Moms & Dads sedang mencari game melatih daya ingat yang seru untuk anak?
Permainan sederhana seperti mencocokkan kartu, mengingat urutan warna, puzzle, hingga tebak kata bisa digunakan untuk mengajak anak berlatih mengingat informasi sambil tetap menikmati aktivitasnya.
Selain memori, beberapa permainan juga melibatkan konsentrasi, kemampuan mengikuti instruksi, kosakata, hingga problem solving.
Berikut ini rekomendasi lengkapnya!
- Apa Itu Game Melatih Daya Ingat?
- Rekomendasi Game Melatih Daya Ingat untuk Anak dan Remaja
- 1. Memory Matching untuk Melatih Ingatan Visual
- 2. Simon Says untuk Melatih Memori dan Mengikuti Instruksi
- 3. Mengingat Urutan Gambar atau Warna untuk Melatih Working Memory
- 4. Jigsaw Puzzle untuk Melatih Memori Visual dan Problem Solving
- 5. Tebak Kata untuk Melatih Ingatan dan Kosakata
- 6. Story Recall untuk Melatih Kemampuan Mengingat Informasi
- 7. Sudoku untuk Melatih Working Memory dan Problem Solving
- 8. Memory Quiz untuk Melatih Kemampuan Mengingat Detail
- 9. 2048 untuk Melatih Memori Posisi dan Strategi
- 10. Cari dan Temukan untuk Melatih Perhatian dan Memori Visual
- Cara Memilih Game Melatih Daya Ingat untuk Anak
Apa Itu Game Melatih Daya Ingat?
Game melatih daya ingat adalah permainan yang meminta anak menyimpan, mengingat, lalu menggunakan kembali informasi yang baru dilihat atau didengar.
Contohnya, anak perlu mengingat posisi kartu, urutan gambar, detail sebuah cerita, atau instruksi yang diberikan beberapa detik sebelumnya.
Aktivitas semacam ini membuat anak menggunakan working memory, yaitu kemampuan untuk menyimpan informasi dalam waktu singkat sambil menggunakannya untuk menyelesaikan suatu tugas.
Permainan yang dilakukan secara rutin dan sesuai usia juga bisa menjadi bagian dari aktivitas belajar yang membantu anak berlatih fokus, mengikuti aturan, serta menyelesaikan masalah.
Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak dan Daya Tangkapnya
Rekomendasi Game Melatih Daya Ingat untuk Anak dan Remaja
Banyak game untuk melatih daya ingat yang bisa dimainkan menggunakan kartu, gambar, benda di rumah, atau bahkan tanpa alat sama sekali.
Berikut adalah rekomendasi game melatih daya ingat dan konsentrasi yang efektif diterapkan di rumah:
1. Memory Matching untuk Melatih Ingatan Visual

Memory matching adalah permainan mencari dua kartu dengan gambar yang sama.
- Cara Bermain: Atur sejumlah kartu bergambar secara tertutup. Anak membuka dua kartu secara bergantian untuk menemukan pasangan gambar yang sama. Jika tidak cocok, kartu ditutup kembali di posisi semula.
- Manfaat: Mengasah visual spatial memory, kemampuan konsentrasi, serta pemetaan lokasi objek dalam pikiran.
- Cocok untuk Usia: 3 – 7 tahun.
2. Simon Says untuk Melatih Memori dan Mengikuti Instruksi
Simon Says cocok dimainkan saat anak aktif dan ingin bergerak.
- Cara Bermain: Pemimpin permainan memberikan instruksi gerakan yang diawali frasa “Simon says…” (misal: “Simon says touch your nose”). Anak hanya boleh melakukan gerakan jika kata kunci tersebut diucapkan.
- Manfaat: Melatih ingatan auditori, kontrol impuls (inhibitory control), dan konsentrasi mendengarkan instruksi mendalam.
- Cocok untuk Usia: 4 – 9 tahun.
3. Mengingat Urutan Gambar atau Warna untuk Melatih Working Memory
Permainan sederhana ini membuat anak menahan beberapa informasi sekaligus dalam pikirannya sebelum menyusun kembali jawabannya.
- Cara Bermain: Tunjukkan deretan 3–5 pola warna atau gambar selama beberapa detik, lalu acak atau tutup. Minta anak menyusun kembali urutannya persis seperti semula.
- Manfaat: Meningkatkan short-term working memory dan ketelitian anak terhadap urutan logika (sequential processing).
- Cocok untuk Usia: 5 – 10 tahun.
4. Jigsaw Puzzle untuk Melatih Memori Visual dan Problem Solving

