingga situasi emosional anak.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat membuat anak tampak hiperaktif:

  • Kurang tidur sehingga sulit fokus.
  • Kualitas tidur yang buruk sehingga bangun tidur dalam kondisi lelah.
  • Pola makan yang kurang seimbang.
  • Melewatkan sarapan sebelum beraktivitas.
  • Jadwal harian yang terlalu padat.
  • Kesulitan mengikuti pelajaran karena tidak sesuai dengan kemampuannya.
  • Kecemasan atau pengalaman traumatis di masa lalu.

 

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Secara Efektif

Anak super aktif biasanya membutuhkan arahan yang konsisten, lingkungan yang lebih terstruktur, hingga aktivitas yang tepat untuk menyalurkan energi.

Berikut ini beberapa cara efektif mengatasi anak hiperaktif yang bisa dipraktikkan:

 

1. Buat Rutinitas Harian yang Terstruktur

Rutinitas membantu anak merasa lebih aman karena tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Orang tua bisa mendukung dengan membuat jadwal sederhana sejak bangun tidur hingga tidur kembali.

UCHealth menyebutkan bahwa rutinitas yang konsisten dapat membantu anak yang sangat aktif untuk diarahkan.

 

2. Berikan Instruksi yang Singkat dan Jelas

Hindari menggunakan arahan yang panjang, tetapi berikan yang singkat dan satu per satu. 

Misalnya “rapikan robot mainannya dulu”, setelah selesai dilakukan oleh anak, baru lanjutkan dengan “cuci tangan, ya”.

Selain itu, bisa juga memecah instruksi menjadi yang lebih detail. 

Misalnya, daripada berkata “kerjakan PR!”, orang tua bisa memecahnya menjadi, “ambil buku pelajaran”, “duduk yang rapi di kursi”, “kerjakan nomor 1–3 dulu”, “istirahat 5 menit”, dan “lanjut nomor berikutnya”.

 

3. Ajak Anak Melakukan Aktivitas Fisik

Energi berlebih perlu disalurkan melalui aktivitas fisik, bukan hanya dilarang atau ditahan.

Saat terlalu lama diminta duduk diam, sebagian anak justru bisa merasa lebih gelisah dan akhirnya bergerak tanpa arah.

Ajak anak berlari, lompat tali, bermain bola, berenang, atau bersepeda. 

Selain menyalurkan energi, aktivitas fisik juga dapat membantu tubuh anak lebih rileks, sehingga berpotensi mendukung kualitas tidurnya.

 

4. Sediakan Aktivitas yang Menyalurkan Energi

Selain olahraga, orang tua juga bisa menyediakan aktivitas yang menyalurkan energi anak dengan cara lain, seperti menari, bermain puzzle, berkebun, atau membantu pekerjaan rumah yang ringan.

Aktivitas seperti ini memberi ruang bagi anak untuk tetap bergerak namun dalam bentuk yang lebih terarah.

 

Baca Juga: 15 Kegiatan Anak SD di Rumah yang Seru dan Anti Bosan

 

5. Terapkan Disiplin Positif pada Anak

Disiplin positif maksudnya tetap diberi batasan, namun dengan cara yang tenang dan mendidik.

Jelaskan aturan dengan bahasa sederhana, beri contoh perilaku yang diharapkan, dan konsisten dengan konsekuensinya.

Selain itu, orang tua juga perlu menjadi contoh untuk menunjukkan perilaku yang benar, baik melalui kata-kata maupun tindakan.

 

6. Berikan Pujian untuk Perilaku Baik

Saat anak berhasil duduk sebentar tanpa distraksi, bisa menyelesaikan tugas, sabar menunggu giliran, atau berhasil merapikan mainan, beri ia pujian yang spesifik.

Misalnya, “Ibu senang kamu sabar menunggu giliran main ayunan tadi.”

Pujian seperti ini membantu anak memahami perilaku mana yang baik dan perlu diulang.

 

7. Batasi Distraksi Saat Anak Belajar

Saat anak butuh fokus, seperti saat belajar, kurangi hal-hal yang berpotensi menjadi gangguan. 

Misalnya, TV yang menyala, mainan yang berserakan, atau notifikasi HP.

Buat area belajar yang nyaman dan minim distraksi agar anak lebih mudah fokus. Bahkan, 

UCHealth menyarankan orang tua untuk membuat ruang khusus belajar.

 

8. Ajarkan Anak Mengelola Emosi

Anak super aktif biasanya mudah kesal jika diminta berhenti bermain atau mengganti aktivitasnya.

Di kondisi seperti ini, orang tua bisa mengajarkan cara sederhana untuk menenangkan diri. 

Misalnya, menarik napas, menghitung sampai lima, atau menyebutkan apa yang dirasakan.

 

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Kecanduan HP Tanpa Marah-Marah

 

9. Hindari Memarahi atau Membentak

Memarahi atau membentak biasanya malah akan membuat anak takut dan makin sulit diarahkan.

Lebih baik orang tua gunakan nada tegas tetapi tetap tenang, dan beri tahu apa yang seharusnya anak lakukan secara spesifik.

Hukuman keras seperti memarahi dan membentak cenderung tidak efektif dalam jangka panjang, bahkan bisa mendatangkan dampak negatif bagi anak.

 

10. Perhatikan Nutrisi dan Jaga Pola Tidur Anak

Anak yang kurang tidur atau memiliki pola makan dan asupan yang kurang baik bisa tampak lebih rewel, sulit fokus, atau terlalu aktif.

Padahal, salah satu penyebab anak terlalu aktif bisa jadi adalah pola tidur yang tidak teratur atau nutrisi yang tidak terpenuhi.

 

Baca Juga: Gentle Parenting Bukan Memanjakan Anak, Ini yang Perlu Dipahami Orang Tua

 

Itulah beberapa cara mengatasi anak hiperaktif dengan efektif.

Namun, jika perilaku anak sangat sulit dikendalikan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, Moms & Dads bisa mencari informasi tambahan dengan menghubungi ahlinya agar mendapat pendampingan sesuai kebutuhan anak.

Pada dasarnya, anak sangat aktif bukan berarti nakal, tetapi mereka membutuhkan arahan, rutinitas, dan aktivitas yang tepat agar energinya tersalurkan dengan baik.

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)
Jika Moms & Dads mencari aktivitas yang aktif tetapi tetap terarah, coba ikutkan anak ke kursus bahasa Inggris di Sparks English!

Metode belajar interaktif seperti permainan, flashcards, dan media audiovisual juga bisa membantu anak tetap aktif menyalurkan energinya sambil belajar.

Anak juga dibimbing oleh tutor tersertifikasi Cambridge TKT dan native teacher agar anak bisa lebih percaya diri.

Penasaran cocok atau tidak dengan anak? Yuk coba dulu lewat kelas trial gratisnya!

Author:

Topik:

Share article: