Moms & Dads, apakah anak-anak udah mulai cerita keinginan dan cita-citanya belakangan ini?
Kalau iya, mungkin ini saat yang tepat untuk ngenalin mereka ke vision board!
Vision board adalah alat yang akan ngebantu si kecil untuk bisa terus melihat cita-citanya secara visual, bukan cuma sekali lewat dan terlupa gitu aja.
Selain teringat terus, vision board juga bisa bikin si kecil semangat mengejar keinginan dan cita-citanya, lho!
Nah, biar makin paham apa itu vision board dan gimana mulai bikinnya, simak artikel ini sampai selesai, ya!
- Apa Itu Vision Board?
- Apa Manfaat Vision Board untuk Anak dan Remaja?
- Apa Saja yang Bisa Dimasukkan ke Vision Board Anak?
- Bagaimana Cara Membuat Vision Board untuk Anak?
Apa Itu Vision Board?

Vision board adalah papan visual berisi kumpulan gambar maupun kata-kata yang mewakili impian atau tujuan seseorang.
Konsep ini sebenarnya sudah lama dipakai orang dewasa untuk memvisualisasikan goals mereka, dan sekarang mulai banyak orang tua yang mengadaptasinya untuk anak.
Vision board anak bisa dibuat lebih sederhana dan penuh warna supaya lebih menarik dan gampang dipahami.
Papan ini nggak harus selalu berisi target dan impian besar, tapi bisa juga diisi hal-hal kecil yang mereka inginkan.
Apa Manfaat Vision Board untuk Anak dan Remaja?
Manfaat vision board untuk anak dan remaja cukup luas, mulai dari membantu mereka mengenali minat sampai melatih rasa percaya diri.
Berikut beberapa manfaat yang lebih rinci.
1. Membantu Anak Mengenali Minat dan Keinginannya
Vision board berisi gambar atau kata-kata terkait minat dan keinginan anak.
Proses menempel di vision board membuat anak jadi lebih aware akan apa yang sebenarnya mereka suka.
2. Membantu Anak Menentukan Tujuan
Vision board membantu keinginan anak yang tadinya cuma terlintas sepintas jadi tujuan yang lebih jelas bentuknya.
Menurut ulasan di Psychology Today, menetapkan tujuan berkaitan dengan rasa percaya diri, motivasi, dan kemandirian anak.
3. Mendorong Anak Lebih Termotivasi
Vision board berguna untuk memvisualisasikan target dan cita-cita anak menjadi gambar yang mudah dilihat.
Dengan melihat goals-nya dalam bentuk gambar setiap hari akan membuat anak lebih semangat dan termotivasi mewujudkannya.
4. Melatih Kreativitas Anak
Proses membuat vision board juga bisa meningkatkan kreativitas anak lewat pilihan gambar, warna, dan susunan yang mereka suka.
Sebab, nggak ada aturan baku soal tampilan vision board, sehingga anak pun bisa bebas berekspresi.
5. Melatih Kemampuan Merencanakan Sesuatu
Menyusun vision board juga melatih anak mengubah ide di kepala jadi langkah-langkah yang lebih konkret.
Misalnya, melihat tulisan “jadi juara lomba menggambar” di vision board, anak jadi tahu kalau ia perlu latihan rutin untuk bisa mencapainya.
6. Mendorong Anak untuk Lebih Konsisten
Vision board berisi tujuan-tujuan anak dalam bentuk visual, baik gambar, simbol, atau kata-kata.
Pengingat visual seperti ini membantu anak kembali konsisten berusaha lagi saat semangatnya mulai kendor di tengah jalan.
7. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Saat sudah mencapai tujuan yang ia tempelkan di vision board, anak makin yakin usahanya bisa membuahkan hasil.
Rasa “aku bisa” ini lama-lama akan bertumbuh jadi rasa percaya diri.
Ngomongin vision board dan mimpi besar anak, ada satu skill yang hampir selalu jadi syarat untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu, yaitu bahasa Inggris.
Di era sekarang, hampir semua impian besar anak, dari beasiswa, kuliah di universitas terbaik, student exchange, sampai karier di perusahaan global, semuanya butuh fondasi bahasa Inggris yang kuat.
Moms & Dads tahu wajib tahu bahwa masa kanak-kanak adalah waktu terbaik untuk membangun fondasi itu.
Di usia ini, otak anak menyerap bahasa baru dengan cara yang nggak akan pernah bisa diulang saat dewasa karena otak anak masih seperti spons yang bisa menyerap bahasa baru secara mudah dan natural.
Banyak orang nyesel karena baru serius belajar bahasa Inggris setelah besar, padahal kalau dimulai dari kecil prosesnya jauh lebih ringan dan hasilnya jauh lebih optimal.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Di Sparks English, anak usia 3–15 tahun dapat belajar bahasa Inggris secara fun dan interaktif sesuai usia serta tingkatan level CEFR.
Lewat aktivitas speaking, storytelling, roleplay, problem solving, hingga project edukatif mendorong anak bangun kepercayaan diri berbahasa Inggris dalam kegiatan yang dekat dengan dunia mereka.
Kelasnya semi-private dibimbing langsung native teacher dan Cambridge TKT certified teacher yang bikin anak nggak cuma jago bahasa Inggris, tapi juga bisa terbiasa dengan accent ala native.
Dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas, metode ini sudah terbukti bantu 25.000+ students lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?
Coba free trial class sekarang dan jangan sia-siakan diskon Rp1 jutanya karena kuota terbatas!
Apa Saja yang Bisa Dimasukkan ke Vision Board Anak?
Sebenarnya, nggak ada aturan khusus apa saja yang bisa dimasukkan ke vision board anak, semuanya tinggal disesuaikan dengan usia dan minat mereka.
Namun, beberapa kategori berikut bisa jadi acuan biar Moms & Dads nggak bingung mulai dari mana.
1. Cita-Cita dan Impian Anak
Biasanya anak usia SD udah punya cita-cita tertentu yang mereka impikan.
Ada banyak cita-cita anak SD yang bisa dimasukkan ke vision board, seperti dokter, pemadam kebakaran, atau pilot yang bisa dicetak menjadi gambar dan ditempelkan.
2. Target Belajar
Selain cita-cita besar, target belajar sehari-hari juga bisa dimasukkan ke vision board, misalnya “lancar menghitung KPK dan FPB di minggu ini” atau “sudah lancar bahasa Inggris saat kelas 6”.
Target jangka pendek seperti ini biasanya lebih gampang dirasakan progresnya.
3. Hobi dan Keterampilan
Selain cita-cita, hobi atau keterampilan yang lagi digeluti anak juga layak masuk ke vision board.
Ada banyak macam hobi anak yang bisa ditempelkan, mulai dari menggambar, berenang, sampai main alat musik.
4. Pengalaman yang Ingin Dicoba
Bagian ini bisa diisi pengalaman yang belum pernah anak coba tapi sangat ingin dia rasakan, misalnya naik pesawat pertama kali atau ikut perkemahan sekolah.
Pengalaman yang ingin dicoba seperti ini bisa masuk vision board agar anak nggak melupakannya.
5. Nilai yang Ingin Dikembangkan
Nggak cuma soal pencapaian, vision board juga bisa memuat nilai yang ingin ditanamkan, seperti ingin lebih rajin atau lebih pede.
Bagaimana Cara Membuat Vision Board untuk Anak?
Vision board anak sebenarnya cukup dibuat sederhana, yang penting menarik untuk “dilirik” oleh anak.
Langkah-langkah berikut bisa dicoba biar prosesnya tetap seru dari awal sampai selesai.
1. Tentukan Tema Vision Board
Sebelum mulai menempel apa pun, tentukan dulu tema besarnya supaya isi vision board lebih menarik dan terarah.
Tema seperti “my dream”, “future goals”, atau “things i want to learn” bisa dipilih sebagai contoh vision board masa depan.
2. Ajak Anak Menentukan Tujuannya Sendiri
Supaya hasilnya benar-benar mewakili anak, biarkan mereka yang memilih tujuannya sendiri.
Ajak anak ngobrol dan beri pertanyaan simpel seperti “kamu pengin bisa apa nih tahun ini?”, lalu biarkan anak menjawab pakai kata-katanya.
3. Kumpulkan Gambar, Kata, dan Simbol
Setelah tujuannya jelas, kumpulkan gambar, kata, atau simbol yang paling mewakili tiap tujuan itu.
Banyak yang bisa jadi referensi visual, entah dari majalah bekas, cetakan internet, atau karya anak sendiri.
4. Kelompokkan Tujuan Berdasarkan Kategori
Supaya nggak berantakan, kelompokkan dulu gambar dan kata yang sudah terkumpul berdasarkan kategorinya.
Misalnya, kategori “belajar” untuk target akademik, “hobi” untuk skill yang ingin didalami, dan “pengalaman” untuk hal baru yang ingin dicoba.
Baca Juga: 7 Manfaat Cita Cita untuk Anak dan Cara Menemukannya!
5. Susun Vision Board Sesuai Kreativitas Anak
Setelah semua bahan siap, biarkan anak menyusun sendiri tata letaknya di atas papan atau kertas besar.
Tidak harus rapi atau simetris, biarkan anak berekspresi agar hasilnya terasa lebih personal untuk si kecil.
6. Tambahkan Langkah Nyata di Setiap Tujuan
Daripada sekadar gambar, setiap tujuan sebaiknya dilengkapi juga dengan langkah kecil yang bisa langsung dikerjakan
Contoh vision board yang ada langkah nyatanya misalnya di bawah gambar “lancar bahasa Inggris”, ditempel catatan kecil “latihan ngomong bahasa Inggris 10 menit tiap hari”.
7. Letakkan di Tempat yang Mudah Dilihat
Vision board yang sudah jadi sebaiknya ditempel di tempat yang sering dilihat anak, misalnya di dinding kamar.
Posisi yang mudah terlihat membuat anak lebih sering teringat tujuannya sendiri.
Punya skill bahasa Inggris bisa banget jadi salah satu goals yang dimasukkan ke vision board anak.
Sebab, skill ini adalah investasi jangka panjang yang akan terus terpakai di berbagai fase kehidupan anak, mulai dari sekolah, raih prestasi, sampai peluang beasiswa dan mengejar karier impian di tingkat internasional.

Sparks English adalah les bahasa Inggris anak dengan program berjenjang sesuai level proficiency untuk anak usia 3–15 tahun.
Kelasnya menerapkan full English environment yang mendorong anak active speaking, sambil terus dibimbing lewat pendekatan confidence building biar makin berani dan pede.
Sebelum mulai kelas, anak akan ikut placement test dulu biar levelnya cocok dengan kemampuannya sehingga materi pasti mudah dipahami anak.
Masih ada bonus free extra session bareng internasional teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.
Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain dengan harga yang ekonomis ramah banget di kantong!
Kalau masih ragu, coba aja free trial class-nya dulu, bisa lewat live booking instan cuma butuh 1 menit!


