Moms & Dads rutin membacakan dongeng untuk si kecil sebelum tidur?
Kalau ya, itu kebiasaan yang punya banyak manfaat, lho!
Manfaat dongeng untuk anak tidak sebatas membuat anak tidur lebih cepat, tetapi juga membantu mengembangkan imajinasi, kemampuan berbahasa, konsentrasi, hingga empatinya.
Untuk itu, artikel ini telah merangkum beragam manfaat membaca dongeng bagi tumbuh kembang anak, lengkap dengan cara mendongeng yang menarik.
Pastikan simak sampai selesai ya, Moms & Dads!
- 10 Manfaat Dongeng untuk Anak
- 1. Meningkatkan Minat Baca dan Literasi
- 2. Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas
- 3. Melatih Konsentrasi dan Daya Ingat
- 4. Menumbuhkan Empati
- 5. Menanamkan Nilai Moral dan Karakter
- 6. Memperkaya Kosakata dan Kemampuan Berbahasa
- 7. Mengembangkan Kemampuan Problem Solving
- 8. Meningkatkan Kepercayaan Diri
- 9. Mengurangi Screen Time
- 10. Menumbuhkan Kebiasaan Belajar Sepanjang Hayat
- Cara Mendongeng yang Menarik untuk Anak
10 Manfaat Dongeng untuk Anak
Manfaat dongeng untuk anak tidak hanya mendukung kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat perkembangan bahasa, emosi, kreativitas, dan pola pikirnya.
1. Meningkatkan Minat Baca dan Literasi
Salah satu fungsi dongeng adalah mengenalkan buku kepada anak melalui kegiatan yang menyenangkan.
Pengalaman positif ini mendorong anak untuk lebih tertarik membuka buku dan menikmati cerita atas kemauannya sendiri.
2. Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas
Saat mendengarkan dongeng, anak membangun sendiri dunia cerita di dalam pikirannya.
Proses ini memperluas imajinasi sekaligus mendorong anak untuk menciptakan berbagai ide baru.
3. Melatih Konsentrasi dan Daya Ingat
Terbiasa mendengarkan dongeng melatih anak untuk menjaga fokus hingga cerita selesai.
Anak juga perlu mengingat kejadian sebelumnya agar dapat memahami alur cerita secara utuh, sehingga daya ingatnya ikut terlatih.
4. Menumbuhkan Empati
Salah satu manfaat dongeng yang bermakna adalah membantu anak memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan dan sudut pandang yang berbeda.
Dari sini, anak belajar melihat suatu kejadian tidak hanya berdasarkan keinginannya sendiri.
5. Menanamkan Nilai Moral dan Karakter
Manfaat mendongeng salah satunya bisa membuat pesan moral lebih mudah dipahami karena ditunjukkan melalui tindakan tokoh dan akibat yang diterimanya.
Dengan cara ini, anak dapat mengenal perilaku baik tanpa merasa sedang dinasihati.
6. Memperkaya Kosakata dan Kemampuan Berbahasa
Mengenalkan anak pada kosakata baru atau pola kalimat dalam percakapan sehari-hari juga salah satu tujuan dongeng.
Konteks cerita membantu anak tak hanya memahami arti kata baru tapi juga tahu cara penggunaannya dalam kalimat dengan lebih baik.
Kebiasaan mendongeng juga bisa mulai dikembangkan lebih jauh dengan membacakan dongeng berbahasa Inggris kepada anak.
Melalui cerita, bunyi dan kosakata bahasa Inggris terasa lebih natural karena dipelajari dalam konteks yang menarik.
Apalagi, masa kanak-kanak adalah periode paling tepat untuk membangun fondasi ini, saat otak anak masih sangat reseptif dan bahasa baru bisa diserap dengan jauh lebih mudah dan natural.
Banyak orang dewasa menyesal karena baru serius belajar bahasa Inggris setelah besar, saat peluang kerja, beasiswa, atau kompetisi internasional sudah menuntutnya, sementara proses belajar bahasa baru jauh lebih berat dibanding jika dimulai sejak kecil.
Jangan sampai anak merasakan penyesalan yang sama!

Sparks English hadir untuk anak usia 3–15 tahun agar mendapatkan stimulasi bahasa Inggris yang lebih terarah dan berkelanjutan sejak golden age.
Pembelajaran dibuat fun & interactive melalui games, lagu, storytelling, dan role play agar anak terdorong untuk active speaking dengan percaya diri.
Kurikulum berbasis CEFR membuat materi dirancang sesuai usia dan level kemampuan anak dengan progres yang jelas dan terukur.
Mulai dari Rp70 ribuan, anak sudah dapat kelas semi-private bersama native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT sehingga accent-nya lebih natural.
Lebih dari 25.000 students jadi jago bahasa Inggris dalam waktu 6 bulan bersama Sparks English!
Daftarkan si kecil ke free trial class sekarang dan klaim diskonnya selagi promo masih berlaku!
7. Mengembangkan Kemampuan Problem Solving
Konflik dalam dongeng mendorong anak memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi tokoh.
Contoh-contoh ini membantu anak membangun pola pikir yang lebih logis ketika menghadapi masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
8. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Dongeng menunjukkan bahwa keberanian dapat tumbuh melalui proses mencoba dan menghadapi rasa takut.
Kepercayaan diri anak juga semakin kuat ketika pendapatnya dihargai selama kegiatan bercerita.
9. Mengurangi Screen Time
Mendongeng menjadi alternatif kegiatan yang bisa dilakukan tanpa menggunakan gadget.
Interaksi langsung selama mendengarkan dongeng akan jadi momen menarik bagi anak sekaligus mempererat waktu bersama orang tua.
10. Menumbuhkan Kebiasaan Belajar Sepanjang Hayat
Dongeng membiasakan anak untuk terus bertanya, mencari jawaban, dan menemukan pengetahuan baru dari setiap cerita.
Kebiasaan ini membantu anak memandang belajar sebagai proses yang menyenangkan dan menjadi bagian alami dari kehidupannya hingga dewasa.
Cara Mendongeng yang Menarik untuk Anak
Cara mendongeng yang menarik tidak membutuhkan kemampuan khusus.
Namun, hanya perlu intonasi yang hidup, interaksi, dan penyampaian yang sesuai dengan usia anak agar cerita lebih mudah dipahami.
1. Gunakan Intonasi dan Ekspresi
Intonasi membantu anak mengikuti suasana dalam cerita.
Gunakan suara yang lebih pelan saat adegan menegangkan dan ekspresi ceria ketika tokoh sedang bahagia agar cerita terasa lebih hidup.
2. Libatkan Anak dalam Cerita
Berikan ruang bagi anak untuk ikut menentukan bagian sederhana dalam cerita.
Anak dapat memilih nama tokoh atau menebak tindakan selanjutnya sehingga ia tidak hanya menjadi pendengar pasif.
3. Gunakan Pertanyaan Interaktif
Sisipkan pertanyaan yang mendorong anak memahami isi cerita dan menyampaikan pendapatnya.
Pertanyaan seperti “Menurutmu, apa yang sebaiknya dilakukan tokoh ini?” membuat kegiatan mendongeng terasa lebih komunikatif.
4. Tambahkan Gerakan atau Boneka
Gerakan tubuh atau boneka sederhana dapat memperjelas adegan sekaligus menjaga perhatian anak.
Cara ini sangat membantu anak usia dini yang lebih mudah memahami cerita melalui visual dan gerakan.
5. Ajak Anak Menceritakan Kembali
Setelah cerita selesai, mintalah anak menyampaikan kembali bagian yang paling diingatnya.
Aktivitas ini melatih daya ingat sekaligus membantu anak menyusun cerita dengan bahasanya sendiri.
6. Hubungkan Cerita dengan Kehidupan Sehari-hari
Kaitkan pesan dalam dongeng dengan pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.
Cerita tentang berbagi, misalnya, dapat menjadi pembuka percakapan mengenai cara bersikap ketika bermain bersama teman.
Baca Juga: 10 Dongeng Pendek untuk Anak SD yang Inspiratif dan Pesan Moralnya
Setelah si kecil terbiasa menikmati cerita dalam bahasa Indonesia, mulailah perkenalkan dongeng berbahasa Inggris.
Lewat cerita yang menarik, fondasi bahasa Inggris anak bisa terbangun secara natural sejak dini
Inilah investasi terbaik yang membuka lebih banyak peluang bagi masa depan anak, mulai dari beasiswa, kompetisi internasional, study exchange, hingga karir impian.
Di Sparks English, kemampuan anak dipetakan melalui placement test sejak awal agar ia belajar di level yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya.
Mulai dari Rp70 ribuan per kelas, si kecil sudah bisa belajar bersama native teacher, dapat free extra sessions, student kit, hingga konsultasi gratis bersama professional teacher.
Di mana lagi Moms & Dads bisa dapatkan kursus bahasa Inggris dengan fasilitas terlengkap dan harga se-ekonomis ini kalau bukan di Sparks English?
Daftarkan si kecil ke free trial class sekarang dan klaim promonya selagi masih berlaku!