Saat bermain jigsaw puzzle, anak perlu mencari potongan yang sesuai berdasarkan warna, bentuk, dan bagian gambar yang sudah dilihat.
- Cara Bermain: Anak menyusun potongan-potongan gambar acak hingga membentuk satu gambar utuh berdasarkan acuan gambar asli.
- Manfaat: Mempertajam visuospatial reasoning, melatih daya ingat terhadap bentuk dan warna, serta melatih kesabaran menyelesaikan masalah.
- Cocok untuk Usia: 3 – 12+ tahun (disesuaikan dengan jumlah potongan puzzle).
5. Tebak Kata untuk Melatih Ingatan dan Kosakata
Tebak kata bisa menjadi game melatih daya ingat dan konsentrasi sekaligus cara menyenangkan untuk memperkaya vocabulary anak.
- Cara Bermain: Pemain memberikan petunjuk berupa ciri-ciri, definisi, atau sinopsis tanpa menyebutkan kata utamanya, lalu anak menebak kata yang dimaksud.
- Manfaat: Mengakses memori asosiatif, memperluas perbendaharaan kata (vocabulary), dan melatih pemrosesan bahasa.
- Cocok untuk Usia: 6 – 15 tahun.
Cara belajar seperti ini juga penting saat anak belajar bahasa Inggris.
Sebab, kemampuan bahasa Inggris tidak cukup hanya dengan menghafal vocabulary atau memahami grammar.
Anak juga perlu sering mendengar, mengingat, dan menggunakan kembali apa yang sudah dipelajari agar semakin terbiasa berkomunikasi.
Karena itu, belajar sejak dini bisa memberikan anak lebih banyak waktu untuk membangun fondasi bahasa Inggris, mulai dari mengenali bunyi dan pronunciation hingga memahami vocabulary dan pola kalimat dalam berbagai konteks.
Apalagi di fase ini otak anak masih sangat mudah menangkap bunyi, pronunciation, dan pola kalimat baru secara natural lewat stimulasi yang konsisten.
Faktanya, banyak lho orang menyesal karena baru serius belajar bahasa Inggris saat dewasa, tapi usahanya jadi jauh lebih berat karena otak udah nggak se-reseptif dulu untuk menyerap bahasa baru.
Padahal bahasa Inggris bukan cuma buat nilai sekolah aja, tapi menjadi skill yang pasti selalu dibutuhkan di setiap tahap kehidupan anak hingga dewasa nanti.
Jangan sampai si kecil kehilangan head start yang justru seharusnya bisa mereka kuasai dari sekarang.

Di sinilah Sparks English hadir membantu anak usia 3–15 tahun belajar bahasa Inggris melalui metode fun & interactive learning yang disesuaikan dengan usia dan level kemampuan masing-masing anak.
Kurikulum standar internasional CEFR, dengan aktivitas belajar yang mendorong anak untuk lebih aktif listening, speaking, dan berinteraksi selama kelas.
Anak juga belajar bareng native teacher dan teacher bersertifikasi Cambridge TKT, sehingga mereka dapat lebih banyak exposure terhadap penggunaan bahasa Inggris secara natural.
Dengan kelas semi-private dan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas, Moms & Dads bisa memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris yang seru sekaligus terarah sejak dini.
Yuk, daftar free trial class sekarang atau langsung booking instan cuma butuh 1 menit!
6. Story Recall untuk Melatih Kemampuan Mengingat Informasi
Story recall dilakukan dengan membacakan cerita pendek, kemudian meminta anak menceritakan kembali apa yang baru didengarnya.
- Cara Bermain: Bacakan sebuah cerita pendek secara interaktif. Setelah selesai, ajukan pertanyaan seputar alur cerita, nama karakter, hingga fakta kecil di dalam cerita.
- Manfaat: Mengasah pemahaman mendengarkan (listening comprehension), memori pemrosesan teks, dan fokus pada detail verbal.
- Cocok untuk Usia: 5 – 12 tahun.
Baca Juga: Active Recall Adalah Metode Belajar Efektif, Ini Cara Lakukannya!
7. Sudoku untuk Melatih Working Memory dan Problem Solving
Aktivitas ini melibatkan working memory sekaligus kemampuan berpikir logis dan problem solving.
- Cara Bermain: Isi kotak-kotak angka (atau simbol gambar untuk anak kecil) hingga setiap baris, kolom, dan area memiliki angka 1–9 tanpa ada yang kembar.
- Manfaat: Menguji working memory tingkat tinggi, penalaran logis, serta deduksi matematis.
- Cocok untuk Usia: 8 – 16+ tahun (remaja).
8. Memory Quiz untuk Melatih Kemampuan Mengingat Detail

Memory quiz mudah dibuat sendiri di rumah.
- Cara Bermain: Minta anak mengamati sebuah ilustrasi gambar (misalnya gambar suasana kamar) selama 30 detik. Tutup gambar tersebut, lalu tanyakan detail spesifik, seperti “Berapa jumlah buku di atas meja?” atau “Apa warna gordennya?”.
- Manfaat: Meningkatkan daya rekam visual mendalam (visual retention) dan melatih konsentrasi pada detail terkecil.
- Cocok untuk Usia: 6 – 12 tahun.
9. 2048 untuk Melatih Memori Posisi dan Strategi
Untuk anak yang lebih besar, game 2048 bisa menjadi salah satu permainan strategi yang cukup menantang.
- Cara Bermain: Pergeseran ubin angka pada papan kisi (grid) digital untuk menggabungkan angka bernilai sama hingga mencapai angka 2048.
- Manfaat: Melatih perancangan strategi, memori spasial posisi angka, serta analisis dampak jangka pendek.
- Cocok untuk Usia: 10 – 16+ tahun (remaja).
10. Cari dan Temukan untuk Melatih Perhatian dan Memori Visual
Permainan cari dan temukan atau search and find meminta anak menemukan objek tertentu di dalam gambar yang ramai.
- Cara Bermain: Tunjukkan satu benda atau karakter tersembunyi dalam buku/gambar yang ramai (seperti seri Where’s Waldo?), lalu minta anak menemukannya dalam batas waktu tertentu.
- Manfaat: Melatih pemindaian visual (visual scanning), konsentrasi selektif, dan retensi bentuk target di dalam memori.
- Cocok untuk Usia: 4 – 10 tahun.
Cara Memilih Game Melatih Daya Ingat untuk Anak
Agar manfaat stimulasi otak maksimal dan anak tidak merasa jenuh, perhatikan panduan memilih permainan berikut:
1. Sesuaikan dengan Usia dan Kemampuan Anak
Gunakan usia sebagai panduan awal, tetapi tetap perhatikan kemampuan masing-masing anak.
Anak usia 4 tahun mungkin cukup menggunakan empat kartu untuk memory matching, sedangkan anak usia 8 tahun sudah bisa bermain dengan belasan kartu.
Tujuannya bukan membuat permainan sesulit mungkin, melainkan memberikan tantangan yang masih bisa dinikmati.
2. Pilih Tingkat Kesulitan yang Bertahap
Mulai dari aturan dan jumlah informasi yang sederhana.
Jika anak sudah berhasil, tambahkan satu tingkat kesulitan.
Misalnya dari mengingat tiga gambar menjadi empat gambar atau dari cerita tiga kalimat menjadi satu paragraf pendek.
Cara bertahap membuat anak memiliki kesempatan memahami pola permainan sebelum menghadapi tantangan baru.
3. Utamakan Game yang Membuat Anak Aktif Mengingat
Tidak semua aktivitas di depan layar otomatis melatih memori.
Pilih permainan yang meminta anak benar-benar mengingat, mencari kembali, membandingkan, atau menggunakan informasi yang baru diterimanya.
Memory matching, story recall, dan memory quiz adalah beberapa contoh aktivitas yang secara langsung meminta anak melakukan proses tersebut.
4. Pilih Permainan yang Membuat Anak Tertarik
Anak cenderung lebih mau terlibat jika tema permainannya sesuai dengan hal yang mereka sukai.
Jika anak suka hewan, gunakan kartu bergambar hewan.
Jika suka kendaraan, gunakan gambar mobil, pesawat, atau kereta.
Untuk latihan bahasa Inggris, Moms & Dads juga bisa menggunakan gambar dengan vocabulary yang sedang dipelajari anak.
5. Variasikan Jenis Permainannya
Tidak perlu memainkan permainan yang sama setiap hari.
Hari ini bisa bermain memory matching, besok story recall, kemudian puzzle atau Simon Says.
Variasi membuat aktivitas terasa lebih fresh sekaligus memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan kemampuan mengingat dalam situasi yang berbeda.
Stimulasi dengan mengenalkan bahasa Inggris sejak dini bisa jadi salah satu cara melatih daya ingat dan mendukung perkembangan kecerdasan anak yang bisa langsung dimulai sejak dini.
Apalagi, bahasa Inggris adalah investasi masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang beasiswa, lomba tingkat internasional, pendidikan, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depan anak.

Karena itu, les bahasa Inggris Sparks English menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia 3–15 tahun melalui kelas yang fun, interaktif, dan disesuaikan dengan level kemampuan anak.
Menggunakan pendekatan full English environment yang membuat anak mendapat paparan bahasa Inggris secara intensif.
Ditambah lagi, bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan pilih center terdekat dari rumah biar bisa fleksibel menyesuaikan rutinitas anak.
In this economy, cuma Sparks English yang berani kasih harga super hemat dengan fasilitas selengkap ini! Jadi, pastikan nggak melewatkannya!
Daftar free trial class sekarang dan klaim diskon 1 jutanya sebelum kehabisan!


