9 Manfaat Traveling Bersama Anak untuk Tumbuh Kembang si Kecil

26 May 2026
manfaat traveling bersama anak

Moms & Dads, banyak banget yang bilang kalau liburan bersama anak itu merepotkan.

Mulai dari banyaknya barang bawaan, harus mengatasi anak rewel di perjalanan, hingga jadwal yang bisa berubah sewaktu-waktu karena mood anak.

Namun kalau direncanakan dengan tepat, manfaat traveling bersama anak bisa jauh lebih besar daripada rasa repotnya, lho!

Kalau Moms & Dads ingin tahu bagaimana manfaat liburan bisa membantu mendukung tumbuh kembang si kecil, simak artikel ini sampai selesai, ya.

 

 

Manfaat Traveling Bersama Anak untuk Hubungan Keluarga

Saat traveling, keluarga biasanya punya waktu bersama yang lebih intens.

Hal sesederhana sedang menunggu jadwal keberangkatan atau mencari tempat makan bisa menjadi pengalaman yang mempererat hubungan keluarga.

Bahkan, studi Vacation and Family Functioning menemukan bahwa liburan keluarga dapat berkontribusi positif terhadap bonding, komunikasi, dan solidaritas dalam keluarga.

 

1. Mempererat Ikatan Emosional antara Orang Tua dan Anak

Saat traveling, anak akan berada di lingkungan yang berbeda dari biasanya.

Ia mungkin merasa kurang nyaman saat berada di tempat baru, misalnya ketika anak merasa takut naik pesawat untuk pertama kalinya.

Dalam situasi seperti ini, anak biasanya mencari rasa aman dari orang tuanya. 

Orang tua pun bisa memberi pelukan dan penjelasan sederhana yang membuatnya merasa lebih aman.

 

2. Meningkatkan Kualitas Waktu Bersama Keluarga

Di hari biasa, waktu bersama keluarga sering kali terbagi dengan pekerjaan, sekolah, tugas rumah, dan aktivitas masing-masing lainnya.

Saat traveling, keluarga meninggalkan rutinitasnya dan benar-benar hadir satu sama lain.

Orang tua bisa menemani anak menikmati indahnya pantai, mengobrol selama perjalanan, bahkan makan bersama tanpa terburu-buru.

Quality time ini akan membuat anak merasa diperhatikan, dicintai, dan lebih dekat secara emosional dengan orang tua.

 

3. Membangun Komunikasi yang Lebih Hangat Dalam Keluarga

Traveling bisa membuka banyak bahan obrolan baru antara orang tua dan anak.

Saat traveling ke luar negeri misalnya, anak mungkin akan mempertanyakan kenapa kita butuh paspor, kenapa makanan di negara lain rasanya berbeda dengan yang biasa dimakan, atau kenapa bahasa orang di tempat tujuan berbeda.

Pertanyaan-pertanyaan ini bisa jadi pemicu tumbuhnya komunikasi secara alami antara orang tua dan anak.

 

4. Menciptakan Kenangan Masa Kecil yang Berkesan

Salah satu manfaat liburan untuk anak yang paling terasa adalah kesempatan membangun core memories atau kenangan masa kecil yang bisa terus ia ingat.

Meski anak mungkin tidak mengingat keseluruhan detail perjalanan, tapi ia bisa mengingat perasaan senang saat naik pesawat pertama kali, melihat pemandangan baru, atau saat diajak orang tua mencoba memesan makanan dengan bahasa Inggris di restoran.

 

Nah, jika Moms & Dads cukup sering ke luar negeri bersama anak, atau punya rencana liburan ke luar negeri, kemampuan bahasa Inggris bisa menjadi bekal penting untuk si kecil agar ia lebih percaya diri saat liburan.

Salah satu persiapan yang bisa dilakukan adalah mengikutkan anak ke les bahasa Inggris khusus anak seperti Sparks English!

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)

Di Sparks English, anak akan belajar vocabulary, listening, speaking, dan dilatih membangun kepercayaan diri dengan metode belajar fun learning.

Kurikulumnya berbasis CEFR yang menyesuaikan dengan level anak, dan dibimbing tutor bersertifikat Cambridge-TKT serta native teacher.

Yuk, coba free trial class dulu sebelum liburan mendekat!

 

Manfaat Traveling untuk Perkembangan Anak

Selain berdampak pada hubungan keluarga, traveling juga bisa membantu perkembangan anak.

Selama perjalanan, anak juga mendapatkan banyak pengalaman dan stimulasi yang berdampak pada perkembangannya.

Berikut ini beberapa manfaat traveling untuk perkembangan anak:

 

1. Meningkatkan Aktivitas Fisik Anak

Selama perjalanan, anak punya lebih banyak kesempatan untuk bergerak. 

Saat city tour, misalnya, anak bisa berjalan lebih jauh dari biasanya tanpa merasa sedang berolahraga.

Ini sejalan dengan rekomendasi CDC yang menjelaskan bahwa anak usia 3–5 tahun perlu aktif sepanjang hari untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Dengan traveling, anak tidak merasa sedang “olahraga”, tetapi tubuhnya tetap bergerak melalui eksplorasi, permainan, dan aktivitas seru selama perjalanan.

 

2. Mendukung Perkembangan Motorik Kasar Anak

Destinasi wisata sering memberi anak ruang untuk eksplorasi yang berbeda dari lingkungan rumah.

Misalnya, berjalan di pasir pantai melatih keseimbangan, sementara menaiki tangga di tempat wisata dapat membantu memperkuat otot kaki.

Aktivitas seperti ini dapat membantu melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kekuatan otot, tentu saja aktivitasnya tetap harus disesuaikan dengan usia dan kondisi anak.

 

3. Meningkatkan Wawasan dan Pembelajaran Baru

Bagi anak, melihat tempat baru secara langsung bisa menjadi pengalaman yang menambah wawasan.

Anak bisa mengenal hal-hal yang mungkin belum ia temui sehari-hari, seperti transportasi umum di negara lain, atau kebiasaan masyarakat setempat.

Pengalaman seperti ini membantu anak mengenal dunia secara langsung, bukan hanya lewat buku atau video.

 

4. Membuat Anak Lebih Percaya Diri

Keberanian anak bisa tumbuh dari momen-momen kecil selama perjalanan.

Misalnya, saat ia berani memilih menu sendiri, mengucapkan “thank you” kepada staf restoran, atau mencoba memesan makanan sederhana dengan bahasa Inggris.

Bagi orang dewasa, hal ini mungkin terlihat biasa. 

Namun bagi anak, keberhasilan kecil seperti itu bisa membuatnya merasa lebih percaya diri.

 

5. Meningkatkan Kemampuan Adaptasi dan Kemandirian

Jadwal penerbangan bisa berubah, makanan tidak selalu sesuai selera anak, atau anak harus tidur di kamar hotel yang berbeda dari rumah.

Semua ini membuat anak belajar bahwa perubahan adalah bagian dari pengalaman, dan ia bisa belajar untuk beradaptasi.

 

Baca Juga: 5 Cara Mendidik Anak Bilingual agar Lancar Dua Bahasa Sejak Kecil

 

Nah, agar pengalaman traveling ke luar negeri jadi lebih menyenangkan, Moms & Dads bisa mulai membiasakan anak dengan bahasa Inggris sejak dini.

Tidak harus langsung lancar, yang penting anak berani mencoba, familiar dengan percakapan sederhana, dan punya fondasi komunikasi yang baik.

Agar proses belajarnya terarah, Moms & Dads bisa mengikutkan si kecil ke les bahasa Inggris Sparks English!

Sparks English kelasnya semi-private, jadwalnya fleksibel, dan pembelajaran disesuaikan dengan usia dan level anak lewat placement test.

Mulai dari Rp70 ribuan per kelas, anak bisa belajar bahasa Inggris dengan fun, interactive, dan fokus membangun rasa percaya dirinya.

Lebih dari 25.000 students sudah buktikan hasilnya, sekarang giliran si kecil!

Yuk, coba dulu free trial class-nya, ada promo terbatas yang bisa diklaim juga, lho!

Author:

Topik:

Share article: