10 Rekomendasi Buku Sains Anak yang Seru dan Edukatif

7 October 2026
buku sains anak

Tidak harus selalu berisi teori yang rumit. 

Banyak buku sains untuk anak sekarang dikemas melalui ilustrasi, cerita, komik, aktivitas, dan eksperimen sederhana sehingga anak dapat belajar sambil bermain.

Selain menambah wawasan, kebiasaan membaca buku sains juga dapat melatih anak mengamati, bertanya, mencari jawaban, dan memahami hubungan sebab-akibat.

Lalu, buku seperti apa yang cocok untuk anak? Berikut manfaat dan rekomendasi buku sains anak yang dapat Moms & Dads pertimbangkan.

 

 

Apa Itu Buku Sains Anak?

Buku sains anak adalah buku yang mengenalkan konsep ilmu pengetahuan dengan bahasa, visual, dan tingkat pembahasan yang disesuaikan dengan usia anak.

Topiknya sangat beragam. Ada buku tentang tubuh manusia, hewan, tumbuhan, bumi, cuaca, fisika sederhana, teknologi, antariksa, hingga eksperimen yang dapat dicoba bersama orang tua.

Berbeda dari buku pelajaran yang cenderung terstruktur berdasarkan kurikulum, buku sains untuk anak biasanya lebih fleksibel. 

Anak dapat membacanya berdasarkan hal yang sedang membuat mereka penasaran.

Misalnya, saat anak bertanya mengapa hujan turun, mengapa manusia berkeringat, atau mengapa benda bisa bergerak, buku sains dapat membantu memberikan penjelasan sederhana yang lebih mudah dibayangkan.

 

Baca Juga: 8 Manfaat Belajar Sains untuk Anak & Cara Seru Mengajarkannya

 

Apa Manfaat Membaca Buku Sains untuk Anak?

Membaca buku bertema sains punya manfaat menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih anak mengamati hal di sekitarnya, dan banyak lainnya seperti berikut:

 

1. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu

Anak secara alami senang bertanya tentang hal-hal di sekitarnya.

Buku sains memberi ruang bagi rasa penasaran tersebut melalui pertanyaan sederhana seperti, “Mengapa langit berwarna biru?”, “Bagaimana tubuh mencerna makanan?”, atau “Mengapa bulan terlihat berubah bentuk?”

Dari satu pertanyaan, anak biasanya akan menemukan pertanyaan baru. 

Proses inilah yang membuat kegiatan membaca berkembang menjadi aktivitas eksplorasi.

 

2. Mengenalkan Konsep Sains melalui Hal yang Dekat dengan Anak

Konsep sains akan lebih mudah dipahami ketika dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari.

Anak dapat belajar tentang gravitasi dari benda yang jatuh, perubahan wujud melalui es batu yang mencair, atau pertumbuhan makhluk hidup melalui tanaman di halaman rumah.

Cara seperti ini membantu anak memahami bahwa sains bukan sekadar mata pelajaran di sekolah. 

Sains ada di mana-mana.

 

3. Melatih Anak Mengamati dan Mengajukan Pertanyaan

Membaca buku sains mendorong anak memperhatikan detail.

Anak dapat mulai membandingkan bentuk daun, memperhatikan perubahan cuaca, mengamati serangga, atau mencari tahu mengapa benda tertentu bisa mengapung.

Moms & Dads juga dapat memancing diskusi dengan pertanyaan sederhana seperti, “Menurut kamu kenapa bisa begitu?” atau “Apa yang terjadi kalau kita mencobanya dengan benda lain?”

 

4. Memperkaya Kosakata dan Pengetahuan

Melalui buku sains anak, si kecil akan menemukan banyak istilah baru seperti habitat, energi, organ, planet, magnet, gravitasi, atau ekosistem.

Kosakata tersebut tidak hanya menambah pengetahuan sains, tetapi juga membantu kemampuan anak dalam memahami bacaan dan menyampaikan ide.

Moms & Dads bahkan dapat mengenalkan padanan istilahnya dalam bahasa Inggris, misalnya planet, gravity, energy, habitat, atau experiment.

 

5. Mendorong Anak Berpikir Kritis

Sains mengajarkan anak bahwa sebuah pertanyaan tidak selalu harus langsung dijawab.

Anak dapat diajak menebak, mengamati, mencoba, lalu membandingkan hasilnya.

Kebiasaan tersebut melatih anak untuk tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami alasan di balik suatu peristiwa.

 

6. Membuat Belajar Sains Terasa Lebih Menyenangkan

Buku sains anak saat ini tidak melulu berisi paragraf panjang.

Ada yang berbentuk komik, dilengkapi ilustrasi penuh warna, eksperimen, teka-teki, lembar aktivitas, hingga fitur interaktif.

Anak pun dapat belajar tanpa merasa sedang menghadapi pelajaran yang berat.

 

Di balik keseruan eksplorasi sains, ada satu hal lain yang juga sayang banget kalau sampai terlewat yaitu stimulasi bahasa Inggris. 

Mumpung si kecil masih di usia ini, otak mereka lagi di fase paling optimal menyerap bahasa baru secara natural.

Banyak orang tua menyesal tidak memberikan exposure bahasa Inggris yang cukup di masa kecil anak, karena kalau baru dimulai setelah besar, proses belajarnya butuh usaha yang jauh lebih berat untuk bisa diserap otak.

Padahal bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang untuk anak masuk sekolah favorit, berprestasi hingga level internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.

Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Design New Web Banner
Sparks English siap bantu anak usia 3–18 tahun bangun skill bahasa Inggris menggunakan kurikulum berbasis CEFR yang programnya dirancang sesuai level proficiency.

Suasana belajar fun & interactive mendorong anak lebih antusias dan berani untuk berbahasa Inggris dengan lebih percaya diri tanpa merasa terbebani.

Kelasnya semi-private agar native teacher dan Cambridge TKT certified teacher bisa memperhatikan perkembangan setiap anak secara lebih personal.

Biayanya ekonomis mulai Rp70 ribuan per kelas, lebih dari 25.000 students telah membuktikan hasilnya jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!

Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?

Booking free trial class sekarang dan jangan lewatkan diskon Rp1 jutanya karena kuota terbatas!

 

10 Rekomendasi Buku Sains Anak

Berikut beberapa rekomendasi buku sains yang dapat dipilih berdasarkan usia, minat, serta cara belajar anak.

 

1. Ensiklopedia Saintis Junior

buku sains anak
Photo by: gramedia.com

 

Ensiklopedia Saintis Junior: Sains karya Giles Sparrow cocok untuk anak yang senang mencari tahu banyak topik sekaligus.

Buku terbitan Kiddo ini membahas berbagai cabang sains, mulai dari fisika, biologi, kedokteran, kimia, geologi, hingga astronomi. 

Penyajiannya didukung foto, ilustrasi, infografis, dan penjelasan yang relatif singkat sehingga konsep besar terasa lebih mudah dicerna. 

Edisi bahasa Indonesia memiliki 128 halaman.

Buku ini dapat menjadi pilihan untuk anak yang mulai nyaman membaca informasi nonfiksi dan sering melontarkan pertanyaan tentang bagaimana alam semesta maupun tubuh manusia bekerja.

 

2. 99 Eksperimen Sains untuk Anak

buku sains anak
Photo by: bintangpusnas.perpusnas.go.id

 

Anak lebih suka praktik daripada membaca teori panjang? 

99 Eksperimen Sains untuk Anak karya Sri Winarti dapat menjadi pilihan.

Buku yang diterbitkan Trans Idea Publishing ini berisi berbagai eksperimen sederhana yang dapat dilakukan menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan. 

Buku terdiri dari 108 halaman dan dirancang agar anak dapat mengenal konsep sains melalui kegiatan langsung.

Moms & Dads dapat mendampingi anak ketika melakukan eksperimen, terutama jika aktivitas menggunakan benda yang perlu ditangani dengan hati-hati.

Kelebihan pendekatan seperti ini adalah anak tidak berhenti pada pertanyaan “apa”, tetapi dapat melihat sendiri “bagaimana” sebuah fenomena terjadi.

 

3. Cerita Sains Pembentuk Karakter Hebat

Untuk anak yang lebih tertarik membaca cerita, Cerita Sains Pembentuk Karakter Hebat menawarkan pendekatan berbeda.

Buku karya Siti Anisah ini berisi 20 cerita yang menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan pemahaman awal mengenai STEAM. 

Di dalamnya terdapat bagian penjelasan sains, informasi tambahan, aktivitas, hingga eksperimen sederhana. 

Edisi yang terbit pada 2024 terdiri dari sekitar 260 halaman.

Format cerita membantu konsep sains terasa lebih dekat karena anak tidak langsung dihadapkan pada definisi dan teori.

Selain mengenalkan sains, isi buku juga diarahkan pada berbagai keterampilan dan karakter seperti rasa ingin tahu, kemandirian, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan masalah.

 

4. Why? Future Science

buku sains anak
Photo by: gramedia.com

 

Anak yang menyukai komik edukasi dapat mencoba Why? Future Science karya Cho Young Seon.

Edisi Indonesianya diterbitkan Elex Media Komputindo dan membawa pembaca mengenal berbagai gagasan mengenai perkembangan sains serta teknologi masa depan melalui format komik. 

