Awas! Ini 5 Ciri Gangguan Bicara pada Anak dan Penyebabnya

4 November 2026
gangguan bicara pada anak

Gangguan bicara pada anak adalah salah satu gangguan komunikasi yang membuat anak kesulitan mengucapkan bunyi atau kata dengan jelas dan lancar.

Akibatnya, orang lain mungkin sulit memahami maksudnya, sehingga anak bisa kesulitan menyampaikan kebutuhan dan terkendala dalam percakapan sehari-hari.

Dengan mengenali ciri, penyebab, dan jenis gangguan bicara pada anak, Moms & Dads juga jadi bisa lebih cepat aware dengan kondisi ini dan tahu kapan perlu mencari bantuan profesional.

 

 

Apa Itu Gangguan Bicara pada Anak?

Gangguan bicara pada anak adalah kondisi di mana anak mengalami kesulitan dalam menghasilkan kata atau bunyi, sehingga ucapannya sulit dipahami.

Istilah ini sering tertukar dengan gangguan bahasa. 

Menurut ASHA, gangguan berbicara adalah kondisi di mana seseorang nggak bisa melafalkan bunyi dengan jelas, memiliki suara yang parau, atau mengalami gagap.

Sementara itu, gangguan berbahasa adalah kondisi seseorang yang kesulitan memahami kata-kata, menyusun kalimat untuk berbicara, membaca, hingga menulis.

 

Apa Saja Ciri-Ciri Gangguan Bicara pada Anak?

Anak dengan gangguan bicara umumnya mengalami kesulitan mengucapkan bunyi atau kata tertentu, sering gagap, atau suaranya terdengar parau.

 

1. Anak Kesulitan Mengucapkan Bunyi atau Kata Tertentu

Anak mungkin mengganti atau menghilangkan bunyi tertentu dengan cara yang sulit ditebak.

Contohnya, kata “susu” terdengar menjadi “dudu” atau “uu”. Bahkan, kata yang keluar bisa berbeda-beda setiap kali diucapkan.

 

2. Anak Sering Mengulang Bunyi atau Tersendat saat Berbicara

Saat ingin bilang “mau”, kata yang keluar tersendat-sendat menjadi “ma-ma-mau”.

Di momen lain, anak juga sering tiba-tiba terdiam di tengah-tengah kalimat sebelum tersampaikan apa maksudnya.

 

3. Suara Anak Terdengar Serak atau Tidak Biasa

Suara yang terus-menerus serak atau terlalu sengau dalam waktu yang lama patut diperhatikan.

Periksa kondisinya, apakah anak sedang sakit flu? Jika anak dalam kondisi sehat tapi suaranya terus-menerus serak dan parau, kondisi ini perlu dicermati lebih lanjut.

 

4. Anak Kesulitan Mengungkapkan Keinginan dengan Kata-Kata

Meski paham apa yang ingin disampaikan, anak kesulitan saat mencoba bicara karena ucapannya sulit dipahami.

Akhirnya, anak lebih memilih menggunakan gestur menunjuk atau tangisan untuk menyampaikan keinginannya.

 

5. Anak Kesulitan Memahami atau Merespons Ucapan Orang Lain

Anak kesulitan memahami ucapan yang padahal bisa ia pahami sebelumnya, misalnya saat harus menjawab pertanyaan sesuai konteks.

Ia juga bisa tampak tahu apa yang ingin disampaikan, tetapi kesulitan menemukan kata atau menyusun kalimatnya.

 

Apa Penyebab Gangguan Bicara pada Anak?

Penyebab gangguan bicara pada anak bisa beragam, mulai dari masalah pendengaran, kondisi neurologis, hingga penyebab lain yang nggak bisa langsung diketahui.

 

1. Gangguan Pendengaran

Anak belajar mengenali bunyi dan kata dengan mendengarkan orang di sekitarnya.

Kalau pendengarannya terganggu, ia jadi kesulitan menangkap input bunyi kata itu sendiri.

Jadi, kalau anak sering nggak merespons suara, melakukan tes pendengaran bisa jadi opsi yang penting untuk dilakukan terlebih dulu.

 

2. Kelainan pada Struktur Mulut

Pada sebagian anak dengan celah langit-langit, udara bisa keluar melalui hidung saat mengucapkan bunyi tertentu.

Akibatnya, suara anak dapat terdengar sengau atau beberapa bunyi kurang jelas.

 

3. Kondisi Neurologis

Kondisi yang memengaruhi sistem saraf pada otot bicara bisa membuat anak sulit menghasilkan bunyi dengan lancar.

Sehingga, pengucapan anak jadi terdengar kurang jelas, terbata-bata, dan menghasilkan bunyi kata yang berubah-ubah.

 

4. Faktor Genetik dan Kondisi Medis Tertentu

Riwayat keluarga yang memiliki gangguan bicara atau kondisi medis tertentu lainnya bisa berkaitan dengan perkembangan bicara anak.

Saat pemeriksaan ke tenaga profesional, informasi adanya keluarga yang pernah mengalami gangguan serupa harus disampaikan karena bisa membantu ketepatan penilaian.

