7 Gaya Belajar Anak: Mana yang Paling Cocok untuk Anak?

18 May 2026
gaya belajar anak (1)

Dalam satu kelas, ada anak yang lebih mudah memahami materi saat melihat gambar, ada yang lebih mudah mengerti lewat suara, bahkan ada juga yang baru paham kalau sudah mencoba.

Perbedaan ini sering dikaitkan dengan gaya belajar anak yang berbeda.

Di artikel ini kita akan bahas berbagai tipe belajar anak dan cara mendukungnya. 

Pastikan simak sampai selesai ya, Moms & Dads!

 

 

Apa Itu Gaya Belajar?

gaya belajar anak
Photo by Freepik

 

Gaya belajar adalah cara anak menerima dan mengelola informasi saat belajar. 

Menurut SAGE Encyclopedia of School Psychology, gaya belajar bisa dilihat sebagai pola kebiasaan bagaimana seseorang belajar, atau bagaimana cara yang lebih disukai untuk belajar.

Dalam konteks anak, gaya belajar terlihat dari bagaimana anak lebih mudah fokus.

Ada yang lebih cepat paham kalau melihat gambar, ada yang lebih mudah mengingat suara, ada yang suka membaca dan menulis, ada juga yang harus mencoba langsung.

Selain itu, ada pula anak yang lebih nyaman belajar lewat cerita, percakapan, atau interaksi dengan orang lain.

 

Macam-Macam Gaya Belajar Anak

Anak memiliki macam macam gaya belajar. 

Berikut ini beberapa cara belajar anak yang umum diketahui:

 

1. Gaya Belajar Visual (Melihat)

Anak dengan gaya belajar visual cenderung lebih mudah memahami informasi saat melihat bentuk, warna, diagram, peta, gambar, atau bentuk visual lainnya.

Untuk anak usia dini, gaya belajar visual terlihat saat mereka lebih cepat mengingat gambar hewan, warna, huruf, dan ilustrasi dari buku cerita.

Beberapa cirinya seperti:

  • Mudah mengingat gambar, bentuk, atau warna.
  • Suka melihat ilustrasi di buku, flash card, atau poster.
  • Fokus saat diberi penjelasan dengan contoh visual.
  • Cepat mengenali perbedaan warna, bentuk, dan huruf.
  • Senang menggambar, mencoret, atau mewarnai.

 

2. Gaya Belajar Auditori (Mendengarkan)

Anak auditori adalah yang mudah memahami melalui suara. 

Mereka cepat menangkap informasi dari lagu, cerita, percakapan, atau pengulangan kata.

Gaya belajar anak usia dini auditori akan sangat terbantu dengan lagu anak, phonics song, storytelling, dan latihan mendengarkan kosakata-kosakata sederhana.

Ciri-ciri anak auditori misalnya:

  • Senang dan mudah menghafalkan lagu.
  • Suka mendengarkan cerita sebelum tidur.
  • Sering mengulang suara atau kalimat yang baru didengar.
  • Bisa terganggu jika banyak suara lain saat belajar.
  • Lebih mudah memahami instruksi yang disampaikan secara lisan.

 

3. Gaya Belajar Kinestetik (Bergerak)

Jika ada anak yang tidak bisa duduk diam dalam waktu lama saat belajar, kemungkinan besar dia memiliki gaya belajar kinestetik.

Anak dengan kecenderungan gaya belajar kinestetik biasanya lebih paham jika mempraktikkannya. 

Bisa juga, melalui permainan peran dan eksperimen sederhana.

Ini beberapa ciri anak kinestetik:

  • Suka bergerak atau membongkar dan menyusun benda.
  • Lebih mudah paham setelah mempraktikkan.
  • Senang aktivitas roleplay, games, simulasi, atau eksperimen.
  • Mudah bosan jika terlalu lama diam.
  • Sering terlihat tidak bisa diam, padahal sedang memproses informasi lewat gerakan.

 

Baca Juga: 12 Ide Stimulasi Anak 3 Tahun untuk Optimalkan Golden Age

 

4. Gaya Belajar Verbal (Linguistik)

Anak yang pemahamannya kuat dalam kata-kata disebut juga gaya belajar verbal. 

Metode belajar anak dengan gaya verbal dapat dideteksi ketika mereka suka berbicara, bertanya, bercerita, membaca, menulis, atau bermain kosakata.

Anak seperti ini biasanya suka aktivitas membaca buku atau menceritakan kembali pengalaman mereka.

Ciri-ciri anak verbal di antaranya:

  • Suka bertanya dan menjelaskan sesuatu dengan kata-kata.
  • Senang mendengarkan atau membuat cerita.
  • Suka berbicara tentang hal yang mereka sukai.
  • Mudah mengingat kosakata, frasa, atau kalimat baru.
  • Tertarik pada buku, huruf, atau permainan kata.

 

Sudah tahu gaya belajar si kecil? Sekarang saatnya manfaatkan untuk hal yang paling berharga di usia dini yaitu belajar bahasa Inggris!

Di usia dini, kemampuan anak menyerap bahasa baru sedang di puncaknya. 

Menunda artinya melewatkan momen yang tidak bisa diulang lagi.

 

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)

Sparks English hadir dengan metode belajar yang interaktif dan menyenangkan, cocok untuk semua gaya belajar anak. 

Dibimbing native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT, mulai Rp70 ribuan/sesi aja!

Penasaran? Bisa coba kelas trial gratisnya dulu lho!

 

5. Gaya Belajar Multimodal

Berbeda dari yang sudah kita bahas sebelumnya, anak multimodal biasanya nyaman tidak hanya dengan satu gaya belajar. 

Mereka bisa belajar melalui kombinasi gambar, suara, gerakan, menulis, atau berinteraksi,

Sebenarnya banyak anak yang termasuk multimodal karena gaya belajar mereka menyesuaikan dengan topik. 

Misalnya, mereka suka melihat gambar saat belajar warna dan suka mendengarkan lagu saat belajar bahasa.

Ini beberapa ciri gaya belajar multimodal pada anak:

  • Bisa nyaman dengan beberapa cara belajar sekaligus.
  • Suka belajar dengan kombinasi gambar, lagu, atau permainan.
  • Cepat bosan dengan aktivitas monoton.
  • Cocok dengan metode belajar yang variatif.
  • Tidak selalu menunjukkan satu gaya belajar yang dominan dan konsisten.

 

6. Gaya Belajar Sosial (Interpersonal)

Gaya belajar jenis ini lebih menyukai belajar bersama orang lain. 

Mereka suka berinteraksi, berdiskusi, bermain peran, atau pun kerja kelompok.

Misalnya dalam belajar bahasa Inggris, anak dengan gaya belajar sosial lebih suka latihan percakapan dengan teman atau orang tuanya.

Di bawah ini adalah beberapa ciri gaya belajar sosial:

  • Senang belajar berkelompok.
  • Mudah termotivasi jika ada interaksi dua arah.
  • Suka berdiskusi, permainan kelompok, atau aktivitas dengan orang lan.
  • Kurang antusias jika belajar sendirian terlalu lama.
  • Bisa cepat meniru cara bicara orang lain.

 

7. Perbandingan Keunggulan dan Kelemahan Tiap Gaya Belajar

Gaya Belajar

Keunggulan

Kelemahan

Visual Mudah memahami gambar, warna, video, atau contoh visual. Kurang fokus jika hanya mendengarkan penjelasan.
Auditori Mudah belajar lewat suara, cerita lagu, atau percakapan. Mudah terdistraksi jika suasana terlalu ramai.
Kinestetik Cepat paham lewat praktik, gerakan, dan pengalaman langsung. Cepat bosan jika harus duduk diam terlalu lama.
Verbal Suka belajar lewat kata, cerita, membaca, atau menulis. Kurang tertarik jika tidak diberi ruang untuk bercerita atau bertanya.
Multimodal Fleksibel karena bisa belajar dengan beberapa cara sekaligus. Butuh variasi aktivitas agar tidak cepat bosan.
Sosial Lebih semangat saat belajar bersama orang lain. Kurang nyaman jika harus belajar sendiri terlalu lama.

 

Baca Juga: 15 Kegiatan Anak SD di Rumah yang Seru dan Anti Bosan

 

Cara Mendukung Tipe Belajar Anak di Rumah

Untuk mendukung anak belajar di rumah sesuai dengan metode belajar anak, Moms & Dads bisa melakukan kegiatan berikut.

Ini juga bisa dilakukan jika Moms & Dads belum tahu gaya belajar yang mana yang anak sukai. 

Karena tidak ada salahnya untuk memberi mereka metode belajar yang beragam.

 

1. Aktivitas untuk Anak Visual

  • Gunakan flash card warna-warni untuk mengenalkan kosakata baru.
  • Tempel poster huruf, angka, hewan, atau benda-benda di area belajar.
  • Gunakan buku cerita bergambar dan minta anak menunjuk objek tertentu.
  • Ajak anak menggambar kosakata yang baru dipelajari, misalnya glass, car, atau house.
  • Ajak anak membuat papan kosakata sederhana.

 

2. Aktivitas untuk Anak Auditori

  • Putar lagu anak sederhana dan ajak anak mengulanginya.
  • Bacakan dongeng anak dengan intonasi yang ekspresif.
  • Ajak anak mengulang kata atau kalimat pendek.
  • Bermain tebak suara, misalnya menebak suara hewan.
  • Buat rutinitas percakapan pendek seperti “apa kabar?”, “selamat pagi”, dsb.

 

3. Aktivitas untuk Anak Kinestetik

  • Main lempar bola sambil menyebut kosakata baru.
  • Ajak anak menyusun balok sambil belajar menyebut angka.
  • Ajak anak belajar kata sambil bergerak. Misalnya “jump” sambil loncat, “sit” sambil duduk.
  • Minta anak berjalan menuju benda yang disebutkan, misalnya pintu, jendela, botol, dsb.
  • Beri jeda singkat bagi anak untuk bergerak di sela-sela belajar.

 

4. Aktivitas untuk Anak Verbal

  • Minta anak bercerita tentang aktivitasnya hari ini.
  • Minta anak menyebutkan nama-nama benda yang ada di sekitarnya.
  • Ajak anak membaca buku cerita bersama.
  • Ajak anak bermain sambung kata sederhana.
  • Beri anak pilihan gambar dan minta dia menceritakan gambar yang ia pilih.

 

5. Aktivitas untuk Anak Multimodal

  • Buat sesi belajar menggunakan gambar, lagu, dan gerakan.
  • Mulai belajar dengan melihat gambar, mendengar kata, lalu minta anak meniru pengucapannya.
  • Ajak anak menonton video pendek, sebutkan gambar yang ada di video tersebut dan minta anak menunjuk gambar yang sesuai.
  • Bacakan cerita lalu minta anak menggambarkan salah satu tokohnya.
  • Buat permainan mencocokkan gambar dengan kata.

 

6. Aktivitas untuk Anak Sosial

  • Ajak anak bermain peran, misalnya sebagai guru dan murid atau pembeli dan penjual.
  • Buat percakapan pendek seperti menyapa, berterima kasih, atau meminta bantuan.
  • Belajar dengan media board game sederhana.
  • Beri anak tugas kecil dalam acara keluarga, misalnya membagikan sedotan minuman gelas.
  • Ajak anak bermain puzzle bersama.

 

Baca Juga: 7 Ide Sensory Play yang Efektif Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

 

Sekarang Moms & Dads sudah tahu macam-macam gaya belajar si kecil.

Tinggal satu langkah lagi yaitu berikan stimulasi yang tepat, termasuk memperkenalkan bahasa Inggris sejak dini.

Sparks English adalah kursus bahasa Inggris anak usia 3-15 tahun yang dirancang untuk semua gaya belajar anak

Ada flashcards untuk si visual, aktivitas speaking dan phonics untuk si auditori, hingga roleplay dan storytelling untuk si kinestetik, semua dalam satu kelas yang menyenangkan!

Materinya sesuai dengan tumbuh kembang anak dan dibimbing oleh tutor profesional hingga native teacher.

Ada kelas trial gratis yang bisa dicoba sebelum kuota penuh ya!

Author:

Topik:

Share article: