Moms & Dads, kemampuan bicara anak berkembang dari interaksi kecil yang terjadi setiap hari, misalnya meniru bunyi atau mencoba menyebut benda yang sering dilihat.
Namun, progress-nya nggak selalu sama pada setiap anak. Bahkan, sebagian anak bisa mengalami keterlambatan atau sering disebut speech delay.
Kondisi ini tetap bisa didukung dengan berbagai stimulasi, termasuk beberapa cara mengatasi anak speech delay yang dapat dilakukan di rumah.
Di artikel ini, kita akan membahas tanda dan penyebab speech delay hingga berbagai cara sederhana untuk membantu menstimulasi kemampuan bicara si kecil.
- Apa Saja Tanda Anak Mengalami Speech Delay?
- Apa Penyebab Anak Mengalami Speech Delay?
- Bagaimana Cara Mengatasi Anak Speech Delay di Rumah?
- Aktivitas untuk Menstimulasi Anak Speech Delay di Rumah
- Kapan Anak Speech Delay Perlu Diperiksakan?
Apa Saja Tanda Anak Mengalami Speech Delay?
Tanda anak speech delay salah satunya dapat dilihat dari kemampuan berkomunikasi yang belum sesuai dengan milestone.
Misalnya, menurut milestone dari CDC, anak usia 18 bulan sudah mencoba mengucapkan sedikitnya tiga kata selain “mama” atau “dada”, sedangkan pada usia 2 tahun anak umumnya mulai menggabungkan dua kata.
Meski demikian, milestone ini cukup dijadikan acuan saja, bukan untuk dijadikan diagnosis.
1. Anak Jarang Meniru Suara atau Kata
Saat anak tertarik dengan bahasa yang didengarnya, biasanya kemampuan meniru suara akan muncul.
Salah satu tanda speech delay adalah saat orang tua sudah sering mengatakan suatu hal tapi anak hampir nggak pernah menirukannya.
2. Kosakata Anak Tidak Bertambah Sesuai Perkembangannya
Anak yang kosakatanya berkembang sangat lambat juga salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Anak sudah lama bisa bilang “mama”, tetapi hampir nggak muncul kata baru lagi setelah itu meski ia sering diajak berkomunikasi.
3. Anak Lebih Sering Menggunakan Gestur daripada Kata-Kata
Menunjuk benda atau menarik tangan orang tua memang termasuk cara anak berkomunikasi.
Namun, jika anak lebih sering menggunakan gestur dibanding kata-kata dan suara untuk berkomunikasi, maka ini jadi hal yang juga perlu diperhatikan.
4. Anak Sulit Memahami atau Mengikuti Instruksi
Salah satu hal inti dari perkembangan komunikasi anak adalah kemampuan memahami bahasa.
Anak dengan speech delay salah satu tandanya adalah sering kesulitan mengikuti instruksi sederhana seperti “ambil bola”, sekalipun ia sebenarnya tahu benda apa yang dimaksud.
5. Anak Tidak Merespons saat Dipanggil atau Diajak Berbicara
Kemampuan mendengar berperan penting dalam perkembangan bicara, sehingga respons anak terhadap suara juga perlu diperhatikan.
Anak yang beberapa kali dipanggil tapi nyaris nggak pernah menoleh perlu diperiksa lebih lanjut.
Apa Penyebab Anak Mengalami Speech Delay?
Penyebab speech delay bisa berbeda-beda pada setiap anak.
Bahkan, American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menjelaskan bahwa pada sebagian anak dengan late language emergence, seringkali penyebab yang jelasnya nggak bisa langsung diketahui.
Meski begitu, beberapa hal berikut dapat berkaitan dengan speech delay antara lain:
- Gangguan pendengaran: Jika suara yang didengar kurang jelas, anak jadi lebih sulit mengenali, memahami, dan meniru kata-kata yang didengarnya.
- Keterlambatan perkembangan bahasa: Anak membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dan menggunakan kata dalam berkomunikasi.
- Gangguan perkembangan tertentu: Beberapa gangguan perkembangan, misalnya autisme, dapat membuat kemampuan bahasa dan bicara anak berkembang lebih lambat.
- Kesulitan menghasilkan suara untuk bicara: Anak sebenarnya tahu apa yang ingin disampaikan, tetapi kesulitan mengucapkan bunyi atau kata dengan jelas.
- Riwayat keluarga: Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat keterlambatan bicara atau bahasa memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalaminya juga.
- Kelahiran prematur: Anak yang lahir prematur bisa memiliki perkembangan bahasa yang lebih lambat dibanding anak seusianya.
- Interaksi langsung yang terbatas: Kesempatan anak untuk mendengar percakapan, diajak berbicara, dan mencoba merespons terbatas sehingga nggak cukup untuk melatih kemampuan bahasanya.
Kesempatan mendengar dan menggunakan bahasa secara konsisten, seperti yang dibahas di atas, juga berlaku saat anak mulai dikenalkan pada bahasa kedua seperti bahasa Inggris.
Di usia dini, anak memang punya kemampuan alami untuk menyerap kosakata dan pelafalan bahasa baru, dan kemampuan ini bisa menurun seiring anak bertambah besar.
Itulah kenapa banyak orang tua menyesal tidak memberikan exposure bahasa Inggris yang cukup di masa kecil anak sehingga anak harus belajar bahasa Inggris dengan effort lebih besar di kemudian hari.
Ingatlah bahwa di era sekarang bahasa Inggris bukan cuma untuk pelajaran tambahan, tapi jadi skill yang akan nentuin seberapa jauh anak bisa melangkah di masa depan.
Masuk sekolah favorit, berprestasi di kompetisi internasional, dapat beasiswa, sampai berkarier di perusahaan global, semuanya jauh lebih terbuka buat anak yang bisa bahasa Inggris sejak kecil.

Di sinilah Sparks English hadir agar anak bisa mendapatkan exposure bahasa Inggris secara konsisten sesuai tahap tumbuh kembang usianya.
Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang terasa seperti bermain dan dekat dengan dunia anak.
Kelasnya semi-private, dibimbing langsung oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher sehingga anak bisa active speaking sekaligus membentuk pelafalannya natural ala native.
Hasilnya sudah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students yang jadi percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan, dengan biaya yang tetap terjangkau mulai Rp70 ribuan aja per kelas.
Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya terjangkau demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?
Coba secara gratis lewat free trial class sekarang dan jangan sia-siakan diskon 1 jutanya karena kuota terbatas!
Bagaimana Cara Mengatasi Anak Speech Delay di Rumah?
Ada beberapa cara mengatasi anak speech delay yang bisa dilakukan lewat kebiasaan-kebiasaan sederhana di rumah.
Intinya, beri anak lebih banyak kesempatan untuk mendengar bahasa, mencoba meniru, lalu menggunakannya saat beraktivitas.
1. Ajak Anak Berbicara Sesering Mungkin
Anak perlu sering mendengar kata-kata dalam situasi sehari-hari. Karena itu, ajak ia ngobrol kapan pun ada kesempatan.
Saat makan, misalnya, orang tua bisa bertanya, “Enak?” atau “Ini namanya apa?”.
Percakapan seperti ini membuat anak terbiasa mendengar kata dan mencoba menggunakannya.
2. Berikan Waktu agar Anak Merespons
Setelah bertanya sesuatu, jangan langsung menjawab sendiri atau buru-buru beralih ke topik lain.
Anak dengan speech delay bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses pertanyaan.
Misalnya, setelah bertanya “mau susu?”, beri jeda supaya ia punya kesempatan mencoba menjawab.
3. Kembangkan Ucapan Anak
Kalau anak sudah bisa mengatakan satu kata, gunakan kata itu sebagai pijakan untuk mengenalkan ucapan yang lebih panjang.
Misalnya saat anak bilang “mobil”, orang tua bisa membalas, “iya, mobil merah” atau “mobilnya jalan”.
Anak jadi tahu bahwa satu kata yang sudah ia kuasai bisa dikembangkan menjadi ucapan yang lebih lengkap.
4. Bacakan Buku Cerita secara Interaktif
Membaca buku bisa membantu anak mengenal kata baru sekaligus belajar menggunakannya.
Saat membaca, ajak anak memperhatikan gambar dan sebutkan nama benda atau aktivitas yang terlihat di sana.
Beri juga kesempatan untuk mencoba menyebutkan kembali kata yang sudah ia dengar.
5. Gunakan Pertanyaan dan Pilihan Sederhana
Memberikan pilihan bisa membantu anak belajar menyampaikan keinginannya dengan kata.
Jangan cuma bertanya “mau makan apa?”, tapi coba tanyakan “mau apel atau pisang?”.
Kalau anak menunjuk salah satu pilihan, orang tua bisa menyebutkan katanya lagi, misal “oh, mau pisang ya.” lalu memberi kesempatan anak mencoba mengucapkannya.
6. Ajak Anak Bermain Sambil Berkomunikasi
Waktu bermain juga jadi momen yang tepat untuk mendorong anak lebih aktif berbicara.
Kalau ia sedang senang bermain mobil, ikutlah bermain sambil mengenalkan kata yang sesuai dengan permainan, misalnya, ucapkan “berhenti” lalu beri kesempatan anak mencoba menirukannya.
Latihan seperti ini biasanya terasa lebih ringan karena dilakukan sambil bermain, bukan seperti sedang belajar secara khusus.
7. Kurangi Komunikasi Satu Arah dari Gadget
Kalau anak terlalu lama menonton di gadget, kesempatan untuk berlatih bicara dengan orang lain juga ikut berkurang.
Ganti screen time dengan aktivitas bersama yang memberi ruang bagi anak untuk ngobrol.
Targetnya bukan cuma lebih sedikit gadget, tetapi lebih banyak kesempatan bagi anak untuk menggunakan bahasa secara langsung.
Baca Juga: 12 Kegiatan Tanpa HP yang Seru dan Edukatif untuk Anak
8. Beri Respons Positif saat Anak Mencoba Berbicara
Saat anak mencoba bicara, jangan langsung mengoreksi kesalahan-kesalahannya.
Kalau anak bilang “cu” saat minta susu, nggak perlu langsung dibetulkan. Cukup beri respons postif seperti, “iya, susu”.
Dengan begitu, anak tetap mendengar kata yang benar dan nggak takut mencoba lagi.
Stimulasi-stimulasi tadi dapat membantu perkembangan komunikasi anak, tetapi nggak bisa sepenuhnya menggantikan terapi speech delay dari profesional jika memang dibutuhkan.
Jika orang tua merasa perkembangan bicara atau bahasa anak terlambat, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil evaluasi tersebut, profesional dapat menentukan apakah anak cukup dipantau dan distimulasi di rumah atau membutuhkan terapi anak speech delay maupun terapi anak telat bicara yang sesuai dengan kebutuhannya.
Aktivitas untuk Menstimulasi Anak Speech Delay di Rumah
Sebenarnya, cara mengatasi anak speech delay di rumah nggak perlu bikin satu sesi khusus, justru bisa memanfaatkan permainan yang memang sudah sering dilakukan anak di rumah.
Berikut ini beberapa contohnya:
- Meniru suara hewan: Untuk anak yang belum banyak bicara, coba latih dengan meniru suara hewan seperti “meong” atau “guk-guk”.
- Melanjutkan lagu yang sudah familiar: Nyanyikan lagu yang sering didengar anak, lalu berhenti sebelum satu kata terakhir, contoh “Balonku ada..?”. Beri waktu supaya anak mencoba melanjutkan bagian tersebut.
- Pretend play: Ajak anak bermain pura-pura, misalnya menyuapi boneka. Sambil bermain, kenalkan kata yang sesuai dengan aktivitasnya, seperti “makan” atau “tidur”.
- Mencari atau mengambil benda: Minta anak mengambil benda yang sudah ia kenketahui, misalnya dengan mengatakan “ambil sepatu”.
Ada banyak pilihan permainan lainnya yang bisa dicoba di rumah, Moms & Dads bisa temukan dalam artikel mainan untuk anak speech delay.
Kapan Anak Speech Delay Perlu Diperiksakan?
Kalau perkembangan bicara anak terasa tertinggal, atau Moms & Dads merasa ada yang berbeda, nggak ada salahnya untuk memeriksakan lebih awal.
Menurut IDAI, ada beberapa tanda waspada yang bisa dijadikan acuan:
- Sekitar 6 bulan: anak belum mengoceh atau tidak menoleh saat dipanggil namanya dari belakang.
- 12 bulan: belum menunjuk dengan jari atau ekspresi wajahnya masih sangat terbatas.
- 16 bulan: belum ada kata yang bermakna.
- 24 bulan: belum bisa mengucapkan kalimat dua kata yang dapat dimengerti.
- Usia berapa pun: kemampuan bicara atau sosial yang sebelumnya sudah dimiliki justru mengalami kemunduran.
Acuan dari CDC juga bisa digunakan untuk melihat perkembangan bahasa anak.
Menurut CDC, pada usia 30 bulan, anak umumnya sudah menggunakan sekitar 50 kata dan mulai menggabungkan dua kata atau lebih.
CDC menyarankan orang tua untuk segera bertindak jika anak belum mencapai satu atau beberapa milestone ini.
Lingkungan yang kaya bahasa, baik lewat obrolan, bacaan, maupun permainan, adalah fondasi penting untuk kemampuan komunikasi anak, termasuk komunikasi dalam bahasa Inggris.
Sekarang ini, bahasa Inggris nggak cuma pelajaran tambahan, tapi skill yang ikut nentuin seberapa jauh anak bisa terus berkembang dan maju dalam hidupnya kelak.
Jangan sampai kesempatan berharga di kemudian hari terlewat begitu aja karena si kecil nggak punya skill bahasa Inggris di masa depannya.

Sparks English hadir sebagai les bahasa Inggris anak yang tahu cara paling efektif untuk bangun skill bahasa Inggris anak sejak dini.
Didukung kelas yang full english environment, bantu si kecil terbiasa listening dan speaking pakai bahasa Inggris tanpa takut salah dan terasa menyenangkan seperti bermain.
Apalagi ada free extra sessions tiap pekan bareng internasional teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.
Cuma di Sparks English kualitas dan fasilitas belajar sekomplit ini bisa didapat dengan budget ramah di kantong! Pastinya jadi pilihan paling worth it, in this economy!
Ayo booking free trial class sekarang, cuma butuh 1 menit lewat live booking instan!


