Pentingnya Executive Function dan Cara Melatihnya pada Anak

14 September 2026
executive function adalah

Pernah melihat anak kesulitan mengingat instruksi, mudah terdistraksi, atau bingung menentukan tugas mana yang harus dikerjakan lebih dulu?

Hal-hal tersebut berkaitan dengan kemampuan yang disebut executive function.

Kemampuan ini digunakan anak setiap hari, baik saat belajar, bermain, mengikuti aturan, maupun berinteraksi dengan orang lain.

Lalu, apa saja bagian dari executive function dan bagaimana Moms & Dads bisa membantu anak melatihnya?

 

 

Apa Itu Executive Function?

Executive function adalah kemampuan otak untuk mengatur pikiran, perhatian, emosi, dan tindakan agar seseorang dapat mencapai tujuan.

Sederhananya, fungsi eksekutif otak bekerja seperti sistem pengatur. 

Kemampuan ini membantu anak menentukan apa yang perlu dilakukan, mengingat langkahnya, tetap fokus, menahan keinginan untuk melakukan hal lain, lalu mengubah strategi jika cara pertama tidak berhasil.

Contohnya terlihat ketika anak mendapat instruksi, “Ambil buku, buka halaman 10, lalu kerjakan soal pertama.”

Anak perlu mengingat beberapa langkah tersebut, mengabaikan gangguan di sekitarnya, kemudian mengerjakannya secara berurutan. 

Di sinilah executive function digunakan.

Kemampuan ini tidak langsung terbentuk sempurna. 

Executive function berkembang secara bertahap seiring pertumbuhan anak dan semakin terasah melalui pengalaman, interaksi, permainan, rutinitas, serta latihan yang sesuai dengan usia.

 

Komponen Utama Executive Function pada Anak

Executive function umumnya melibatkan tiga kemampuan utama, yaitu working memory, inhibitory control, dan cognitive flexibility.

 

1. Working Memory untuk Mengingat dan Mengolah Informasi

Working memory adalah kemampuan menyimpan informasi dalam pikiran untuk waktu singkat sambil menggunakannya.

Misalnya, anak mendengar tiga instruksi dari guru, kemudian mengingat dan menjalankannya satu per satu.

Working memory juga digunakan ketika anak membaca cerita lalu menghubungkan informasi pada awal cerita dengan bagian berikutnya.

 

2. Inhibitory Control untuk Menahan Impuls

Inhibitory control adalah kemampuan mengendalikan respons atau dorongan spontan.

Contohnya, anak ingin langsung mengambil mainan, tetapi mampu berhenti dan menunggu karena temannya masih menggunakannya.

Kemampuan ini juga membantu anak tetap mengerjakan tugas meskipun ada hal lain yang lebih menarik di sekitarnya.

 

3. Cognitive Flexibility untuk Beradaptasi dengan Perubahan

Cognitive flexibility adalah kemampuan mengubah cara berpikir atau tindakan ketika situasi berubah.

Misalnya, permainan yang awalnya dilakukan di luar ruangan harus dipindahkan ke dalam rumah karena hujan. 

Anak dengan fleksibilitas kognitif yang terus berkembang akan belajar menerima perubahan tersebut dan mencari aktivitas alternatif.

Kemampuan ini juga penting saat cara pertama untuk menyelesaikan masalah ternyata tidak berhasil.

 

Baca Juga: Keterampilan 4C: Pengertian, Manfaat & Contoh untuk Anak

 

Contoh Executive Function dalam Kehidupan Sehari-hari Anak

Executive function sebenarnya sering digunakan dalam aktivitas sederhana. 

Berikut beberapa contoh yang mudah Moms & Dads amati di rumah maupun di sekolah.

 

1. Mengingat Beberapa Instruksi Sekaligus

Saat Moms & Dads mengatakan, “Simpan mainannya, cuci tangan, lalu duduk di meja makan,” anak menggunakan working memory untuk mengingat urutan tersebut.

Pada anak yang lebih kecil, instruksi sebaiknya dimulai dari satu atau dua langkah terlebih dahulu.

 

2. Menunggu Giliran saat Bermain

Menunggu giliran membutuhkan kemampuan mengendalikan keinginan untuk langsung bertindak.

Permainan bergiliran seperti board game sederhana dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk berlatih inhibitory control secara alami.

 

3. Tetap Fokus saat Mengerjakan Tugas

Ketika anak tetap menyelesaikan aktivitas meskipun ada suara televisi atau mainan di dekatnya, ia sedang menggunakan kemampuan executive function untuk mempertahankan perhatian dan menyaring distraksi.

 

4. Mengubah Rencana saat Situasi Berubah

Misalnya, anak ingin bermain sepeda tetapi tiba-tiba hujan.

Ketika anak dapat menerima perubahan dan memilih bermain puzzle di rumah, cognitive flexibility sedang digunakan.

 

5. Menyelesaikan Tugas tanpa Terus Diingatkan

Seiring berkembangnya executive function, anak dapat semakin terbiasa mengingat apa yang perlu dilakukan dan menyelesaikan aktivitas dengan bantuan yang lebih sedikit.

Contohnya merapikan alat tulis setelah belajar atau memasukkan buku sesuai jadwal ke dalam tas.

 

6. Memilih Mana yang Harus Dikerjakan Lebih Dulu

Anak juga menggunakan fungsi eksekutif ketika menentukan prioritas.

Misalnya, ia memilih menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum menonton film karena tugas tersebut perlu dikumpulkan esok hari.

Kemampuan mengingat, fokus, mengikuti instruksi, dan menyesuaikan respons seperti ini juga banyak digunakan saat anak belajar bahasa baru, termasuk bahasa Inggris.

 

Karena itu, mengenalkan bahasa Inggris sejak dini bisa jadi langkah penting untuk membangun fondasi kemampuan komunikasinya. 

Semakin sering anak mendapat paparan dan kesempatan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks yang menyenangkan, semakin terbiasa pula ia mendengar, memahami, dan mencoba menggunakannya.

Jangan sampai Moms & Dads baru menyadari pentingnya bahasa Inggris ketika anak sudah membutuhkan kemampuan tersebut untuk sekolah, kompetisi, beasiswa, study exchange, atau berbagai kesempatan lain di masa depan.

Jangan biarkan potensi anak terhambat hanya karena terkendala bahasa asing.

 

design new banner 2026

Di Sparks English, anak usia 3–15 tahun belajar bahasa Inggris sesuai usia dan tahapan level internasional berbasis CEFR.

Bukan cuma menghafal vocabulary atau mengerjakan soal, tapi anak juga dibiasakan untuk aktif menggunakan bahasa Inggris melalui metode Fun & Interactive Learning, seperti games, storytelling, diskusi, hingga real conversation.

Kelasnya semi-private dibimbing oleh native teacher dan teacher bersertifikasi Cambridge TKT, jadi anak punya lebih banyak kesempatan untuk speaking dan membangun rasa percaya diri.

Semua fasilitas ini bisa Moms & Dads dapatkan mulai Rp70 ribuan per kelas, dan hasilnya telah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students di Indonesia.

Jangan tunggu besok untuk daftar free trial class, karena lagi ada diskon Rp1 juta kalau booking sekarang!

 

Apa Manfaat Executive Function bagi Anak?

Executive function digunakan dalam banyak aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari. 

Berikut beberapa manfaat utamanya.

 

1. Membantu Anak Lebih Fokus saat Belajar

Executive function membantu anak mengarahkan perhatian pada aktivitas yang sedang dilakukan dan mengurangi respons terhadap gangguan yang tidak relevan.

Kemampuan ini dibutuhkan ketika membaca, mendengarkan penjelasan guru, maupun mengerjakan latihan.

 

2. Membantu Anak Mengikuti Instruksi

Working memory membuat anak mampu menyimpan informasi sementara dan menggunakannya untuk menjalankan instruksi.

Semakin kompleks tugasnya, semakin banyak informasi yang perlu diingat dan dikelola.

 

3. Membantu Anak Menyelesaikan Tugas

Anak perlu mengetahui tujuan, menentukan langkah, mempertahankan perhatian, serta mengecek apakah pekerjaannya sudah selesai.

Semua proses tersebut melibatkan executive function.

 

4. Membantu Anak Mengatur Waktu dan Prioritas

Pada anak yang lebih besar, executive function mulai banyak digunakan ketika membuat jadwal, membagi waktu belajar dan bermain, serta menentukan pekerjaan yang perlu didahulukan.

Kemampuan ini berkembang melalui latihan. Karena itu, Moms & Dads tetap perlu memberikan arahan sesuai usia anak.

 

5. Membantu Anak Beradaptasi dengan Perubahan

Tidak semua kegiatan berjalan sesuai rencana.

Cognitive flexibility membantu anak memahami bahwa rencana dapat berubah dan ada lebih dari satu cara untuk menghadapi suatu situasi.

 

6. Membantu Anak Menyelesaikan Masalah

Saat menghadapi masalah, anak perlu memahami situasi, mengingat informasi yang tersedia, mempertimbangkan pilihan, lalu mencoba solusi.

Executive function membantu proses tersebut berjalan lebih terarah.

 

Baca Juga: 10 Cara Melatih Problem Solving pada Anak Sejak Dini

 

Cara Melatih Executive Function pada Anak

Executive function dapat dilatih melalui kegiatan sehari-hari. 

Tidak harus memakai latihan akademik yang rumit, Moms & Dads bisa memulainya dari permainan dan rutinitas sederhana.

 

1. Bermain Permainan yang Memerlukan Aturan

Permainan dengan aturan membantu anak mengingat instruksi sekaligus mengendalikan respons.

Moms & Dads bisa mencoba permainan kartu sederhana, board game, Simon Says, atau permainan bergiliran.

Awali dengan aturan yang mudah, kemudian tingkatkan tantangannya secara bertahap.

 

2. Memberikan Instruksi Bertahap

Berikan instruksi sesuai kemampuan anak.

Untuk anak kecil, mulai dari satu atau dua langkah, misalnya, “Ambil pensil lalu letakkan di meja.”

Setelah anak terbiasa, instruksi dapat dibuat sedikit lebih panjang.

Cara ini memberikan kesempatan bagi anak untuk menggunakan working memory tanpa membuatnya kewalahan.

 

3. Mengajak Anak Membuat Rencana

Sebelum memulai aktivitas, tanyakan kepada anak apa yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

Misalnya sebelum membuat prakarya, Moms & Dads bisa bertanya, “Kita membutuhkan apa saja?” atau “Setelah memotong kertas, selanjutnya apa?”

Pertanyaan sederhana membuat anak terbiasa memikirkan langkah sebelum bertindak.

 

4. Membiasakan Anak Menyelesaikan Tugas sampai Tuntas

Berikan tugas sederhana sesuai usia dan ajak anak menyelesaikannya sampai akhir.

Misalnya menyusun kembali balok setelah bermain, memasukkan pakaian kotor ke keranjang, atau membereskan alat gambar.

Tidak perlu menuntut semuanya langsung sempurna. 

Fokus pada kebiasaan mengikuti proses dari awal sampai selesai.

 

5. Mengajak Anak Memecahkan Masalah Sendiri

Ketika anak menemui kesulitan, Moms & Dads tidak harus langsung memberikan solusi.

Coba tanyakan, “Menurutmu apa yang bisa dilakukan?” atau “Ada cara lain yang bisa dicoba?”

Memberikan ruang untuk berpikir membantu anak belajar mengevaluasi pilihan dan mencari solusi sendiri.

Jika anak masih kesulitan, berikan petunjuk kecil tanpa langsung mengambil alih.

 

6. Bermain Permainan Memori

Permainan memori dapat membantu melatih working memory.

Gunakan kartu bergambar yang harus dicocokkan, permainan mengingat urutan benda, atau meminta anak mengulang beberapa kata dengan urutan yang sama.

Aktivitas dapat dibuat lebih sulit secara bertahap mengikuti kemampuan anak.

 

7. Mengajak Anak Bermain Peran

Manfaat bermain peran membuat anak mengikuti skenario, mengingat peran, merespons lawan bicara, serta menyesuaikan tindakan ketika cerita berubah.

Contohnya bermain restoran, dokter dan pasien, guru dan murid, atau penjual dan pembeli.

Aktivitas seperti ini juga bisa digunakan untuk mempraktikkan bahasa Inggris. Anak dapat belajar menggunakan kalimat sederhana sesuai konteks, misalnya “Can I help you?” atau “How much is this?”

 

8. Membacakan Cerita dan Mengajukan Pertanyaan

Membaca cerita bersama anak juga bisa menjadi latihan executive function.

Setelah membaca beberapa halaman, tanyakan hal-hal seperti, “Apa yang terjadi tadi?”, “Menurutmu tokoh ini akan melakukan apa?”, atau “Kalau kamu menjadi tokoh tersebut, apa yang akan kamu lakukan?”

Anak perlu mengingat isi cerita, menghubungkan informasi, mempertimbangkan kemungkinan, lalu menyampaikan jawabannya.

Aktivitas sederhana ini sekaligus melatih komunikasi dan kemampuan bahasa.

 

Baca Juga: Apa Itu Plastisitas Otak? Manfaatkan Agar Otak Anak Cerdas!

 

Executive function yang kuat membekali anak dengan kemampuan untuk merencanakan, fokus, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. 

Tapi kemampuan ini akan jauh lebih optimal kalau juga didukung skill yang relevan di era global sekarang, seperti bahasa Inggris.

Apalagi, bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang beasiswa, lomba tingkat internasional, pendidikan, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.

 

Live Book Sparks English

Di les bahasa Inggris Sparks English, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia 3–15 tahun dibuat aktif dan sesuai level melalui berbagai kegiatan interaktif.

Anak tidak hanya mempelajari vocabulary dan grammar, tetapi juga mendapat kesempatan menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dalam berbagai konteks.

Apalagi bisa bebas pilih jadwal tersedia dan lokasi center terdekat yang bikin belajar lebih fleksibel.

Plus masih ada bonus free extra sessions, free student kit, sampai free professional teacher consultation yang melengkapi dukungan belajar anak.

Bisa upgrade skill bahasa Inggris anak demi masa depannya cuma ngeluarin mulai Rp70 ribuan dengan fasilitas lengkap in this economy, yakin nggak mau coba dulu?

Jangan sampai nyesel karena nunda stimulasi bahasa Inggris untuk masa depan anak!

Coba kelas trial gratis sekarang lewat live book instan cuma perlu 1 menit!

Author:

Topik:

Share article: