Pernah dengar istilah discourse markers tapi masih bingung apa maksudnya?
Sederhananya, discourse markers adalah kata atau frasa yang digunakan untuk menghubungkan ide dalam percakapan atau tulisan.
Kalau kamu lagi cari contoh discourse markers, sebenarnya kita sering banget pakai tanpa sadar, lho!
Ayo kita bahas selengkapnya!
Pengertian Discourse Markers
Discourse markers adalah kata, frasa, atau ungkapan dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menghubungkan, mengatur, atau memperjelas alur suatu percakapan maupun tulisan.
Kalau kamu masih bertanya-tanya, sebenarnya discourse markers itu apa, bayangkan saat kamu ngomong “well…”, “so…”, atau “by the way…”.
Kata-kata ini menurut cambridge dictionary membantu kita untuk menghubungkan, mengorganisasi, dan mengatur apa yang kita katakan atau tulis, serta mengekspresikan sikap.
Jadi, meskipun terlihat sederhana, perannya cukup penting dalam komunikasi sehari-hari.
Fungsi Dari Discourse Markers
Setelah paham pengertian discourse markers, sekarang kita bahas fungsinya dalam komunikasi sehari-hari.
Berikut beberapa fungsi utamanya.
1. Untuk Memulai dan Mengakhiri Pembicaraan
Dalam percakapan, kita jarang langsung masuk ke inti tanpa pembuka atau berhenti begitu saja tanpa penutup.
Di sinilah discourse markers berperan penting sebagai jembatan yang membuat awal dan akhir pembicaraan terasa lebih halus dan sopan.
Selain itu, penggunaan discourse markers di bagian ini juga membantu memberi sinyal kepada lawan bicara bahwa sebuah topik akan dimulai atau sudah selesai.
2. Untuk Mengalihkan Topik
Saat berbicara, kita sering berpindah dari satu topik ke topik lain.
Kalau kamu mau pindah topik tanpa terasa tiba-tiba, gunakan discourse markers supaya transisinya halus sehingga pendengar tetap bisa mengikuti alur pembicaraan dengan baik.
3. Sebagai Alat untuk Word Ordering
Discourse markers juga berperan dalam mengatur urutan ide dalam kalimat atau paragraf.
Ini berkaitan erat dengan konsep word order, yaitu bagaimana kata dan informasi disusun agar mudah dipahami.
Dengan bantuan discourse markers, informasi bisa disampaikan secara bertahap dan logis, mulai dari pembukaan, isi, hingga kesimpulan.

Ingin belajar bahasa Inggris sampai mahir dengan cara fun? Gabung di Sparks English aja!
Di Sparks English, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga aktif speaking lewat diskusi seru, latihan real conversation, dan dapat feedback langsung dari native teacher.
Metodenya dirancang sesuai level, jadi progres belajarmu lebih cepat dan terarah.
Ayo coba kelas gratisnya sekarang!
Tipe-Tipe Discourse Markers
Discourse markers dibagi menjadi empat kategori utama sebagai berikut.
1. Interpersonal Markers
Jenis ini digunakan untuk menunjukkan hubungan antara pembicara dan pendengar, termasuk ekspresi sikap, emosi, atau respon terhadap lawan bicara.
Fungsinya adalah untuk menunjukkan perhatian, persetujuan, ketidakpastian, atau reaksi spontan.
Contoh discourse markers: Look, believe me, exactly, I’m not sure, wow
Contoh kalimat:
- Believe me, this place is really good. (Percayalah, tempat ini benar-benar bagus.)
- Exactly, that’s what I was thinking! (Tepat sekali, itu juga yang aku pikirkan!)
2. Referential Markers
Referential markers biasanya berupa conjunction yang berfungsi untuk menunjukkan hubungan logis antar ide, seperti urutan, sebab-akibat, atau pertentangan.
Contoh discourse markers: Because, then, and, but
Contoh kalimat:
- She stayed at home because she was sick. (Dia tetap di rumah karena dia sakit.)
- Finish your homework, then you can play. (Selesaikan PR-mu, lalu kamu bisa bermain.)
3. Structural Markers
Structural markers berfungsi untuk mengatur struktur pembicaraan atau tulisan, termasuk menunjukkan urutan, pembukaan, hingga penutup.
Ini membantu audiens memahami mana informasi yang penting dan bagaimana alurnya.
Contoh discourse markers: First of all, so, in the end
Contoh kalimat:
- First of all, we need to understand the problem. (Pertama-tama, kita perlu memahami masalahnya.)
- In the end, everything worked out well. (Pada akhirnya, semuanya berjalan dengan baik.)
4. Cognitive marker
Tipe ini berkaitan dengan proses berpikir pembicara, seperti saat sedang memproses informasi, menyadari sesuatu, atau mengoreksi ucapan.
Jenis ini sangat dekat dengan interjection karena sering muncul secara spontan.
Contoh discourse markers: Uhh, oh, I mean
Contoh kalimat:
- Uhh, let me think for a moment. (Hmm, biar aku pikirkan sebentar.)
- Oh! I forgot to tell you something. (Oh! Aku lupa memberitahumu sesuatu.)
Daftar Kata Discourse Markers
Sekarang kita lihat daftar contoh discourse markers yang sering digunakan, baik saat berbicara maupun dalam penulisan.
Saat Berbicara
Kalau kamu sering nonton film bahasa Inggris, pasti bakal sering banget nemu discourse markers.
Biasanya ini dipakai biar ngobrol terasa lebih natural dan nggak kaku.
| Markers | Arti | Contoh Kalimat |
| Well | Yah / jadi | Well, I think it’s okay. |
| So | Jadi | So, what’s your plan? |
| Anyway | Ngomong-ngomong | Anyway, let’s continue. |
| By the way | Oh ya / ngomong ngomong | By the way, where are you from? |
| Actually | Sebenarnya | Actually, I don’t agree. |
| You know | Kamu tahu | You know, it’s not easy. |
| I mean | Maksudku | I mean, we should try again. |
| Okay | Oke | Okay, let’s start. |
| Right | Ya kan | It’s good, right? |
| Oh | Oh | Oh, I see. |
| Wow | Wow | Wow, that’s amazing! |
| Um | Hmm | Um, I’m not sure. |
| Uh | Eh | Uh, can you repeat? |
| Like | Seperti / kayak | It’s like really fun. |
| Yeah | Ya | Yeah, I agree. |
Dalam Penulisan
Kalau yang ini biasanya sering muncul di essay, artikel, atau tugas sekolah.
Fungsinya biar tulisan kamu lebih rapi, terstruktur, dan enak dibaca.
| Markers | Arti | Contoh Kalimat |
| Firstly | Pertama | Firstly, we need a plan. |
| Secondly | Kedua | Secondly, prepare the tools. |
| Then | Kemudian | Then, mix the ingredients. |
| Next | Selanjutnya | Next, add some water. |
| Finally | Akhirnya | Finally, serve the food. |
| However | Namun | It’s good, however, expensive. |
| Therefore | Oleh karena itu | He was late, therefore he missed it. |
| Moreover | Selain itu | It’s cheap, moreover, useful. |
| In addition | Tambahan | In addition, we need support. |
| For example | Misalnya | For example, use this method. |
| In conclusion | Kesimpulan | In conclusion, it works well. |
| To sum up | Untuk merangkum | To sum up, we succeeded. |
| On the other hand | Di sisi lain | On the other hand, it’s risky. |
| As a result | Akibatnya | He studied hard, as a result, he passed. |
| In fact | Faktanya | In fact, it’s quite simple. |
Baca Juga: Apa Itu Word Stress? Ini Penggunaannya dalam Bahasa Inggris
Sekarang kamu sudah paham arti discourse markers, fungsinya, jenis-jenisnya, sampai berbagai contoh discourse markers yang bisa langsung dipakai.
Kalau kamu mau mahir berbahasa Inggris dan belajar berbagai materi lainnya, yuk belajar bareng di les bahasa Inggris anak Sparks English!
Metode belajarnya dirancang khusus mengikuti usia sehingga penyampaian materinya bikin kamu cepat paham.
Menariknya lagi, mulai Rp70 ribu per sesi kamu sudah bisa dibimbing langsung oleh native teacher dan tutor berpengalaman
Coba dulu lewat free trial class sekarang, kuota terbatas lho!


