Apa Itu Stative Verb? Ini 6 Jenisnya Lengkap dengan Contoh

17 December 2025
stative verb

Dalam belajar bahasa Inggris, sering kali bingung mengapa kita boleh mengatakan “I am playing” tapi tidak boleh mengatakan “I am knowing”.

Jawabannya terletak pada stative verb.

Memahami apa itu stative verb adalah kunci agar tata bahasa (grammar) terdengar natural dan akurat.

Artikel ini akan membahas secara mendalam, mulai dari definisi, contoh stative verb, hingga perbedaannya dengan dynamic verb.

 

 

Apa Itu Stative Verb?

Stative verb adalah kata kerja yang menggambarkan keadaan (state), situasi, atau kondisi, bukan sebuah aksi atau tindakan fisik yang aktif.

Berbeda dengan action verb (dynamic verb) yang bisa dilakukan dan dilihat secara langsung, stative verb menggambarkan apa yang ada di dalam pikiran atau keadaan seseorang.

Karena menggambarkan keadaan yang cenderung tetap atau tidak berubah dalam waktu singkat, stative verb umumnya tidak boleh digunakan dalam bentuk Continuous Tense (ing-form).

Contoh sederhana:

(Benar) I know your name.

(Salah) I am knowing your name.

 

Jenis Stative Verb

Berikut adalah jenis-jenis stative verb yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

 

1. Opini dan Keyakinan

Jenis ini digunakan untuk menyatakan pendapat, pikiran, atau keyakinan terhadap sesuatu.

Kata kerja ini menunjukkan apa yang dipikirkan atau dipercayai, bukan tindakan fisik.

 

Verb

Arti Verb

Arti

Know Mengetahui Remember Mengingat
Understand Mengerti Forget Melupakan
Believe Percaya Agree Setuju
Think Berpendapat Disagree Tidak setuju
Recognize Mengenali Doubt Meragukan

 

Contoh Penggunaan:

  • Salah: I am knowing the answer.
  • Benar: I know the answer.
  • Salah: She is agreeing with you.
  • Benar: She agrees with you.

 

2. Stative Verb untuk Kepemilikan

Jenis ini digunakan untuk menyatakan kepunyaan atau hubungan kepemilikan.

Kata kerja ini menjelaskan apa yang dimiliki seseorang, bukan sesuatu yang sedang dilakukan.

 

Verb

Arti Verb

Arti

Have Mempunyai Own Memiliki
Belong Milik Possess Memiliki
Include Termasuk Lack Kekurangan
Consist Terdiri dari Owe Berhutang

 

Contoh Penggunaan:

  • Salah: That bag is belonging to me.
  • Benar: That bag belongs to me.
  • Salah: He is owning a big house.
  • Benar: He owns a big house.

 

3. Stative Verb untuk Emosi dan Perasaan

Jenis ini menunjukkan perasaan atau emosi yang dirasakan seseorang.

Sering digunakan untuk mengungkapkan likes and dislike.

Kata kerja ini menggambarkan perasaan dari dalam, bukan aktivitas yang bisa dilakukan.

 

Verb

Arti Verb

Arti

Like Suka Dislike Tidak suka
Love Mencintai Hate Membenci
Prefer Lebih suka Adore Mengagumi
Want Ingin Care Peduli
Need Butuh Mind Keberatan

 

Contoh Penggunaan:

  • Salah: I am liking ice cream.
  • Benar: I like ice cream.
  • Salah: Are you needing help?
  • Benar: Do you need help?

 

4. Persepsi dan Indera Manusia

Kata kerja ini berhubungan dengan kelima panca indra manusia (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba) ketika indra tersebut menerima rangsangan secara tidak sengaja/alami.

 

Verb

Arti Verb

Arti

See Melihat Feel Terasa
Hear Mendengar Look Terlihat
Smell Berbau Sound Terdengar
Taste Terasa (rasanya) Sense Merasakan

 

Contoh Penggunaan:

  • Salah: This cake is tasting delicious.
  • Benar: This cake tastes delicious.
  • Salah: You are looking tired. (Sering diucapkan, tapi secara gramatikal formal kurang tepat)
  • Benar: You look tired.

 

5. Stative Verb untuk Ukuran dan Komposisi

Kata kerja ini digunakan untuk mendeskripsikan spesifikasi suatu benda, seperti berat, harga, atau ukuran.

 

Verb

Arti Verb

Arti

Weigh Beratnya Cost Harganya
Measure Ukurannya Equal Sama dengan
Contain Berisi Fit Pas/Cocok

 

Contoh Penggunaan:

  • Salah: The box is weighing 5 kg.
  • Benar: The box weighs 5 kg.
  • Salah: It is costing too much money.
  • Benar: It costs too much money.

 

6. Kondisi

Jenis ini digunakan untuk menggambarkan keadaan atau situasi seseorang atau sesuatu.

Kata kerja ini menyatakan kondisi yang sedang dialami, bukan tindakan.

 

Verb

Arti Verb

Arti

Be Adalah/Ada Exist Ada
Seem Kelihatannya Matter Penting
Appear Tampak Deserve Pantas
Resemble Mirip Mean Berarti

 

Contoh Penggunaan:

  • Salah: He is seeming happy.
  • Benar: He seems happy.
  • Salah: The problem is existing.
  • Benar: The problem exists.

 

Baca Juga: Verb Conjugations: Pengertian, 3 Jenis, Penggunaan & Contoh

 

Verb yang Dapat Menjadi Stative dan Dynamic

Beberapa verb berubah fungsi tergantung konteks: stative untuk keadaan tetap, dynamic untuk aksi. 

 

Verb

Sebagai Stative (State)

Sebagai Dynamic (Action)

Have Memiliki

I have a car. (Saya punya mobil)

Melakukan aktivitas/Makan

I am having lunch. (Saya sedang makan siang)

Think Berpendapat

I think it’s good. (Menurut saya…)

Proses berpikir

I am thinking about the exam. (Saya sedang memikirkan ujian)

See Melihat (dengan mata)

I see a bird.

Bertemu/Menemui

I am seeing the doctor tomorrow. (Saya akan menemui dokter)

Taste Memiliki rasa

The soup tastes salty. (Sop ini rasanya asin)

Mencicipi

The chef is tasting the soup. (Koki sedang mencicipi sop)

Smell Memiliki aroma

The flower smells good.

Mengendus/Mencium bau

She is smelling the flower.

Be Karakter asli

He is kind. (Dia orang baik)

Perilaku sementara

He is being silly. (Dia sedang bertingkah konyol)

 

Apa Perbedaan Stative Verb dan Linking Verb?

Meskipun mirip, stative verb dan linking verb tidak selalu sama.

 

Stative verb:

  • Menyatakan keadaan, perasaan, atau pikiran
  • Tidak selalu menghubungkan ke adjective

Contoh: know, like, believe

 

Linking verb:

  • Menghubungkan subjek dengan kata sifat atau noun

Contoh: be, seem, become

Contoh perbandingan:

  1. Be (is/am/are):
    • She is smart. -> Ini adalah Linking Verb (menghubungkan She + smart) dan juga Stative Verb.
  2. Seem:
    • He seems nice. -> Ini adalah Linking Verb DAN Stative Verb.
  3. Know:
    • I know the answer. -> Ini adalah Stative Verb, tapi bukan linking Verb (karena “the answer” adalah objek langsung, bukan penjelasan kondisi subjek).

 

Baca Juga: 50 Contoh Phrasal Verb Lengkap dengan Penjelasannya

 

Memahami apa itu stative verb membantu menyusun kalimat bahasa Inggris yang lebih akurat dan terdengar alami.

Kuncinya adalah mengingat bahwa stative verb berbicara tentang perasaan, pikiran, kepemilikan, dan indra, yang tidak bisa diberi akhiran -ing.

Masih banyak materi bahasa Inggris menarik lainnya yang disajikan dengan cara interaktif di les bahasa Inggris Sparks English.

 

Banner sparks english for kids

 

Nggak hanya itu, kamu juga akan practice speaking dengan native teacher yang bikin skill speaking kamu bisa berkembang cepat.

Hanya di Sparks English, kursus bahasa Inggris dengan native teacher tapi harganya terjangkau mulai Rp70 ribu aja.

Ayo coba free trial classnya sekarang dan buktiin sendiri bedanya belajar di Sparks English!

Author:

Topik:

Share article: