Ada kalanya semangat anak berangkat sekolah menurun, padahal dulu ia selalu excited menyiapkan tas dan sepatu setiap pagi.
Kalau situasi ini terjadi pada si kecil, mungkin saatnya bagi Moms & Dads untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memahami cara agar anak semangat sekolah lagi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab anak kehilangan semangat sekolah sekaligus berbagai cara agar anak semangat belajar dan kembali antusias menjalani rutinitas sekolah.
- Mengapa Anak Bisa Tidak Semangat Sekolah?
- 1. Anak Mengalami Kesulitan Memahami Pelajaran
- 2. Anak Merasa Bosan dengan Rutinitas Sekolah
- 3. Anak Memiliki Masalah dengan Teman atau Lingkungan Sekolah
- 4. Anak Kurang Tidur atau Terlalu Lelah
- 5. Anak Sedang Mengalami Perubahan atau Kesulitan Emosional
- 6. Anak Belum Menemukan Cara Belajar yang Cocok
- 10 Cara agar Anak Semangat Sekolah
Mengapa Anak Bisa Tidak Semangat Sekolah?
Menurunnya semangat sekolah pada anak bisa disebabkan oleh satu atau beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi fisik dan emosi sampai hal yang ia hadapi di sekolah.
Berikut beberapa penyebab yang cukup sering bikin anak kehilangan semangat untuk berangkat atau mengikuti kegiatan di sekolah.
1. Anak Mengalami Kesulitan Memahami Pelajaran
Kesulitan mengikuti pelajaran bisa bikin anak merasa tertinggal dan mulai meragukan kemampuannya sendiri.
Kalau berlangsung terus-menerus, anak bisa merasa dirinya nggak pintar dan akhirnya memilih untuk nggak nyoba lagi karena takut kembali gagal.
2. Anak Merasa Bosan dengan Rutinitas Sekolah
Rutinitas yang sama setiap hari bisa bikin kegiatan sekolah terasa membosankan bagi anak.
Anak yang hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa banyak variasi kegiatan bisa lebih cepat kehilangan minat untuk mengikuti pelajaran.
3. Anak Memiliki Masalah dengan Teman atau Lingkungan Sekolah
Hubungan yang kurang nyaman dengan teman atau orang lain di sekolah bisa bikin anak jadi enggan berangkat sekolah.
Kalau anak merasa nggak nyaman atau terus kepikiran dengan masalah yang terjadi di sekolah, pergi ke sekolah bisa terasa sebagai sesuatu yang membuatnya cemas.
4. Anak Kurang Tidur atau Terlalu Lelah
Anak yang kurang tidur bisa bangun dalam kondisi lelah dan lebih mudah rewel sehingga nggak punya cukup energi untuk menjalani aktivitas di sekolah.
Menurut Sleep Foundation, anak usia sekolah idealnya tidur sekitar 9 hingga 12 jam setiap malam untuk mendukung suasana hati, konsentrasi, dan tumbuh kembangnya.
5. Anak Sedang Mengalami Perubahan atau Kesulitan Emosional
Perubahan besar dalam kehidupan anak, seperti pindah sekolah atau menghadapi masalah dalam keluarga, bisa membuat pikirannya lebih banyak tertuju pada hal tersebut.
Akibatnya, anak mungkin jadi lebih sulit berkonsentrasi atau merasa kegiatan sekolah yang biasanya biasa saja justru terasa lebih berat.
6. Anak Belum Menemukan Cara Belajar yang Cocok
Cara belajar yang kurang sesuai dengan kebutuhan anak bisa bikin pelajaran terasa lebih sulit dan akhirnya membuatnya kehilangan semangat belajar.
Misalnya, anak yang lebih mudah memahami sesuatu lewat gambar atau praktik langsung mungkin akan lebih terbantu dengan kegiatan belajar yang melibatkan kedua cara tersebut.
Salah satu cara paling efektif menumbuhkan semangat belajar adalah memberi anak materi yang sesuai levelnya, termasuk saat mengenalkan bahasa Inggris dan usia dini adalah momen terbaik untuk itu.
Di fase ini, otak anak sedang sangat reseptif dalam menyerap bunyi, kosakata, dan struktur bahasa baru yang jauh lebih mudah dibanding saat mereka sudah besar.
Banyak lho, orang tua yang menyesal karena nggak mengenalkan bahasa Inggris sedini mungkin, karena kalau mengenalkannya saat anak sudah jauh lebih besar perlu effort dan waktu yang lebih besar untuk diserap oleh otak.
Padahal bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang untuk anak masuk sekolah favorit, berprestasi hingga level internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.
Jangan biarkan anak kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Di Sparks English anak akan belajar bahasa Inggris dengan kurikulum berbasis CEFR yang sesuai level sehingga materinya benar-benar sesuai dengan kemampuan tiap anak.
Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang sesuai tumbuh kembang usia anak.
Anak akan dibimbing langsung di kelas semi-private oleh native dan teacher bersertifikasi Cambridge TKT agar anak sekaligus belajar accent yang natural.
Dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas aja, metode ini sudah terbukti bantu lebih dari 25.000 students lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?
Coba kelas trial gratis-nya, selagi ada potongan Rp1 juta khusus buat yang daftar hari ini juga!
10 Cara agar Anak Semangat Sekolah
Anak bisa lebih semangat sekolah ketika orang tua membantu menciptakan suasana yang nyaman dan mendukungnya di rumah.
Berikut 10 cara agar semangat sekolah yang bisa dicoba untuk mulai membangun kebiasaan yang membuat anak nyaman pergi ke sekolah.
1. Ajak Anak Bicara tentang Pengalamannya di Sekolah
Tanyakan tentang kegiatan anak di sekolah untuk mengetahui bagaimana harinya berjalan.
Daripada hanya bertanya, “Tadi di sekolah gimana?”, coba tanyakan hal yang lebih spesifik, seperti apa yang paling seru atau apa yang paling nggak dia sukai hari itu.
Kebiasaan mengobrol seperti ini juga membuat anak lebih nyaman bercerita ketika sedang mengalami masalah di sekolah.
2. Cari Tahu Penyebab Anak Kehilangan Semangat
Sebelum mencari cara untuk mengatasinya, coba cari tahu dulu apa yang membuat anak nggak semangat sekolah.
Penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari pelajaran yang sulit, masalah dengan teman, sampai kurang tidur atau sedang merasa nggak enak badan.
Mulai dengan mengajak anak ngobrol dan memperhatikan perubahan pola tidur atau suasana hatinya.
3. Ciptakan Rutinitas Pagi yang Lebih Nyaman
Pagi yang terburu-buru dan dipenuhi omelan bisa membuat anak memulai hari dengan suasana hati yang kurang baik.
Menyiapkan baju dan perlengkapan sekolah sejak malam bisa membuat pagi hari lebih tenang karena anak nggak perlu kelimpungan mencari-cari barang saat sudah waktunya berangkat.
4. Bantu Anak Menyiapkan Kebutuhan Sekolah
Ajak anak menyiapkan kebutuhan sekolah bersama, seperti memilih buku yang perlu dibawa, menyiapkan seragam, dan memastikan alat tulisnya sudah lengkap.
Dengan begitu, anak nggak perlu terburu-buru di pagi hari dan bisa lebih tenang saat bersiap berangkat sekolah.
5. Pastikan Anak Tidur dan Istirahat yang Cukup
Jadwal tidur yang konsisten, termasuk saat akhir pekan, membantu anak terbiasa tidur dan bangun pada waktu yang sama.
Mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur juga bisa membantu anak lebih mudah bersiap untuk tidur.
Baca Juga: Umur Berapa Anak Boleh Pegang HP? Ini 5 Tanda Kesiapannya!
6. Berikan Apresiasi atas Usaha Anak
Berikan apresiasi pada usaha anak, bukan hanya ketika ia mendapatkan nilai bagus atau berhasil menyelesaikan sesuatu.
Riset psikolog Carol Dweck yang dirangkum University of Washington menunjukkan bahwa pujian terhadap usaha dapat membantu anak mengembangkan growth mindset dan lebih mau mencoba lagi ketika mengalami kegagalan.
7. Hindari Membandingkan Anak
Membandingkan anak dengan kakak, adik, atau temannya dengan tujuan memotivasi justru bisa membuat anak merasa dirinya kurang baik.
Kebiasaan membandingkan anak seperti ini dapat berdampak pada rasa percaya diri dan kondisi emosional anak dalam jangka panjang.
8. Bantu Anak Mengatasi Pelajaran yang Dianggap Sulit
Saat anak merasa kesulitan memahami pelajaran, jangan langsung menganggap ia tidak mampu.
Coba bagi materi menjadi bagian-bagian kecil atau hubungkan dengan hal yang sudah dikenal anak agar materi tersebut lebih mudah dipahami.
9. Hubungkan Pelajaran dengan Hal yang Disukai Anak
Menghubungkan pelajaran dengan hal yang disukai anak bisa membuat kegiatan belajar terasa lebih menarik.
Misalnya, anak yang suka menggambar bisa belajar berhitung dengan menggunakan gambar atau benda yang berkaitan dengan hobinya.
Cara seperti ini bisa membantu anak belajar tanpa merasa sedang dipaksa untuk terus menghafal.
10. Ciptakan Pengalaman Belajar yang Lebih Menyenangkan
Belajar nggak harus selalu dilakukan dengan duduk di depan buku karena anak juga bisa belajar lewat permainan atau kegiatan praktik.
Semakin banyak cara belajar yang dicoba, semakin mudah bagi anak menemukan kegiatan yang membuatnya menikmati proses belajar.
Ketika belajar terasa menyenangkan, anak bisa lebih mudah membangun kebiasaan belajar yang baik dan membawanya ke jenjang sekolah berikutnya.
Salah satu penyebab anak kehilangan semangat belajar adalah belum ketemu cara yang cocok buat dirinya, dan hal ini juga berlaku saat anak mulai belajar bahasa Inggris.
Selain pakai cara yang cocok, belajar bahasa Inggris juga sebaiknya dimulai sejak dini.
Apalagi persaingan sekarang makin ketat, anak yang udah mulai belajar bahasa Inggris lebih awal bakal lebih siap menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Kemampuan ini nantinya juga bisa jadi bekal berharga buat anak, mulai dari kesempatan ikut kompetisi internasional, beasiswa, sampai peluang kuliah dan berkarier di luar negeri.

Sparks English adalah kursus bahasa Inggris anak yang menerapkan full English environment sehingga anak terbiasa active speaking.
Sebelum anak masuk kelas placement test dulu, jadi materinya memang sesuai level proficiency-nya.
Fasilitas belajarnya didesain ramah anak, Moms & Dads bebas pilih jadwal yang tersedia dan bebas pilih lokasi center terdekat.
Apalagi ada bonus free extra sessions tiap pekan bareng internasional teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.
Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain dengan harga yang ekonomis ramah banget di kantong!
Coba free trial class-nya sekarang lewat live booking instan cuma 1 menit!


