Katanya, anak perempuan kalau nulis lebih rapi, sementara anak laki-laki lebih suka permainan yang melibatkan aktivitas fisik.
Apa ini ada hubungannya dengan perbedaan otak anak laki-laki dan perempuan?
Otak keduanya memang berbeda dalam beberapa aspek.
Namun, kemampuan dan kesukaan setiap anak nggak bisa ditentukan hanya dari jenis kelaminnya aja, Moms & Dads.
Lalu, sejauh mana perbedaan tersebut memengaruhi tumbuh kembang anak?
Yuk, cari tahu penjelasannya di artikel ini, Moms & Dads!
Apakah Otak Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda?
Menurut Stanford Medicine, memang ditemukan beberapa perbedaan otak anak laki-laki dan perempuan, di antaranya struktur dan pola koneksi otak, serta kecenderungan kemampuan verbal dan visual-spasial.
Contohnya, anak perempuan rata-rata menunjukkan kemampuan lebih baik dalam keterampilan bahasa, sedangkan anak laki-laki lebih baik dalam beberapa keterampilan visual-spasial.
Namun, perbedaan ini merupakan rata-rata kelompok dan tidak menentukan kecerdasan atau kemampuan setiap individu anak.
Jadi, sekalipun otak anak perempuan cenderung punya kemampuan lebih baik dalam keterampilan bahasa, dua anak perempuan berbeda bisa punya keterampilan bahasanya yang beda juga.
Apa Saja Perbedaan Otak Anak Laki-Laki dan Perempuan?
Otak anak laki laki dan perempuan memiliki beberapa perbedaan dalam perkembangannya.
Perbedaan juga ditemukan pada kemampuan tertentu, pengendalian diri, dan cara menunjukkan emosi.
1. Perkembangan Jaringan Otak
Menurut penelitian dalam jurnal Neuroimage, sebagian jaringan otak anak perempuan yang mengolah informasi (gray matter) mencapai ukuran puncaknya sekitar satu hingga dua tahun lebih awal dibandingkan anak laki-laki.
Sementara, menurut penelitian yang sama, jaringan penghubung antarbagian pada otak anak (white matter) laki-laki mengalami pertambahan ukuran yang lebih cepat selama masa remaja.
2. Kemampuan Kognitif dan Cara Belajar
Sebuah penelitian dilakukan oleh Reilly dkk. terhadap 3,9 juta siswa di Amerika Serikat.
Hasilnya ditemukan bahwa anak perempuan mendapat nilai tes membaca dan menulis yang lebih tinggi dibanding anak laki-laki, dan selisihnya lebih besar pada aspek menulis.
Sementara, analisis terhadap lebih dari 30.000 anak dan remaja oleh Lauer dkk. menemukan bahwa anak laki-laki rata-rata lebih unggul dalam membayangkan benda diputar, misalnya mengenali bentuk yang sama meskipun sudut pandangnya berbeda.
3. Pengendalian dan Ekspresi
Penelitian Else-Quest dkk. menunjukkan bahwa anak perempuan rata-rata memiliki kemampuan menahan dorongan untuk bertindak yang lebih baik dibandingkan anak laki-laki.
Sementara dalam hal ekspresi emosi, penelitian Chaplin dan Aldao menemukan bahwa anak perempuan cenderung lebih sering menunjukkan rasa senang, sedih, dan cemas, sedangkan anak laki-laki cenderung lebih sering menunjukkan kemarahan.
Meski ada perbedaan otak anak laki-laki dan perempuan dalam beberapa aspek, keduanya sama-sama berada di masa yang sangat reseptif terhadap stimulasi saat memasuki golden age.
Itulah kenapa bahasa Inggris justru paling bagus mulai dikenalkan sedini mungkin, selagi otak si kecil mudah menyerap bahasa baru layaknya spons lewat paparan yang konsisten, sebelum reseptivitas ini perlahan berkurang seiring bertambahnya usia.
Banyak orang tua menyesal tidak memanfaatkan masa kanak-kanak untuk stimulasi bahasa Inggris, padahal kalau baru mulai belajar saat sudah besar, proses belajarnya butuh usaha yang jauh lebih berat untuk bisa diserap otak.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini dan merasa tertinggal di kemudian hari.

Sparks English siap bantu anak usia 3–18 tahun mahir bahasa Inggris sejak dini lewat kurikulum berbasis CEFR dengan materi yang sesuai dengan level proficiency si kecil.
Lewat metode fun & interactive, si kecil diajak memahami materi lewat storytelling, games, dan aktivitas kognitif lainnya yang sekaligus mendorong kecerdasan otak anak.
Kelasnya semi-private dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher, yang sekaligus membiasakan pronunciation anak ala native sejak dini.
Mulai Rp70 rb aja per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students yang percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Ajak si kecil coba free trial class dan klaim diskon Rp1 juta selama periode promo masih berlangsung!
Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak?
Perkembangan otak anak tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin.
Menurut Harvard Center on the Developing Child, gen dan pengalaman anak saling berinteraksi dalam membentuk jaringan otaknya.
- Faktor genetik: Gen yang diwariskan orang tua memberikan dasar bagi pembentukan dan perkembangan otak anak.
- Asupan gizi: Kecukupan nutrisi mendukung pertumbuhan tubuh sekaligus perkembangan otak anak.
- Interaksi dengan orang tua dan pengasuh: Percakapan, perhatian, dan tanggapan terhadap kebutuhan anak menjadi bagian penting dari pengalaman belajarnya.
- Kesempatan bermain dan belajar: Anak membutuhkan kesempatan untuk mencoba, mengamati, dan mengenal berbagai hal di sekitarnya.
- Rasa aman dan lingkungan yang mendukung: Perlindungan dari kekerasan serta hubungan yang hangat membantu menciptakan lingkungan yang baik bagi perkembangan anak.
Baca Juga: 9 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif Anak
Bagaimana Cara Mendukung Perkembangan Otak Anak Laki-Laki dan Perempuan?
Anak laki-laki dan perempuan sama-sama butuh dukungan berupa perhatian, nutrisi, serta kesempatan bereksplorasi dan belajar.
Moms & Dads bisa memulainya melalui beberapa cara sederhana berikut.
1. Ajak Anak Berbicara dan Berdiskusi
Mengajak anak mengobrol membantu mengembangkan kemampuan bahasa.
Percakapan juga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar menyampaikan pikirannya.
Dengarkan cerita anak dan beri waktu untuk menjawab.
Jika ia belum bisa berbicara, tanggapi ocehan atau gestur tubuhnya.
2. Bacakan Buku dan Ceritakan Hal Baru
Membaca buku membantu anak menambah kosakata.
Melalui cerita, anak juga bisa mengenal pengalaman di luar kesehariannya.
Ajak anak membicarakan isi buku dan menyampaikan pendapatnya.
Pilih bacaan sesuai usia sambil memperhatikan ketertarikannya.
3. Berikan Kesempatan Mencoba Berbagai Permainan
Bermain memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya.
Saat menghadapi tantangan dalam permainan, ia juga belajar mencari solusi.
Berikan pilihan permainan tanpa membatasinya berdasarkan jenis kelamin.
Biarkan anak mencoba kegiatan yang menarik baginya dengan tetap memperhatikan keamanan.
4. Bantu Anak Mengenali dan Menyampaikan Perasaan
Anak perlu mengenali perasaannya agar dapat menyampaikan kebutuhan dengan lebih baik. Kemampuan ini berkembang melalui pendampingan sehari-hari.
Dengarkan perasaan anak dan bimbing ia mengekspresikannya tanpa menyakiti orang lain.
Berikan ruang yang sama bagi anak laki-laki dan perempuan untuk meminta bantuan.
5. Penuhi Kebutuhan Gizi Anak
Asupan gizi yang cukup mendukung perkembangan otak anak.
Makanan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan zat gizinya.
Sediakan makanan bergizi seimbang sesuai usia.
Jika anak sulit makan atau pilihan makanannya sangat terbatas, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga: 15 Permainan Kognitif Anak untuk Stimulasi Otak Sesuai Usia
Selain memenuhi kebutuhan gizi dan memberi ruang bereksplorasi, ada bekal lain yang juga penting untuk masa depan anak, yaitu bahasa Inggris.
Semakin dini anak dikenalkan pada bahasa Inggris, maka semakin cepat bagi anak untuk bisa mahir bahasa Inggris dan terbiasa menggunakannya dalam keseharian.
Di zaman sekarang, skill bahasa Inggris nggak cuma mendukung pelajaran di sekolah, lho, Moms & Dads.
Manfaatnya akan terus terasa hingga masa depan masa depan anak, mulai dari masuk sekolah favorit, berprestasi sampai level internasional, beasiswa luar negeri, sampai jadi modal karier cemerlang.

Lewat les bahasa Inggris di Sparks English, anak bisa terus melatih speaking dan listening lewat full English environment.
Akan ada placement test untuk mengukur kemampuan awal anak, sehingga materinya mudah dipahami anak dan progres perkembangannya lebih terukur.
Masih ada bonus extra sessions GRATIS tiap pekan buat nambah eksplorasi dan memperkuat stimulasi si kecil.
Moms & Dads juga bisa pantau progres belajar anak lewat free teacher-parent consultation!
Fasilitas selengkap ini bisa didapat mulai Rp70 ribuan aja lho, benar-benar best deal yang susah didapatkan di tempat lain!
Ajak si kecil coba kelas trial gratis sekarang juga, bisa lewat live booking instan cuma butuh 1 menit!


