Past future tense sering bikin bingung karena namanya terdengar maju tapi mundur.
Padahal, kalau dipahami pelan-pelan, past future tense adalah bentuk tense yang dipakai untuk membicarakan rencana atau kejadian di masa depan, tapi dilihat dari sudut pandang masa lalu.
Tense ini sering muncul dalam cerita, laporan, atau kalimat tidak langsung saat kita menceritakan ulang sebuah rencana.
Artikel ini akan membahas apa itu past future tense, lengkap dengan rumus past future tense dan contohnya yang mudah dipahami.
Mari simak selengkapnya!
Apa Itu Past Future Tense?
Past future tense adalah bentuk tense yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang di masa lalu dianggap akan terjadi di masa depan, tetapi kini peristiwa tersebut sudah menjadi bagian dari masa lalu.
Dengan kata lain, tense ini dipakai saat kita menceritakan ulang rencana, dugaan, atau prediksi yang pernah kita buat di masa lalu.
Dalam past future tense, benar atau tidaknya kejadian tersebut tidak menjadi masalah.
Yang penting adalah keyakinan, dugaan, atau rencana di masa lalu bahwa sesuatu akan terjadi.
Karena itu, tense ini sering dipakai saat menceritakan ulang rencana, kemungkinan, atau prediksi dalam cerita, laporan, maupun kalimat tidak langsung.
Kapan Menggunakan Past Future Tense?
1. Menyatakan Perencanaan
Past future digunakan ketika ingin menyampaikan rencana yang sudah ada di masa lalu untuk dilakukan di masa depan.
Dalam konteks ini, past future tense biasanya memakai pola “was/were going to”, yang menandakan bahwa pada saat itu sudah ada niat atau perencanaan, meskipun hasil akhirnya bisa saja berubah.
Karena itu, past future tense sangat umum dipakai dalam cerita, laporan, atau percakapan sehari-hari ketika membahas rencana yang tidak berjalan sesuai harapan.
Contoh past future tense:
- My parents said we were going to visit my grandmother. (Orang tuaku bilang kami akan mengunjungi nenekku.)
- He thought the meeting was going to start at nine. (Dia mengira rapatnya akan mulai jam sembilan.)
2. Menyatakan Janji
Past future juga digunakan untuk menyampaikan janji (appointment) yang diucapkan di masa lalu.
Kalimat bentuk ini paling sering muncul menggunakan auxiliary verb berupa “would”.
Biasanya, pola ini muncul ketika kita menceritakan ulang janji seseorang, baik janji tersebut akhirnya ditepati maupun tidak.
Contoh past future tense:
- My brother said he would pick me up after school. (Kakakku bilang dia akan menjemputku setelah sekolah.)
- They said they would take responsibility for the mistake. (Mereka mengatakan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.)
3. Menunjukkan Kesukarelaan
Past future tense juga digunakan untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan secara sukarela.
Artinya, di masa lalu seseorang percaya atau berharap bahwa orang lain bersedia melakukan suatu aksi di masa depan.
Nah di tense ini, auxiliary verb berupa “would” digunakan karena menandakan kemauan, niat, atau kesediaan.
Contoh past future tense:
- I believed she would help me even if I didn’t ask. (Aku percaya dia akan membantuku meskipun aku tidak meminta.)
- I knew my parents would understand my choice. (Aku tahu orang tuaku akan memahami pilihanku.)
4. Menyatakan Prediksi
Tense ini juga dipakai untuk menyampaikan prediksi atau perkiraan yang muncul di masa lalu tentang sesuatu yang akan terjadi.
Prediksi tersebut didasarkan pada perasaan, dugaan, atau penilaian saat itu, bukan pada hasil yang kita ketahui sekarang.
Prediksi dalam past future tense juga menggunakan auxiliary “would” atau pola “was/were going to”.
Contoh past future tense:
- We expected the discussion would lead to a serious argument. (Kami memperkirakan diskusi itu akan berujung pada perdebatan serius.)
- I had a feeling the results would surprise everyone. (Aku punya perasaan bahwa hasilnya akan mengejutkan semua orang.)
5. Menyatakan Aksi yang Akan Terjadi di Masa Lampau
Tense ini juga digunakan untuk menceritakan aksi yang akan terjadi, tetapi dilihat dari sudut pandang masa lalu.
Untuk menyampaikan makna tersebut, past future sering menggunakan auxiliary berupa “should” yang dikombinasikan dengan keterangan waktu (adverb of time), seperti last year, last week, yesterday, dan lain-lain.
Contoh past future tense:
- I should visit my grandmother last weekend. (Aku seharusnya mengunjungi nenekku akhir pekan lalu.)
- We should plan the trip last year. (Kami seharusnya merencanakan perjalanan itu tahun lalu.)
Time Signal Past Future Tense
Time signal adalah kata keterangan waktu yang membantu kita mengenali kapan past future tense digunakan dalam konteks kalimat.
Berikut beberapa time signal yang paling sering muncul:
|
Keterangan Waktu |
Arti |
| Last night | Tadi malam |
| Yesterday | Kemarin |
| Last week | Minggu lalu |
| Last month | Bulan lalu |
| Last year | Tahun lalu |
| That day | Hari itu |
| Later | Nanti |
Rumus dan Contoh Past Future Tense
Nah, agar lebih mudah dipahami, berikut rumus past future tense lengkap beserta contohnya!
|
Bentuk Kalimat |
Rumus |
Contoh |
| Positif (+) | Subject + would + V1 + the rest of the sentence | She said she would call me later. (Dia bilang dia akan meneleponku nanti.) |
| Subject + was/were going to + V1 + the rest of the sentence | They said they were going to move to another city. (Mereka bilang mereka akan pindah ke kota lain) | |
| Negatif (-) | Subject + would + not + V1 + the rest of the sentence | He thought the shop wouldn’t open that day. (Dia mengira toko itu tidak akan buka hari itu) |
| Subject + was/were not going to + V1 + the rest of the sentence | The teacher told us that Maya was not going to join the trip. (Guru memberi tahu kami bahwa Maya tidak akan ikut perjalanan itu.) | |
| Tanya (?) | Would + subject + V1 + the rest of the sentence? | Would you help me if I asked yesterday? (Apakah kamu akan membantuku jika aku memintanya kemarin?) |
| Was/Were + subject + going to + V1 + the rest of the sentence? | Were they going to cancel the event? (Apakah mereka akan membatalkan acara itu?) |
Catatan:
- “Would not” bisa disingkat menjadi “wouldn’t”.
- “Was not” / “Were not” bisa disingkat menjadi “wasn’t” / “weren’t”.
Baca Juga: Future Perfect Continuous Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh Lengkap
Kamu sudah capek belajar grammar tapi tetap ragu pas mau ngomong?
Itu bukan karena kamu nggak mampu, tapi karena selama ini belajarnya cuma hafalan, bukan dipakai.
Di kursus bahasa Inggris Sparks English, tenses dan grammar dijelaskan lewat situasi nyata dan dipraktikkan langsung bareng native teacher.
Jadi kamu tahu kapan dan gimana cara pakainya, bukan cuma rumusnya.
Metodenya disesuaikan dengan usia, pakai kurikulum CEFR, dan suasana kelasnya santai tapi terarah.
Biayanya terjangkau, mulai dari Rp70 ribuan per sesi.
Bisa coba dulu lewat free trial class, loh!
Kuota terbatas dan cepat penuh setiap waktu, jadi ayo daftar sekarang!