Katalog perpustakaan mencatat buku ini sebagai bagian dari seri Why? yang berfokus pada sains masa depan.

Format komik menjadi nilai tambah karena informasi disampaikan melalui percakapan, karakter, dan alur cerita.

Buku seperti ini cocok untuk anak yang mudah kehilangan fokus ketika membaca ensiklopedia atau teks nonfiksi yang terlalu padat.

 

5. Seri Sains untuk Balita

buku sains anak
Photo by: gemainsani.co.id

 

Untuk anak yang lebih kecil, Moms & Dads dapat mempertimbangkan Seri Sains untuk Balita karya Widya Ross yang diterbitkan Gema Insani.

Serinya terdiri dari beberapa tema dekat dengan kehidupan anak, antara lain Tubuhku, Siang dan Malam, dan Hujan. 

Setiap buku terdiri dari sekitar 24 halaman dengan ilustrasi serta aktivitas sederhana.

Buku ini juga memiliki aktivitas seperti mengamati, menghitung, menulis, dan menjawab pertanyaan. 

Beberapa bagian menggunakan permainan mencari gambar tersembunyi dengan bantuan cahaya.

Karena topiknya konkret dan dekat dengan keseharian, seri ini cocok untuk tahap awal mengenalkan sains kepada anak.

 

6. Ensiklopedia Sains untuk Anak Cerdas

buku sains anak
Photo by: gramedia.com

 

Ensiklopedia Sains untuk Anak Cerdas karya Laura Baker cocok untuk anak yang ingin mengeksplorasi sains secara lebih luas.

Buku terbitan Kiddo ini membahas berbagai konsep, termasuk ruang dan waktu, spektrum elektromagnetik, gerak benda, listrik, teknologi, partikel subatomik, hingga antariksa. 

Edisi Indonesia terbit pada 2024 dengan 128 halaman dan ilustrasi berwarna.

Cakupan materinya cukup luas sehingga buku ini bisa digunakan sebagai bacaan referensi yang dibuka kembali ketika anak menemukan pertanyaan baru.

Moms & Dads tidak harus meminta anak membaca dari halaman pertama sampai terakhir. 

Biarkan mereka mulai dari topik yang paling membuat penasaran.

 

7. Buku Pertamaku: Sains

Sesuai namanya, Buku Pertamaku: Sains dapat menjadi pengantar untuk anak yang baru mulai mengenal bacaan bertema sains.

Buku karya Miles Kelly yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini memiliki 48 halaman. 

Katalog Perpustakaan Jakarta mengelompokkannya sebagai buku bertema eksperimen dan sains untuk anak.

Format yang lebih ringkas membuatnya tidak terlalu mengintimidasi bagi anak yang belum terbiasa membaca ensiklopedia tebal.

Moms & Dads dapat membaca bersama si kecil, kemudian meminta anak menjelaskan kembali fakta yang paling menarik menurut mereka.

 

8. Kidzopedia: Kumpulan Pengetahuan Anak Hebat

Kidzopedia: Kumpulan Pengetahuan Anak Hebat mempunyai beberapa tema yang bisa disesuaikan dengan ketertarikan anak.

Salah satunya adalah Hewan dan Tumbuhan karya Fadila Hanum. 

Buku ini membahas habitat, perkembangbiakan dan cara bergerak hewan, rantai makanan, bagian tumbuhan, sumber makanan tumbuhan, serta cara tumbuhan bertahan hidup. 

Buku tersebut diterbitkan Ziyad dan dilengkapi gambar serta lembar aktivitas.

Ada pula tema Keajaiban Tubuh Manusia karya Dyah Umi Purnama yang mengenalkan berbagai bagian tubuh dan menjawab pertanyaan sehari-hari, seperti alasan manusia berkeringat, merinding, berkedip, atau tersedak.

Seri ini menarik untuk anak yang senang belajar melalui pertanyaan yang dekat dengan keseharian.

 

9. Seri Smart Science

Jika anak menyukai perpaduan cerita dan teknologi, Seri Smart Science bisa menjadi pilihan.

Salah satu judulnya adalah Misi Penyelamatan Kapten Cookie, diterbitkan Bhuana Ilmu Populer pada 2019. 

Ceritanya membawa anak mengikuti petualangan yang berhubungan dengan konsep magnet.

Yang membuat seri ini berbeda adalah penyampaian materi melalui cerita yang dilengkapi konten seperti video eksperimen, animasi, dan aktivitas yang dapat diakses menggunakan perangkat digital.

Anak pun tidak sekadar membaca konsep sains, tetapi mengikuti masalah yang harus diselesaikan oleh tokoh dalam cerita.

 

10. Sains Seru untuk Anak

Rekomendasi terakhir adalah Sains Seru untuk Anak karya Kartika Oktorina yang diterbitkan Elex Media Komputindo.

Buku ini mengajak anak melakukan percobaan untuk memahami bagaimana benda bergerak, mengalami perubahan, dan bekerja dalam kehidupan sehari-hari. 

Salah satu volumenya memiliki 116 halaman dan diterbitkan pada 2018.

Buku ini cocok untuk anak yang senang belajar melalui aktivitas langsung.

Setelah membaca penjelasan, Moms & Dads dapat mengajak anak memprediksi hasil percobaan terlebih dahulu sebelum mencobanya. 

Dengan begitu, aktivitas tidak sekadar mengikuti instruksi, tetapi juga melatih anak membuat dugaan.

 

Bagaimana Membuat Anak Lebih Tertarik Membaca Buku Sains?

Punya koleksi buku yang bagus belum tentu langsung membuat anak tertarik membacanya.

Agar buku benar-benar dimanfaatkan, coba beberapa cara berikut.

 

1. Mulai dari Topik yang Disukai Anak

Tidak perlu memulai dari buku yang menurut orang tua paling edukatif.

Mulailah dari hal yang memang sedang membuat anak penasaran.

Kalau anak suka dinosaurus, cari buku tentang kehidupan prasejarah. 

Kalau anak senang melihat bulan dan bintang, coba buku antariksa. 

Kalau mereka sering bertanya tentang tubuh, pilih buku anatomi sederhana.

Minat menjadi pintu masuk paling mudah menuju kebiasaan membaca.

 

2. Sesuaikan dengan Usia dan Kemampuan Membaca Anak

Buku yang terlalu sulit bisa membuat anak cepat kehilangan minat.

Untuk usia dini, pilih buku dengan ilustrasi dominan, kalimat singkat, dan satu konsep utama dalam setiap bagian.

Anak yang sudah lebih lancar membaca dapat mulai dikenalkan pada ensiklopedia, komik sains, atau buku eksperimen dengan penjelasan lebih lengkap.

 

3. Pilih Ilustrasi yang Membantu Anak Memahami Konsep

Dalam buku sains, gambar tidak hanya berfungsi sebagai hiasan.

Diagram tubuh, ilustrasi planet, tahapan pertumbuhan tanaman, atau gambar eksperimen dapat membantu anak memahami konsep yang sulit dibayangkan melalui teks saja.

Karena itu, cek isi beberapa halaman sebelum membeli buku apabila memungkinkan.

 

4. Pertimbangkan Buku dengan Aktivitas Interaktif

Anak biasanya lebih mudah terlibat ketika tidak hanya diminta membaca.

Buku dengan eksperimen, kuis, permainan mencari objek, pertanyaan, atau aktivitas observasi dapat membuat proses belajar terasa lebih hidup.

Setelah selesai membaca satu bagian, beri kesempatan anak melakukan aktivitasnya sebelum pindah ke halaman berikutnya.

 

5. Lakukan Eksperimen Sederhana setelah Membaca

Membaca tentang suatu konsep akan terasa lebih menarik ketika anak dapat melihat buktinya sendiri.

Misalnya, setelah membaca tentang tumbuhan, ajak anak menanam kacang hijau dan mengamati pertumbuhannya.

Setelah membaca tentang benda terapung, sediakan beberapa benda dan minta anak menebak mana yang akan tenggelam atau mengapung.

Aktivitas sederhana seperti ini membantu menghubungkan informasi dalam buku dengan dunia nyata.

 

Buku sains anak bukan hanya berfungsi menambah pengetahuan.

Melalui topik yang sesuai minat, anak dapat belajar mengamati, bertanya, mencari jawaban, mencoba sesuatu, hingga menjelaskan kembali apa yang sudah dipahami. 

Ketertarikan tersebut juga dapat dikembangkan ke keterampilan lain, termasuk belajar bahasa Inggris sejak dini.

Live Book Sparks English
Di les bahasa Inggris Sparks English, anak belajar bahasa Inggris melalui metode fun dan interaktif dengan program yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan.

Mulai dari vocabulary dan phonics untuk anak usia dini hingga speaking, listening, reading, writing, mini project, group discussion, dan problem solving untuk level berikutnya.

Apalagi ada free extra sessions tiap pekan bareng native teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.

Cuma di Sparks English kualitas dan fasilitas belajar sekomplit ini bisa didapat dengan budget ramah di kantong! Pastinya jadi pilihan paling worth it, in this economy!

Ayo booking free trial class sekarang, cuma butuh 1 menit lewat live booking instan!

Author:

Topik:

Share article: