Pernahkah kamu mendengar seseorang mengucapkan kata “no offense” sebelum atau sesudah menyampaikan sesuatu?
Di media sosial maupun percakapan sehari-hari, frasa bahasa Inggris yang satu ini sering sekali berseliweran.
Namun, apakah kamu sudah tahu arti dan cara menggunakannya dengan tepat?
Memahami slang atau ungkapan sehari-hari seperti ini sangat penting agar tidak terjadi salah paham saat berkomunikasi.
Yuk, kita bedah bersama apa itu no offense!
- No Offense Artinya Apa?
- Kapan Menggunakan “No Offense”?
- Contoh Kalimat No Offense dan Artinya
- Alternatif Selain “No Offense”
No Offense Artinya Apa?
No offense artinya “jangan tersinggung” atau “tidak bermaksud menyinggung”.
Ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak berniat membuat lawan bicara merasa marah, malu, atau sakit hati.
Kata offense dalam ungkapan ini mengacu pada perasaan tersinggung atau tindakan yang dianggap tidak menyenangkan.
Oleh karena itu, no offense dapat dipahami sebagai permintaan agar perkataan yang disampaikan tidak dianggap sebagai serangan pribadi.
Kapan Menggunakan “No Offense”?
Ungkapan no offense umumnya digunakan ketika seseorang ingin menyampaikan komentar sensitif, pendapat pribadi, atau candaan.
Berikut beberapa situasinya.
1. Saat Akan Menyampaikan Kritik
Kamu dapat menggunakan no offense sebelum menyampaikan kritik ringan.
Tujuannya adalah menunjukkan bahwa kritik tersebut tidak dimaksudkan sebagai serangan pribadi.
Contoh:
No offense, but your presentation was a little difficult to understand. (Jangan tersinggung, tetapi presentasimu agak sulit dipahami.)
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pembicara ingin memberikan masukan tentang presentasi, bukan merendahkan orang yang menyampaikannya.
Contoh lainnya:
No offense, but I think you should check your answer again. (Jangan tersinggung, tetapi menurutku kamu sebaiknya memeriksa kembali jawabanmu.)
Agar kritik terdengar lebih baik, gunakan alasan yang jelas dan hindari kata-kata yang terlalu negatif.
2. Saat Mengungkapkan Pendapat Pribadi
Pendapat seseorang belum tentu sama dengan pendapat orang lain.
Oleh karena itu, no offense terkadang digunakan untuk menandai bahwa komentar yang disampaikan hanyalah pandangan pribadi.
Contoh:
No offense, but I prefer the first movie. (Jangan tersinggung, tetapi aku lebih menyukai film yang pertama.)
Pembicara tidak mengatakan bahwa film lainnya buruk.
Ia hanya menjelaskan pilihan pribadinya.
Contoh lainnya:
No offense, but this food is a little too spicy for me. (Jangan tersinggung, tetapi makanan ini sedikit terlalu pedas untukku.)
Penggunaan frasa for me membuat kalimat terdengar lebih subjektif dan tidak terkesan menyalahkan orang lain.
3. Saat Bercanda dengan Teman
Dalam percakapan santai, no offense juga dapat digunakan ketika bercanda dengan teman dekat.
Biasanya, ungkapan tersebut disampaikan dengan intonasi ringan.
Contoh:
No offense, but you look like you just woke up. (Jangan tersinggung, tetapi kamu terlihat seperti baru bangun tidur.)
Contoh lainnya:
You’re not the best singer in the group, no offense! (Kamu bukan penyanyi terbaik di kelompok ini, jangan tersinggung!)
Walaupun digunakan dalam candaan, kamu tetap perlu mempertimbangkan perasaan teman.
Hindari bercanda tentang penampilan fisik, keluarga, kemampuan, atau hal-hal sensitif apabila kamu tidak yakin temanmu akan menerimanya dengan baik.
Baca Juga: Asking for Permission, Cara Merespons, dan 6 Contoh Dialog
Contoh Kalimat No Offense dan Artinya
Berikut 10 contoh penggunaan no offense dalam berbagai situasi.
- No offense, but I don’t really like this song. (Jangan tersinggung, tetapi aku tidak terlalu menyukai lagu ini.)
- No offense, but that shirt looks a little too big on you. (Jangan tersinggung, tetapi kemeja itu terlihat sedikit terlalu besar untukmu.)
- No offense, but I think we need a different plan. (Jangan tersinggung, tetapi menurutku kita membutuhkan rencana yang berbeda.)
- No offense, but your room is quite messy. (Jangan tersinggung, tetapi kamarmu cukup berantakan.)
- I don’t agree with your opinion, no offense. (Aku tidak setuju dengan pendapatmu, tetapi jangan tersinggung.)
- No offense, but I would rather work alone. (Jangan tersinggung, tetapi aku lebih memilih bekerja sendiri.)
- No offense, but the joke wasn’t very funny. (Jangan tersinggung, tetapi lelucon itu tidak terlalu lucu.)
- No offense, but you seem tired today. (Jangan tersinggung, tetapi kamu terlihat lelah hari ini.)
- No offense, but this isn’t your best drawing. (Jangan tersinggung, tetapi ini bukan gambar terbaikmu.)
- No offense, but I think Mia is better suited for the role. (Jangan tersinggung, tetapi menurutku Mia lebih cocok untuk peran tersebut.)
Perlu diingat bahwa susunan kalimat dan pilihan kata sangat memengaruhi kesopanan.
Kalimat “This isn’t your best drawing” masih terdengar lebih halus daripada langsung mengatakan “Your drawing is bad.”
Alternatif Selain “No Offense”
Dalam beberapa situasi, terdapat ungkapan lain yang terdengar lebih sopan dibandingkan no offense.
Berikut beberapa alternatif yang dapat digunakan.
| Ungkapan | Artinya | Tingkat Formalitas |
| I don’t mean to offend you, but… | Aku tidak bermaksud menyinggungmu, tapi… | Semi-Formal |
| With all due respect… | Dengan segala hormat… | Formal |
| If you don’t mind me saying… | Jika kamu tidak keberatan aku mengatakannya… | Formal |
| Please don’t take this the wrong way… | Tolong jangan salah paham… | Semi-Formal / Kasual |
| Don’t get me wrong, but… | Jangan salah paham ya, tapi… | Kasual |
| No disrespect intended, but… | Tidak ada maksud tidak menghormati, tapi… | Formal |
| Just between us… | Ini rahasia kita saja ya… | Kasual |
| I hope you don’t mind, but… | Aku harap kamu tidak keberatan, tapi… | Semi-Formal |
| I’m just being honest, but… | Aku cuma jujur saja, tapi… | Kasual |
| Without meaning to be rude… | Tanpa bermaksud bersikap kasar… | Formal |
| Correct me if I’m wrong, but… | Koreksi aku jika aku salah, tapi… | Semi-Formal |
| Not to be mean, but… | Bukannya mau jahat, tapi… | Kasual |
Sekarang kamu sudah tahu kan kalau arti no offense adalah ungkapan untuk memastikan lawan bicara tidak tersinggung dengan ucapan kita?
Kalau kamu mau upgrade skill bahasa Inggrismu lebih jauh lagi mulai Rp70 ribuan aja, ayo belajar bareng Sparks English!

Di Sparks English, kami memahami bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing dalam belajar.
Maka dari itu, program les bahasa Inggris Sparks English dikemas secara fun & interactive sesuai kebutuhan anak.
Mengapa Sparks English pilihan terbaik?
- Kurikulum berbasis CEFR: kurikulum yang diakui internasional.
- Teacher berpengalaman: dibimbing langsung native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.
- Jadwal fleksibel: bebas pilih jadwal yang tersedia.
- Affordable price: mulai Rp70 ribuan per kelas dengan fasilitas dan kualitas premium.
- Bonus: free extra sessions, student kit, hingga parent-teacher consultation
Dimana lagi bisa dapatkan fasilitas high quality tapi harganya tetap terjangkau kalau bukan di Sparks English?
Lebih dari 25,000 students telah buktikan hasilnya lho dalam 6 bulan bersama Sparks English!
Yuk coba kelasnya secara gratis di free trial class sekarang, ada promo menarik menanti!


