14 Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah yang Perlu Dipahami!

7 October 2026
hak dan kewajiban anak di sekolah

Selain punya hak dan kewajiban di rumah, anak juga punya hak dan kewajiban di sekolahnya.

Sederhananya, hak dan kewajiban di sekolah perlu berjalan berdampingan. 

Anak berhak belajar dengan aman dan mendapatkan bimbingan, tetapi ia juga memiliki kewajiban untuk belajar dengan tertib, menghormati orang lain, serta menjaga lingkungan sekolah.

Lalu, apa saja hak dan kewajiban anak di sekolah? Yuk, Moms & Dads, kita bahas satu per satu!

 

 

Apa yang Dimaksud dengan Hak dan Kewajiban di Sekolah?

Hak di sekolah adalah sesuatu yang seharusnya diterima anak selama mengikuti pendidikan, seperti mendapatkan pembelajaran, diperlakukan secara adil, merasa aman, dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

Sementara itu, kewajiban anak di sekolah adalah hal-hal yang perlu dilakukan dan dipatuhi anak sebagai siswa, misalnya mengikuti pelajaran dengan tertib, mengerjakan tugas, menghormati guru dan teman, serta menjaga fasilitas sekolah.

Hak dan kewajiban tidak seharusnya dipisahkan.

Misalnya, anak berhak menggunakan ruang kelas yang bersih dan nyaman. 

Di sisi lain, anak juga berkewajiban menjaga kebersihan kelas tersebut.

Dengan memahami hubungan ini, anak dapat belajar bahwa memperoleh hak juga perlu diimbangi dengan sikap bertanggung jawab.

 

Apa Saja Hak Anak di Sekolah?

Berikut beberapa contoh hak anak di sekolah yang perlu Moms & Dads kenalkan.

 

1. Mendapatkan Pendidikan dan Pembelajaran

Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Di sekolah, anak berhak mendapatkan penjelasan materi dari guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuannya.

Contohnya, ketika anak belum memahami pelajaran matematika, ia boleh bertanya kepada guru tanpa perlu takut atau merasa malu.

 

2. Mendapatkan Perlakuan yang Adil

Anak juga berhak mendapatkan perlakuan yang adil tanpa dibeda-bedakan karena kemampuan akademik, kondisi fisik, latar belakang keluarga, bahasa, maupun perbedaan lainnya.

Perlakuan adil bukan berarti semua anak harus selalu mendapatkan perlakuan yang sama persis. 

Setiap anak dapat membutuhkan dukungan yang berbeda agar memiliki kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang.

 

3. Mendapatkan Rasa Aman dan Nyaman

Sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk belajar, bertanya, berinteraksi, dan menjadi dirinya sendiri.

Anak berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merendahkan.

Sebagai contoh, apabila anak mengalami bullying, ia berhak meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.

Rasa aman penting karena anak akan lebih mudah berkonsentrasi dan berpartisipasi ketika tidak merasa takut atau tertekan.

 

4. Mendapatkan Bimbingan dari Guru

Selain menyampaikan materi pelajaran, guru memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan siswa.

Karena itu, anak berhak mendapatkan arahan dan bimbingan ketika mengalami kesulitan belajar maupun ketika membutuhkan bantuan dalam mengikuti kegiatan sekolah.

Misalnya, ketika anak kesulitan memahami sebuah tugas, ia dapat meminta penjelasan kembali kepada guru dengan sopan.

 

Baca Juga: Jangan Dimarahi! 7 Cara Mengatasi Anak Malas Sekolah yang Tepat

 

5. Menyampaikan Pendapat dengan Sopan

Anak juga memiliki hak untuk menyampaikan ide, pertanyaan, perasaan, dan pendapat.

Hak ini dapat dilatih melalui kegiatan sederhana, seperti diskusi kelas, presentasi, kerja kelompok, atau menyampaikan keberatan dengan cara yang baik.

Contohnya, anak dapat mengatakan, “Bu, saya belum memahami bagian ini. Boleh dijelaskan sekali lagi?”

Belajar menyampaikan pendapat dengan sopan membantu anak membangun kemampuan komunikasi sekaligus kepercayaan dirinya.

 

6. Menggunakan Fasilitas Sekolah Sesuai Aturan

Perpustakaan, lapangan olahraga, ruang kelas, laboratorium, toilet, dan berbagai fasilitas lainnya disediakan untuk menunjang kegiatan siswa.

Anak berhak menggunakannya sesuai fungsi dan aturan yang berlaku.

Namun, hak tersebut juga disertai tanggung jawab untuk menggunakan fasilitas dengan hati-hati dan tidak merusaknya.

 

7. Mengembangkan Minat dan Potensi

Setiap anak memiliki minat dan kemampuan yang berbeda.

Ada anak yang menyukai bahasa, olahraga, musik, sains, seni, atau kegiatan lainnya. 

Sekolah dapat menjadi salah satu tempat bagi anak untuk mengenali dan mengembangkan potensi tersebut.

Kesempatan mengikuti ekstrakurikuler, perlombaan, kegiatan seni, organisasi, atau aktivitas pengembangan kemampuan menjadi bagian penting dari pengalaman belajar anak.

Termasuk juga kesempatan untuk belajar bahasa Inggris sejak dini. 

Apalagi di usia ini kemampuan otak anak dalam menyerap bunyi dan struktur bahasa baru sedang 90% berkembang paling optimal.

Mengembangkan potensi bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang akan membuka banyak peluang untuk anak, mulai dari masuk sekolah favorit, mendapatkan beasiswa internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.

Jangan sampai Moms & Dads menyesal karena nggak mengenalkan bahasa Inggris sedini mungkin, karena kalau baru mulai belajar saat dewasa perlu effort dan waktu yang lebih besar juga untuk diserap oleh otak.

 

Design New Web Banner
Sparks English menyediakan program les bahasa Inggris untuk usia 3–18 tahun sesuai proficiency level melalui CEFR-based curriculum.

Metode belajarnya dibuat fun & interactive, mulai dari storytelling, game edukatif, hingga group discussion dan mini project. 

Anak jadi punya banyak kesempatan untuk mencoba, berkomunikasi, dan terlibat aktif dalam proses belajar tanpa merasa terbebani.

Kelasnya semi-private yang lebih personal, anak juga didampingi native teacher dan Cambridge TKT-certified teacher yang bantu mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus membentuk pronunciation yang lebih natural.

Semua fasilitas ini bisa didapatkan mulai Rp70 ribuan aja per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh 25.000+ students yang jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!

Coba kelasnya gratis lewat free trial class dan dapatkan diskon 1 jutanya sebelum kuota habis!

 

Apa Saja Kewajiban Anak di Sekolah?

Jika hak merupakan sesuatu yang diterima siswa, maka kewajiban siswa di sekolah adalah tanggung jawab yang perlu dilakukan selama mengikuti kegiatan pendidikan.

Berikut beberapa contoh kewajiban anak di sekolah yang bisa mulai dibiasakan sejak dini.

 

1. Mengikuti Kegiatan Belajar dengan Tertib

Salah satu kewajiban utama siswa adalah mengikuti proses pembelajaran dengan tertib.

Anak perlu memperhatikan guru, mengikuti kegiatan kelas, tidak mengganggu teman, dan berpartisipasi sesuai arahan.

Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, menyiapkan perlengkapan belajar, serta mendengarkan ketika orang lain berbicara merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai siswa.

 

2. Mengerjakan Tugas dan Belajar dengan Bertanggung Jawab

Tugas sekolah diberikan sebagai bagian dari proses belajar.

Karena itu, anak perlu belajar menyelesaikan tugas sesuai kemampuannya dan mengumpulkannya tepat waktu.

Moms & Dads tentu boleh membantu ketika anak mengalami kesulitan. 

Namun, sebisa mungkin hindari langsung mengerjakan tugas untuk anak.

Biarkan si kecil mencoba terlebih dahulu agar ia belajar bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.

 

Baca Juga: 12 Contoh Aturan di Rumah untuk Anak SD dan Manfaatnya!

 

3. Mematuhi Peraturan Sekolah

Setiap sekolah memiliki peraturan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tertib.

Aturannya dapat berupa ketentuan mengenai jam masuk, penggunaan seragam, kebersihan, penggunaan fasilitas, hingga tata tertib saat mengikuti pelajaran.

Mematuhi aturan membantu anak memahami bahwa setiap lingkungan memiliki kesepakatan yang perlu dihormati bersama.

 

4. Menghormati Guru dan Warga Sekolah

Menghormati guru tidak hanya berarti mendengarkan saat pelajaran berlangsung.

Anak juga perlu belajar berbicara dengan sopan dan menghargai kepala sekolah, petugas kebersihan, petugas keamanan, staf sekolah, serta orang lain yang ditemuinya.

Sikap sederhana seperti menyapa, mengucapkan terima kasih, meminta izin, dan mendengarkan ketika orang lain berbicara merupakan contoh yang bisa diterapkan setiap hari.

 

5. Menjaga Kebersihan dan Fasilitas Sekolah

Contoh kewajiban anak di sekolah berikutnya adalah menjaga lingkungan dan fasilitas yang digunakan bersama.

Anak dapat membiasakannya dengan membuang sampah pada tempatnya, merapikan meja setelah digunakan, tidak mencoret dinding, serta menggunakan buku perpustakaan dan perlengkapan sekolah dengan hati-hati.

Dengan begitu, fasilitas sekolah tetap nyaman digunakan oleh seluruh siswa.

 

6. Menghargai Teman dan Perbedaan

Di sekolah, anak akan bertemu teman dengan karakter, kemampuan, kebiasaan, dan latar belakang yang beragam.

Anak berkewajiban menghargai perbedaan tersebut dan tidak melakukan tindakan yang menyakiti, mengejek, merendahkan, atau mengucilkan teman.

Moms & Dads juga dapat mengingatkan anak bahwa tidak harus selalu setuju dengan teman. 

Namun, perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan dengan cara yang sopan.

 

7. Menjaga Ketertiban dan Keamanan Lingkungan Sekolah

Menjaga keamanan sekolah bukan hanya tugas guru.

Siswa juga dapat ikut berperan melalui tindakan sederhana, seperti tidak berlari di tempat yang berbahaya, tidak mendorong teman, mengikuti aturan penggunaan fasilitas, dan segera memberi tahu guru apabila melihat kondisi yang berisiko.

Kebiasaan ini membantu anak lebih peka terhadap keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain.

 

Bagaimana Cara Mengajarkan Hak dan Kewajiban kepada Anak?

Hak dan kewajiban akan lebih mudah dipahami jika anak melihat penerapannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Moms & Dads tidak perlu menjelaskannya melalui definisi yang panjang. 

Mulailah dari situasi yang dekat dengan keseharian anak.

 

1. Jelaskan Hak dan Kewajiban dengan Contoh Sederhana

Gunakan contoh konkret agar konsepnya tidak terasa abstrak.

Misalnya:

“Adik berhak bermain dengan mainan ini, tetapi setelah selesai Adik juga bertanggung jawab merapikannya.”

Atau:

“Kamu berhak didengarkan saat berbicara. Temanmu juga punya hak yang sama, jadi kita perlu bergantian mendengarkan.”

Contoh seperti ini membuat hubungan antara hak dan kewajiban lebih mudah dipahami.

 

2. Libatkan Anak dalam Membuat Aturan

Sesekali, Moms & Dads dapat mengajak anak membuat aturan sederhana di rumah.

Misalnya mengenai waktu belajar, bermain, menggunakan gadget, atau merapikan mainan.

Ketika ikut terlibat dalam prosesnya, anak biasanya lebih mudah memahami alasan sebuah aturan dibuat dan mengapa aturan tersebut perlu dijalankan.

 

3. Berikan Kesempatan Anak untuk Bertanggung Jawab

Tanggung jawab perlu dilatih, bukan hanya dijelaskan.

Mulailah dari tugas kecil sesuai usia, seperti menyiapkan tas sekolah, menyimpan sepatu pada tempatnya, merapikan alat tulis, atau memeriksa perlengkapan yang perlu dibawa besok.

Tidak masalah jika hasilnya belum selalu sempurna. 

Yang penting, anak mendapatkan kesempatan untuk mencoba sendiri.

 

4. Ajarkan Anak Menyampaikan Pendapat dengan Sopan

Anak perlu mengetahui bahwa ia boleh tidak setuju, bertanya, maupun menyampaikan perasaannya.

Namun, cara penyampaiannya tetap perlu menghargai orang lain.

Moms & Dads dapat melatih beberapa kalimat sederhana seperti:

“Saya punya pendapat yang berbeda.”

“Saya kurang nyaman kalau diperlakukan seperti itu.”

“Boleh saya menjelaskan dulu?”

Latihan sederhana ini juga membantu anak lebih percaya diri ketika harus berbicara di kelas atau berinteraksi dengan orang lain.

 

5. Berikan Konsekuensi yang Konsisten

Ketika anak tidak menjalankan kewajibannya, berikan konsekuensi yang masuk akal dan berkaitan dengan tindakannya.

Misalnya, apabila anak tidak membereskan alat tulis setelah digunakan, ia perlu merapikannya sebelum beralih ke aktivitas berikutnya.

Hindari memberikan ancaman yang tidak berkaitan dengan kesalahannya. 

Konsekuensi yang jelas dan konsisten lebih membantu anak memahami hubungan antara tindakan dan tanggung jawab.

 

6. Berikan Apresiasi saat Anak Menjalankan Tanggung Jawab

Apresiasi tidak selalu harus berupa hadiah.

Ucapan sederhana seperti, “Terima kasih sudah mengembalikan bukunya ke tempat semula,” sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Moms & Dads memperhatikan usaha anak.

Fokuslah pada tindakan yang dilakukan.

Dengan begitu, anak memahami perilaku positif apa yang perlu dipertahankan, bukan sekadar mengejar pujian atau hadiah.

Memahami hak dan kewajiban di sekolah membantu anak mengetahui apa yang pantas ia terima sekaligus apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai siswa.

Sikap bertanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian menyampaikan pendapat juga akan menjadi bekal penting bagi anak ketika tumbuh besar.

 

Nah, salah satu kemampuan yang bisa terus Moms & Dads dukung adalah kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi, termasuk menggunakan bahasa Inggris.

Di kursus bahasa Inggris Sparks English, anak dapat belajar bahasa Inggris melalui kelas yang fun, aktif, dan disesuaikan dengan usia serta level kemampuannya. 

Live Book Sparks English
Proses belajar dirancang agar anak tidak sekadar menghafal, tapi juga berani menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

Kenapa harus Sparks English?

  • Certified teacher: Dibimbing native dan Cambridge-TKT certified teacher di kelas semi-private.
  • Fasilitas kelas modern dan ramah anak: Membuat nyaman selama belajar.
  • Bebas pilih lokasi dan jadwal tersedia: Bisa pilih lokasi terdekat dari rumah dan jadwal sesuai dengan rutinitas anak.
  • Banyak bonus tambahan: Free extra sessions bareng native teacher dan free teacher-parent consultation untuk memantau progres belajar anak.

Kata siapa fasilitas sekomplit ini harganya pasti mahal? Sparks English udah buktiin kalau kualitas terbaik tetap bisa didapatkan dengan harga hemat dan ekonomis!

Coba langsung lewat free trial class, bisa lewat live booking instan cuma 1 menit!

Author:

Topik:

Share article: