Kata If sering sekali kita dengar dan gunakan.
Fungsinya if clause sendiri adalah mengekspresikan kemungkinan, kebiasaan, harapan, dan situasi khayalan dengan cara yang benar.
Apa hanya itu? Mari simak penjelasan lebih lengkap di artikel ini!
Apa Itu If Clause?
If clause adalah bagian dari conditional sentence yang menyatakan kondisi atau syarat, biasanya dimulai dengan kata “if” diikuti subjek dan verba.
Secara struktur, sebuah kalimat pengandaian terdiri dari dua bagian utama:
If Clause (Condition): Bagian yang berisi syarat atau kondisi (diawali kata “if”).
Main Clause (Result): Bagian yang menjelaskan hasil atau konsekuensi jika syarat tersebut terpenuhi.
Contoh sederhana:
If it rains, I stay at home. (Jika hujan, aku tinggal di rumah.)
If it rains = if clause (syarat)
I stay at home = main clause (hasil)
Fungsi If Clause
If clause digunakan untuk:
- Menyatakan kebiasaan.
- Membicarakan kemungkinan di masa depan.
- Mengungkapkan khayalan atau impian.
- Menjelaskan penyesalan di masa lalu.
Rules dalam If Clause
Terdapat beberapa aturan dalam if clause, seperti:
1. Posisi Bisa Ditukar
Kamu bisa meletakkan if clause di depan atau di belakang.
- If it rains, I will stay at home. (Pakai koma jika if di depan).
- I will stay at home if it rains. (Tanpa koma jika if di tengah).
2. Tenses Harus Sinkron
Setiap tipe if clause memiliki pasangan tenses yang sudah tetap.
Kamu tidak bisa mencampuradukkan Past Tense dengan Future Tense secara sembarangan.
3. Penggunaan “Were” untuk Semua Subjek
Dalam situasi formal atau tipe 2, subjek I, he, she, it biasanya menggunakan were (bukan was) untuk menekankan bahwa ini hanyalah imajinasi.
4. If clause tidak menggunakan “will”
Jika kamu menulis if clause menggunakan will, itu adalah kesalahan.
- Contoh salah: If you will study, you will pass.
- Contoh benar: If you study, you will pass.
Macam-macam If Clause
Terdapat empat tipe utama conditional sentences, berikut penjelasannya.
1. If Clause Type 0 (Zero Conditional)
Zero conditional digunakan untuk menyatakan fakta umum atau kebiasaan yang selalu benar.
Karakteristiknya adalah menekankan hubungan sebab-akibat (cause and effect) selalu benar.
Rumus: If + simple present, simple present.
Contoh:
- If you heat ice, it melts. (Jika kamu memanaskan es, es akan mencair.)
- If kids don’t eat, they feel hungry. (Jika anak-anak tidak makan, mereka merasa lapar.)
2. If Clause Tipe 1 (First Conditional)
Digunakan untuk membicarakan kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan.
Karakteristiknya adalah kalimatnya rencana yang realistis.
Rumus: If + Simple Present, will + Verb 1
Contoh:
- If it rains, I will bring an umbrella. (Jika hujan, aku akan membawa payung.)
- If you study hard, you will get good grades. (Jika kamu belajar giat, kamu akan mendapat nilai bagus.)
3. If Clause Tipe 2 (Second Conditional)
Tipe ini digunakan saat membicarakan situasi khayalan atau tidak nyata di masa sekarang.
Rumus: If + Simple Past, Past Future (Would + Verb 1)
Contoh:
- If I had a magic wand, I would help everyone. (Jika aku punya tongkat sihir, aku akan menolong semua orang.)
- If I were you, I would study English every day. (Jika aku jadi kamu, aku akan belajar bahasa Inggris setiap hari.)
4. If Clause Tipe 3 (Third Conditional)
Tipe ini digunakan untuk membicarakan masa lalu yang sudah terjadi.
Biasanya digunakan untuk mengungkapkan penyesalan atau bayangan tentang skenario alternatif di masa lalu.
Rumus: If + Past Perfect (Had + V3), Future Perfect (Would have + V3)
Contoh:
- If I had studied, I would have passed the test. (Jika aku dulu belajar, aku pasti sudah lulus.)
- If she had left earlier, she would have arrived on time. (Jika dia berangkat lebih awal, dia pasti sudah sampai tepat waktu.)
Kesimpulan
If clause (if conditional) adalah bagian syarat dalam conditional sentence yang terdiri dari if clause + main clause.
|
Tipe |
Kegunaan | Rumus Singkat |
Contoh |
| Type 0 | Fakta Umum | Present + Present | If it rains, the ground gets wet. |
| Type 1 | Kemungkinan Masa Depan | Present + Will | If I win, I will treat you. |
| Type 2 | Khayalan/Imajinasi | Past + Would | If I had wings, I would fly. |
| Type 3 | Penyesalan Masa Lalu | Past Perfect + Would Have | If I had studied, I would have passed. |
Baca Juga: Perbedaan Between dan Among: Penggunaan dan Contoh Kalimat
Dengan memahami if clause akan lebih mudah dalam membuat kalimat bahasa Inggris, meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris.
Ingin materi bahasa Inggris menarik lainnya? Ayo bergabung di kursus bahasa Inggris Sparks English!
Kapan lagi belajar bahasa Inggris secara interaktif dipandu langsung oleh tutor profesional hingga native speaker, biaya les juga terjangkau mulai dari Rp70 ribu per sesi!
Setiap sesi dirancang agar kamu terbiasa berpikir dan berbicara bahasa Inggris dengan cepat dan natural.
Ayo bisa daftar free trial class juga untuk buktiin bedanya belajar di Sparks English!
Coba sekarang ya karena kuota terbatas, lho!



