Banyak orang masih bingung soal perbedaan will dan shall, padahal keduanya sering muncul dalam percakapan maupun teks bahasa Inggris sehari-hari.
Sekilas memang terlihat mirip karena sama-sama dipakai untuk menyatakan masa depan.
Tapi ternyata penggunaan will dan shall punya konteks yang berbeda, lho.
Yuk kita bahas tuntas perbedaan shall dan will supaya kamu nggak salah pakai lagi!
- Arti Will dan Shall
- Perbedaan Will dan Shall
- Penggunaan Will dan Contoh Kalimatnya
- Penggunaan Shall dalam Bahasa Inggris
- Kesimpulan
Arti Will dan Shall
Sebelum masuk ke perbedaan will dan shall, penting untuk tahu dulu apa arti masing-masing kata.
Banyak yang langsung bingung di sini karena terjemahannya ke bahasa Indonesia mirip banget.
Will Artinya
Menurut Cambridge Dictionary, will adalah modal verb yang dipakai untuk merujuk pada peristiwa di masa depan, mengungkapkan niat atau keinginan, dan juga bisa digunakan untuk meminta atau menyuruh seseorang melakukan sesuatu.
Dalam bahasa Indonesia, will paling sering diartikan sebagai “akan”.
Tapi lebih dari itu, will juga mencerminkan keyakinan atau keputusan si pembicara soal sesuatu yang bakal terjadi.
Will bisa dipakai untuk semua subjek, baik I, you, he, she, we, maupun they.
Bentuk negatifnya adalah won’t (will not) dan dalam percakapan informal sering disingkat menjadi ‘ll.
Shall Artinya
Kalau shall, Cambridge Dictionary mendefinisikannya sedikit berbeda.
Jadi, shall artinya secara harfiah juga “akan”, tapi pemakaiannya jauh lebih terbatas.
Shall hanya digunakan bersama subjek I dan we, dan nadanya lebih formal dibandingkan will.
Bentuk negatifnya adalah “shall not” untuk menegaskan sesuatu.
Perbedaan Will dan Shall
Secara arti, will dan shall sama-sama berarti “akan” dalam bahasa Indonesia.
Tapi disitulah jebakannya karena banyak orang langsung menganggap keduanya bisa saling menggantikan kapan saja.
Padahal penggunaan will dan shall punya aturan yang cukup berbeda, terutama soal subjek dan tingkat formalitasnya.
Berikut ringkasan perbedaan shall dan will dalam bentuk tabel:
| Aspek | Will | Shall |
| Arti | Akan | Akan |
| Penggunaan umum | Masa depan umum, niat, keputusan | Formal, saran, penawaran |
| Subjek yang umum | Semua subjek (I, you, he, she, we, they) | Biasanya hanya I dan We |
| Tingkat formalitas | Lebih umum dan modern | Lebih formal |
| Penggunaan sehari-hari | Sangat sering | Lebih jarang |
| Bentuk negatif | Won’t (will not) | Shan’t (shall not) |
| Konteks khusus | Percakapan kasual hingga semi-formal | Dokumen hukum, konteks resmi |
Perbedaan paling mencolok ada di dua hal yaitu subjek dan formalitas.
Will bisa dipakai bareng subjek apa saja dan cocok untuk hampir semua situasi, mulai dari obrolan santai sampai tulisan semi-formal.
Sementara shall hampir selalu muncul bersama “I” dan “we” saja, dan nuansanya terasa lebih kaku atau resmi.
Satu hal lagi yang perlu dicatat adalah dalam bahasa Inggris modern, terutama American English, shall sudah jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Shall justru lebih sering muncul di dokumen hukum, kontrak, atau tulisan formal.
Jadi kalau kamu belajar English untuk komunikasi sehari-hari, will adalah pilihan yang jauh lebih aman dan natural.

Mau belajar bahasa Inggris dengan cara interaktif dan mudah dipahami? Belajar bareng Sparks English aja!
Di Sparks English, kamu akan dilatih speaking, reading, hingga listening bareng native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT.
Kelasnya semi-private supaya fokus pada perkembangan setiap anak yang bikin mereka jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris!
Ada free trial class lho yang bisa kamu coba dulu!
Penggunaan Will dan Contoh Kalimatnya
Will adalah modal verb yang paling fleksibel di antara keduanya.
Hampir di semua situasi, will bisa kamu andalkan, baik untuk ngomong soal rencana, janji, maupun sesuatu yang kamu yakini bakal terjadi.
Nah, berikut beberapa penggunaan will yang paling umum beserta contoh kalimatnya!
1. Menyatakan Masa Depan
Ini adalah fungsi will yang paling dasar dan paling sering muncul.
Will dipakai untuk menyatakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, baik itu rencana yang sudah pasti maupun sesuatu yang baru diputuskan saat itu juga.
Contoh kalimat:
- I will call you tonight. (Aku akan meneleponmu malam ini.)
- She will start her new job next Monday. (Dia akan mulai pekerjaan barunya hari Senin depan.)
2. Membuat Janji
Will juga sering dipakai untuk mengungkapkan janji atau komitmen.
Ketika seseorang bilang “I will…”, ada niat yang kuat dan kesungguhan di baliknya, bukan sekadar perkiraan.
Contoh kalimat:
- I will finish this project before the deadline. (Aku akan menyelesaikan proyek ini sebelum deadline.)
- I won’t let you down, I promise. (Aku tidak akan mengecewakanmu, janji.)
3. Menyatakan Prediksi
Selain rencana dan janji, will juga digunakan untuk menyatakan prediksi, yaitu sesuatu yang kamu yakini akan terjadi berdasarkan logika, pengalaman, atau intuisi, meski belum ada kepastiannya.
Contoh kalimat:
- It will rain tomorrow. (Besok akan hujan.)
- This technology will change everything in the next five years. (Teknologi ini akan mengubah segalanya dalam lima tahun ke depan.)
Baca Juga: Apa Itu Simple Future Tense? 5 Penggunaan, Rumus, & Contoh
Penggunaan Shall dalam Bahasa Inggris
Kalau will lebih ke pernyataan, shall justru lebih sering muncul dalam bentuk pertanyaan atau kalimat yang melibatkan orang lain.
Penggunaan shall cenderung lebih formal dan sopan.
Berikut adalah penggunaan shall dalam bahasa Inggris dan contohnya!
1. Memberikan Saran
Shall sering dipakai untuk mengajak atau menyarankan sesuatu, terutama ketika subjeknya adalah “we”.
Nada yang muncul terasa lebih halus dan nggak memaksa dibandingkan kalau pakai will.
Contoh kalimat:
- Shall we discuss this further? (Apakah kita akan mendiskusikan ini lebih lanjut?)
- Shall we try a different approach? (Bagaimana kalau kita coba pendekatan yang berbeda?)
2. Menawarkan Bantuan
Shall juga sering digunakan untuk menawarkan bantuan, terutama dengan pola “Shall I…?”.
Dalam situasi ini, shall terdengar lebih sopan dan formal dibandingkan “Do you want me to…?” atau “Should I…?”.
Contoh kalimat:
- Shall I carry that for you? (Boleh saya bawakan itu untuk Anda?)
- Shall I send the report to your email? (Saya kirimkan laporannya ke email Anda?)
3. Digunakan dalam Kalimat Formal
Ini adalah konteks di mana shall paling sering bertahan hingga hari ini.
Dalam dokumen hukum, kontrak, atau peraturan resmi, shall dipakai untuk menyatakan kewajiban atau ketentuan yang harus dipenuhi.
Contoh kalimat:
- The contractor shall complete the work within 30 days. (Kontraktor wajib menyelesaikan pekerjaan dalam 30 hari.)
- All employees shall comply with the company policy. (Semua karyawan wajib mematuhi kebijakan perusahaan.)
Baca Juga: Apa Perbedaan Will dan Going To dan Bagaimana Contohnya?
Kesimpulan
Intinya will dan shall sama-sama berarti “akan” hanya saja will lebih fleksibel, sedangkan shall lebih terbatas dan formal.
Kalau kamu belajar bahasa Inggris untuk kebutuhan sehari-hari, will adalah pilihan yang lebih aman dan natural.
Tapi kalau kamu sering berurusan dengan dokumen resmi, kontrak, atau tulisan hukum, penting juga untuk paham kapan shall harus dipakai.
Supaya kemampuan bahasa Inggrismu makin berkembang, yuk lanjut belajar bareng Sparks English, kursus bahasa Inggris yang sudah dipercaya lebih dari 25.000 students!
Kamu akan belajar bareng native teacher dan tutor profesional, kelas semi-private, harga ekonomis, dan metode yang interaktif bikin progress-mu kerasa nyata dari hari ke hari.
Masih ragu? Coba dulu free trial class-nya sekarang sebelum promonya berakhir!