 

5. Penyebab yang Tidak Selalu Dapat Langsung Diketahui

Ada beberapa penyebab gangguan bicara yang memang nggak terlihat lewat pengamatan sehari-hari.

Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter atau expert di bidangnya bisa membantu menemukan penyebab gangguan bicara dan menentukan langkah selanjutnya.

 

Kemampuan bicara anak berkembang paling pesat lewat stimulasi bahasa yang rutin dan menyenangkan. 

Prinsip ini berlaku juga untuk bahasa Inggris. 

Di masa kanak-kanak, kemampuan penyerapan bahasa baru di otak anak sedang berada di fase tertingginya, sehingga effort mempelajari bahasa baru menjadi lebih mudah dan natural.

Banyak orang dewasa menyesal karena tidak serius belajar bahasa Inggris sejak kecil, sebab belajar dari nol di usia dewasa jauh lebih berat dan hasilnya tidak sealami saat dimulai dari kecil.

Anak yang mulai lebih awal, jauh lebih unggul saat menghadapi persaingan di masa depan, seperti raih sekolah impian, beasiswa, study exchange, bahkan karier cemerlang di masa depannya.

Ingatlah bahwa kesempatan paling berharga adalah milik mereka yang terus mempersiapkan diri sebelum peluang tersebut benar-benar tiba!

Design New Web Banner
Sparks English siap bantu si kecil bangun skill bahasa Inggris dengan kurikulum berbasis CEFR yang sesuai level proficiency anak.

Dengan metode fun & interactive learning, setiap sesi belajar terasa seperti bermain, dilengkapi lagu, game, dan storytelling yang membuat anak enjoy belajar tanpa tekanan.

Kelasnya semi-private dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher yang mendampingi anak secara lebih personal, sekaligus mengenalkan accent natural sejak dini.

Moms & Dads nggak perlu ragu, karena sudah lebih dari 25.000 students membuktikan hasilnya jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!

Kalau mau nyoba kelasnya dulu, si kecil bisa ikut free trial class-nya. 

Ada diskon Rp1 juta lho kalau daftar trial sekarang juga sebelum kuotanya habis!

 

Apa Saja Jenis Gangguan Bicara pada Anak?

Gangguan bicara pada anak terdiri dari beberapa jenis. 

Jenis ini dibedakan berdasarkan bagian komunikasi yang paling terdampak.

 

1. Gangguan Artikulasi atau Bunyi Bicara

Anak kesulitan menggerakkan lidah dan bibir untuk mengucapkan huruf tertentu, terutama “r” dan “s”. 

Ucapannya jadi terdengar “cadel” dan sulit dipahami.

Penyebabnya bisa berupa kebiasaan mengucap yang keliru sejak kecil atau bentuk mulut dan gigi yang tidak biasa.

Pada balita, sedikit cadel masih wajar karena kemampuan bicaranya masih berkembang.

 

2. Gagap (Stuttering)

Anak yang gagap sering mengulang suku kata atau berhenti sejenak di tengah kalimat.

Kondisi ini diduga dipengaruhi faktor keturunan dan cara kerja saraf yang mengatur bicara.

Rasa gugup bisa membuatnya stuttering lebih parah, walaupun gugup bukan merupakan penyebab utamanya.

 

3. Apraksia Bicara pada Anak (Childhood Apraxia of Speech)

Pada kondisi apraksia, otot mulut anak berfungsi normal, tetapi otaknya kesulitan mengatur urutan gerakan untuk mengucapkan kata.

Anak tahu apa yang ingin dikatakan, namun ucapannya keluar terputus-putus atau tidak jelas.

Kondisi ini membutuhkan terapi bicara khusus untuk melatih pola gerakan mulut.

 

4. Disartria (Dysarthria)

Berbeda dengan apraksia, disartria terjadi karena saraf atau otot pengatur bicara melemah. Ucapan anak terdengar pelan, berat, atau cadel.

Pada anak, kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan saraf atau cedera otak, sehingga perlu diperiksa oleh tenaga medis.

 

5. Gangguan Suara (Voice Disorders)

Untuk voice disorders, masalahnya bukan pada cara melafalkan kata, tapi pada kualitas suara.

Suara anak bisa terdengar serak, tegang, atau tiba-tiba terputus akibat gangguan pada pita suara.

Jika serak berlangsung lama, sebaiknya anak diperiksakan ke dokter.

 

6. Gangguan Bahasa pada Anak

Gangguan bahasa memengaruhi kemampuan anak memahami atau menggunakan kata dan kalimat.

Kondisi ini berbeda dari gangguan bunyi bicara, tetapi tetap berkaitan karena dapat membuat anak kesulitan menyampaikan pesan secara lisan.

 

Baca Juga: Perkembangan Bicara Anak Sesuai Usia, Kapan Lancar Bicara?

 

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Bicara pada Anak?

Cara penanganannya gangguan bicara pada anak berbeda-beda tergantung jenis gangguan dan penyebabnya.

Namun, ada beberapa langkah umum yang bisa dilakukan orang tua.

  • Konsultasi ke dokter anak terlebih dahulu. Dokter akan membantu mencari penyebab gangguan dan bisa merujuk anak ke terapis wicara atau psikolog bila diperlukan.
  • Jalani terapi wicara. Terapi ini umumnya menjadi langkah pertama yang dipilih. Terapis akan menyusun latihan sesuai kondisi anak, termasuk usia dan jenis gangguannya. Untuk apraksia, sesi biasanya perlu diulang beberapa kali dalam seminggu.
  • Periksa lebih dini. Semakin cepat gangguan ditangani, semakin besar kemungkinan anak menunjukkan kemajuan.
  • Teruskan latihan di rumah. Terapis akan mengajarkan latihan yang bisa orang tua ulangi bersama anak di rumah. Terapi biasanya lebih cepat membuahkan hasil bila orang tua ikut membantu anak berlatih.
  • Ajak anak bicara secara langsung.Bicara langsung dengan anak lebih baik daripada hanya membiarkannya menonton video. Bangun obrolan dengan anak dan tunggu sampai anak merespons ketika ditanya.
  • Jaga suasana tetap tenang. Lingkungan yang tidak berisik membantu anak lebih fokus saat berlatih. Pada anak yang gagap, orang tua bisa memberi contoh berbicara dengan tenang dan perlahan.
  • Perhatikan faktor emosi. Bila gagap anak dipicu kecemasan, dokter dapat menambahkan psikoterapi di samping terapi wicara.

 

Bagaimana Cara Orang Tua Membantu Anak Berlatih Berkomunikasi di Rumah?

Penanganan utama tetap perlu dipandu oleh dokter atau terapis wicara.

Meski begitu, kebiasaan sederhana di rumah berikut ini bisa melengkapi terapi dan membantu anak lebih percaya diri berbicara.

 

1. Ajak Anak Berbicara saat Melakukan Aktivitas Sehari-hari

Saat mandi, makan, atau berberes, ceritakan apa yang sedang orang tua lakukan dan ajak anak ikut menanggapi.

Cara ini membuat anak terbiasa mendengar kata-kata baru dalam keseharian.

 

2. Bacakan Buku dan Diskusikan Gambar Bersama

Membaca buku bergambar memberi anak kesempatan mengenal kosakata baru.

Tanyakan hal sederhana, misalnya “Ini gambar apa?”, lalu biarkan anak menjawab dengan caranya sendiri.

 

3. Dengarkan Anak tanpa Memotong atau Terburu-buru Membantu

Saat anak bercerita, tunggu sampai ia selesai bicara.

Menyela atau langsung membantu menyelesaikan kalimatnya justru membuat anak kehilangan kesempatan untuk berlatih.

 

4. Berikan Contoh Pengucapan yang Benar secara Alami

Bila anak salah mengucapkan kata, ulangi kata tersebut dengan benar dalam kalimat. 

Misalnya, anak berkata “cing”, Anda menjawab, “Iya, kucingnya lucu ya.”

Dengan begitu, anak mendengar versi yang tepat tanpa merasa disalahkan.

 

5. Beri Anak Waktu untuk Merespons dan Menyampaikan Keinginan

Setelah memberi pertanyaan pada anak, diamlah dulu sejenak dan tunggu jawaban anak.

Hindari langsung menebak apa yang ia mau katakan, agar anak terdorong menyampaikannya sendiri.

 

6. Hindari Memaksa Anak Mengulang Kata atau Mempermalukannya

Meminta anak mengulang kata berkali-kali atau menertawakan kesalahannya bisa membuatnya takut berbicara.

Anak yang merasa aman umumnya akan lebih berani mencoba, sehingga kemampuan bicaranya pun lebih mudah berkembang.

 

Baca Juga: Anak Bisa Bicara Umur Berapa? Tahapan & Tanda Kalau Terlambat

 

Orang tua tentu ingin anaknya tumbuh percaya diri saat berkomunikasi, dan kemampuan bahasa Inggris bisa menjadi salah satu bekal yang menopang kepercayaan diri itu kelak.

Apalagi di era sekarang bisa bahasa Inggris bukan lagi pilihan, tapi justru jadi skill utama yang menentukan seberapa jauh anak bisa bersaing di masa depan.

Kunci untuk membuka gerbang kesempatan-kesempatan berharga itu adalah belajar bahasa Inggris sedini mungkin!

Live Book Sparks English
Sparks English adalah les bahasa Inggris anak usia 3–18 tahun yang menerapkan full English environment, anak jadi terbiasa mendengar dan merespons percakapan bahasa Inggris secara natural.

Pembelajarannya juga fokus pada confidence building yang bantu anak nggak cuma lancar, tapi makin pede buat ngomong bahasa Inggris!

Plus ada bonus gratis seperti free extra sessions bareng native teacher, study pack, hingga professional teacher consultation gratis untuk terus pantau perkembangan anak.

Paket belajar sekomplit ini beneran bisa didapat dengan harga super ekonomis lho, dan ini cuma ada di Sparks English!

Ayo langsung coba kelas trial gratisnya lewat live booking instan hanya butuh 1 menit!

Author:

Topik:

Share article: