Dalam belajar bahasa Inggris, sering kali bingung mengapa kita boleh mengatakan “I am playing” tapi tidak boleh mengatakan “I am knowing”.
Jawabannya terletak pada stative verb.
Memahami apa itu stative verb adalah kunci agar tata bahasa (grammar) terdengar natural dan akurat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam, mulai dari definisi, contoh stative verb, hingga perbedaannya dengan dynamic verb.
Apa Itu Stative Verb?
Stative verb adalah kata kerja yang menggambarkan keadaan (state), situasi, atau kondisi, bukan sebuah aksi atau tindakan fisik yang aktif.
Berbeda dengan action verb (dynamic verb) yang bisa dilakukan dan dilihat secara langsung, stative verb menggambarkan apa yang ada di dalam pikiran atau keadaan seseorang.
Karena menggambarkan keadaan yang cenderung tetap atau tidak berubah dalam waktu singkat, stative verb umumnya tidak boleh digunakan dalam bentuk Continuous Tense (ing-form).
Contoh sederhana:
(Benar) I know your name.
(Salah) I am knowing your name.
Jenis Stative Verb
Berikut adalah jenis-jenis stative verb yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
1. Opini dan Keyakinan
Jenis ini digunakan untuk menyatakan pendapat, pikiran, atau keyakinan terhadap sesuatu.
Kata kerja ini menunjukkan apa yang dipikirkan atau dipercayai, bukan tindakan fisik.
|
Verb |
Arti | Verb |
Arti |
| Know | Mengetahui | Remember | Mengingat |
| Understand | Mengerti | Forget | Melupakan |
| Believe | Percaya | Agree | Setuju |
| Think | Berpendapat | Disagree | Tidak setuju |
| Recognize | Mengenali | Doubt | Meragukan |
Contoh Penggunaan:
- Salah: I am knowing the answer.
- Benar: I know the answer.
- Salah: She is agreeing with you.
- Benar: She agrees with you.
2. Stative Verb untuk Kepemilikan
Jenis ini digunakan untuk menyatakan kepunyaan atau hubungan kepemilikan.
Kata kerja ini menjelaskan apa yang dimiliki seseorang, bukan sesuatu yang sedang dilakukan.
|
Verb |
Arti | Verb |
Arti |
| Have | Mempunyai | Own | Memiliki |
| Belong | Milik | Possess | Memiliki |
| Include | Termasuk | Lack | Kekurangan |
| Consist | Terdiri dari | Owe | Berhutang |
Contoh Penggunaan:
- Salah: That bag is belonging to me.
- Benar: That bag belongs to me.
- Salah: He is owning a big house.
- Benar: He owns a big house.
3. Stative Verb untuk Emosi dan Perasaan
Jenis ini menunjukkan perasaan atau emosi yang dirasakan seseorang.
Sering digunakan untuk mengungkapkan likes and dislike.
Kata kerja ini menggambarkan perasaan dari dalam, bukan aktivitas yang bisa dilakukan.
|
Verb |
Arti | Verb |
Arti |
| Like | Suka | Dislike | Tidak suka |
| Love | Mencintai | Hate | Membenci |
| Prefer | Lebih suka | Adore | Mengagumi |
| Want | Ingin | Care | Peduli |
| Need | Butuh | Mind | Keberatan |
Contoh Penggunaan:
- Salah: I am liking ice cream.
- Benar: I like ice cream.
- Salah: Are you needing help?
- Benar: Do you need help?
4. Persepsi dan Indera Manusia
Kata kerja ini berhubungan dengan kelima panca indra manusia (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba) ketika indra tersebut menerima rangsangan secara tidak sengaja/alami.
|
Verb |
Arti | Verb |
Arti |
| See | Melihat | Feel | Terasa |
| Hear | Mendengar | Look | Terlihat |
| Smell | Berbau | Sound | Terdengar |
| Taste | Terasa (rasanya) | Sense | Merasakan |
Contoh Penggunaan:
- Salah: This cake is tasting delicious.
- Benar: This cake tastes delicious.
- Salah: You are looking tired. (Sering diucapkan, tapi secara gramatikal formal kurang tepat)
- Benar: You look tired.
5. Stative Verb untuk Ukuran dan Komposisi
Kata kerja ini digunakan untuk mendeskripsikan spesifikasi suatu benda, seperti berat, harga, atau ukuran.
|
Verb |
Arti | Verb |
Arti |
| Weigh | Beratnya | Cost | Harganya |
| Measure | Ukurannya | Equal | Sama dengan |
| Contain | Berisi | Fit | Pas/Cocok |
Contoh Penggunaan:
- Salah: The box is weighing 5 kg.
- Benar: The box weighs 5 kg.
- Salah: It is costing too much money.
- Benar: It costs too much money.
6. Kondisi
Jenis ini digunakan untuk menggambarkan keadaan atau situasi seseorang atau sesuatu.
Kata kerja ini menyatakan kondisi yang sedang dialami, bukan tindakan.
|
Verb |
Arti | Verb |
Arti |
| Be | Adalah/Ada | Exist | Ada |
| Seem | Kelihatannya | Matter | Penting |
| Appear | Tampak | Deserve | Pantas |
| Resemble | Mirip | Mean | Berarti |
Contoh Penggunaan:
- Salah: He is seeming happy.
- Benar: He seems happy.
- Salah: The problem is existing.
- Benar: The problem exists.
Baca Juga: Verb Conjugations: Pengertian, 3 Jenis, Penggunaan & Contoh
Verb yang Dapat Menjadi Stative dan Dynamic
Beberapa verb berubah fungsi tergantung konteks: stative untuk keadaan tetap, dynamic untuk aksi.
|
Verb |
Sebagai Stative (State) |
Sebagai Dynamic (Action) |
| Have | Memiliki
I have a car. (Saya punya mobil) |
Melakukan aktivitas/Makan
I am having lunch. (Saya sedang makan siang) |
| Think | Berpendapat
I think it’s good. (Menurut saya…) |
Proses berpikir
I am thinking about the exam. (Saya sedang memikirkan ujian) |
| See | Melihat (dengan mata)
I see a bird. |
Bertemu/Menemui
I am seeing the doctor tomorrow. (Saya akan menemui dokter) |
| Taste | Memiliki rasa
The soup tastes salty. (Sop ini rasanya asin) |
Mencicipi
The chef is tasting the soup. (Koki sedang mencicipi sop) |
| Smell | Memiliki aroma
The flower smells good. |
Mengendus/Mencium bau
She is smelling the flower. |
| Be | Karakter asli
He is kind. (Dia orang baik) |
Perilaku sementara
He is being silly. (Dia sedang bertingkah konyol) |
Apa Perbedaan Stative Verb dan Linking Verb?
Meskipun mirip, stative verb dan linking verb tidak selalu sama.
Stative verb:
- Menyatakan keadaan, perasaan, atau pikiran
- Tidak selalu menghubungkan ke adjective
Contoh: know, like, believe
Linking verb:
- Menghubungkan subjek dengan kata sifat atau noun
Contoh: be, seem, become
Contoh perbandingan:
- Be (is/am/are):
- She is smart. -> Ini adalah Linking Verb (menghubungkan She + smart) dan juga Stative Verb.
- Seem:
- He seems nice. -> Ini adalah Linking Verb DAN Stative Verb.
- Know:
- I know the answer. -> Ini adalah Stative Verb, tapi bukan linking Verb (karena “the answer” adalah objek langsung, bukan penjelasan kondisi subjek).
Baca Juga: 50 Contoh Phrasal Verb Lengkap dengan Penjelasannya
Memahami apa itu stative verb membantu menyusun kalimat bahasa Inggris yang lebih akurat dan terdengar alami.
Kuncinya adalah mengingat bahwa stative verb berbicara tentang perasaan, pikiran, kepemilikan, dan indra, yang tidak bisa diberi akhiran -ing.
Masih banyak materi bahasa Inggris menarik lainnya yang disajikan dengan cara interaktif di les bahasa Inggris Sparks English.
Nggak hanya itu, kamu juga akan practice speaking dengan native teacher yang bikin skill speaking kamu bisa berkembang cepat.
Hanya di Sparks English, kursus bahasa Inggris dengan native teacher tapi harganya terjangkau mulai Rp70 ribu aja.
Ayo coba free trial classnya sekarang dan buktiin sendiri bedanya belajar di Sparks English!



